
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Amanda memperkenalkan Mayra pada sang fotografer yang bernama Thomas James itu. Mayra tersenyum lembut, lalu mengangguk sopan dan mengatupkan kedua tangannya di dada. Thomas hanya memandang Mayra sekilas lalu kemudian membenahi kameranya bersiap untuk Photoshoot sesi pertama.
Thomas mengacungkan jempol pada Mayra memberi tanda bahwa pengambilan gambar akan di mulai.
"Oke.! nona kita bisa mulai sekarang.!"
Teriak Thomas mulai memberikan aba-aba tanda bersiap untuk semua kru yang terlibat.
Mayra maju mengambil posisi yang sudah di tunjuk oleh Thomas. Dia berdiri di belakang sebuah background yang sudah di tata sedemikian cantik oleh orang-orang dari studio itu.
Pengambilan gambar pun di mulai dengan fokus one shot dari keseluruhan penampilan Mayra.
Thomas memfokuskan mata pada lensa kamera setelah memastikan pose yang pas dari Mayra.
Dia memberi aba-aba dengan tangan kiri diangkat ke udara pada Mayra untuk mengubah setiap detail gerakan dan posisi wajah maupun tubuhnya.
Dan seperti punya insting tersendiri, Mayra mengikuti semua gerakan aba-aba yang diberikan oleh Thomas.
Dalam beberapa kali bidikan kamera, Thomas masih belum mendapat titik focus yang sesuai dengan keinginan dan standard kualitasnya
Namun setelah pergantian gerakan dan pose yang Mayra lakukan sendiri tanpa arahan, barulah matanya seakan terhipnotis ke dalam lensa dan seperti tertarik di sana hingga dia tidak sadar terus membidik Mayra dalam setiap gerakannya walau itu sekedar lirikan mata saja. Sampai Thomas merasa cukup dengan hasil yang di dapat dia mengangkat tangannya.
Selesai sesi pertama, Mayra dibantu Manda dan bawahannya mengganti kostum yang kedua. Yang ini tampak lebih glamor lagi modelnya, membuat aura kecantikan Mayra semakin terpancar.
Benar-benar membuat pria yang melihatnya bisa hilang akal. Kali ini Thomas tampak terpaku melihat penampakan Mayra yang begitu luar biasa.
Dia harus mengakui kalau gadis model ini benar-benar memiliki kecantikan yang paripurna.
Pengambilan gambar kali ini berganti view dengan background yang berbeda. Kini posisi Mayra seakan sedang duduk di tangga berkarpet merah yang terlihat sangat megah dengan detail bangunan di sekitar nya seperti di sebuah hotel mewah.
Kali ini Thomas mengambi titik fokus absolute shot untuk memperlihatkan seluruh area di sekitar objek model.
Dan bidikan demi bidikan pun di lakukan. Thomas tidak perlu lagi memberi arahan berlebih pada Mayra, hanya memberi aba-aba ringan untuk merubah posisi, setelah itu pose dan gaya serta mimik dan ekspresi Mayra lakukan sendiri secara feel dan natural.
Thomas semakin takjub pada apa yang didapat dari gadis itu. Bagaimana bisa dia melakukan semuanya dengan mengalir begitu saja tanpa harus di arahkan.
Setelah puas barulah dia mengangkat tangannya dan mengakhiri sesi yang kedua. Wajah Thomas tampak memperlihatkan kekagetan sekaligus takjub dengan hasil bidikannya sendiri. Dia terus menatap deretan gambar Mayra di kamera nya.
Amanda mendekat dan melihat hasil fhoto Mayra di kamera Thomas. Matanya tampak terkejut dan berbinar puas dengan hasil bidikan Thomas.
Dia menepuk bahu Thomas dan tersenyum tipis.
"Aku tidak akan pernah salah bawa orang..! Jangan sombong kamu brother.!"
Ucapnya pelan di telinga Thomas, yang membuat pipi Thomas tampak memerah. Dia harus mengakui bahwa model yang di bawa oleh Manda kali ini memang berbeda. Sangat berbeda.!
Dia punya sesuatu yang orang lain tidak punya.
"Oke May..kita break dulu. Setelah istirahat nanti kita lanjut sesi ketiga ya.!"
Ucap Manda di sambut senyum Mayra yang langsung pergi bersama dengan Silvia dan para asisten Manda.
"Darimana kamu dapat gadis itu Man.? dia sangat berbeda. Inner beauty nya benar-benar gak nahan.!"
Akhirnya keluar juga suara dari mulut Thomas. Amanda menyebikkan bibirnya mengejek Thomas.
__ADS_1
"Sudah tahu aslinya baru deh tertarik.!"
"Kamu kan tahu aku tuh tidak mudah tertarik sama yang namanya mahluk cantik.! Aku bosan terus berurusan dengan mereka.!
"Lah terus kenapa kamu masih menggeluti bidang ini? Kenapa tidak jadi pengusaha saja seperti orang tua
kamu.?"
"Belum dapat Ilham kali..!"
Thomas nyengir sambil terus melihat deretan fhoto Mayra seolah tidak ada bosannya.
"Tapi dia berbeda..!"
Tunjuknya pada fhoto Mayra. Manda memukul pundak Thomas kesal.
"Jangan macam-macam kamu, dia sudah ada yang punya.!"
"Yaa..kirain masih kosong."
"Mana ada wanita yang cantiknya kayak gitu masih nganggur.! Udah ahh aku mau istirahat dulu.!"
Ucap Manda sambil kemudian meninggalkan Thomas yang masih mengutak atik kameranya.
Matanya seakan tidak mau berpaling dari gambar Mayra yang tadi sudah di sepelekan nya.
***** *****
Pengambilan gambar berikutnya akan dilakukan di luar ruangan, yakni di sebuah taman buatan yang tersedia di studio itu yang sudah biasa di gunakan.
Mayra sudah memakai pakaian casual kekinian namun tetap berkesan islami yang kental. Terlihat modis dan tetap elegan serta exlusive.
Dia juga di poles dengan riasan yang lebih fresh cenderung girly. Sehingga menimbulkan kesan yang sangat segar bak bunga sakura yang baru mekar.
Melihat penampilan Mayra kali ini Manda dan yang lain sudah tidak bisa berkata-kata lagi, dia terlihat seperti gadis remaja yang masih sangat polos dan natural.
Matanya yang bulat bening namun sendu, hidung bangir berukuran kecil dan bibir mungil dengan bentuk sempurna di lengkapi dagu lancip alami, itu adalah satu kesatuan yang sungguh sempurna.
"Kamu sempurna May..!"
Puji Silvia dengan wajah penuh kebanggaan.
"Kamu memang cantik dan berbeda May..!"
Tiba-tiba suara Agam muncul di ruangan tunggu itu.
Mayra tersenyum senang melihat kehadiran Agam.
"Mas..apa tidak sibuk.? kok bisa kesini.?"
Tanya Mayra sambil menghampiri Agam.
"Aku sengaja meluangkan waktuku untuk melihatmu May..aku ingin memberi semangat di hari pertama kamu ini.!"
Jawab Agam dengan senyum menawannya.
"Terimakasih ya mas, padahal tidak perlu repot."
__ADS_1
"Aku gak repot kok May..malah aku senang.!"
Potong Agam dengan tatapan lembut dan dalam.
Ingin sekali dia merengkuh dan memeluk gadis yang ada di hadapannya ini. Sampai kapan dia hanya bisa memandanginya saja tanpa bisa menyentuhnya.??
Ini adalah suatu siksaan yang sangat berat baginya.
"Oke May..kita mulai sesi terakhir ya..!"
Tiba-tiba Manda berteriak masuk. Dia tersenyum sumringah melihat Agam ada di sana.
"Kukira kamu tidak datang kak..!"
Ucapnya sambil merangkul Agam.
"Demi dia aku pastikan ada waktu luang.!"
Ucap Agam melirik Mayra yang hanya bisa tersipu.
Manda mengangguk seraya tersenyum penuh arti.
"Bisa aja kamu kak ngegombalnya.! Yaudah..
yukk May.. keburu sore nih.!"
Ajak Manda sambil melangkah di ikuti yang lain.
Agam berjalan beriringan dengan Mayra menuju ke lokasi pengambilan gambar .
Melihat kemunculan Agam, wajah Thomas tampak lemas, kenapa bos Royal Entertainment bisa tiba-tiba muncul di sini pikirnya.?
Apa mungkin dia adalah pemilik gadis ini.?
Hahh..Thomas tiba-tiba merasa hilang semangat.
Photoshoot sesi ketiga pun akhirnya di mulai. Kali ini Mayra merasa lebih rileks, mungkin karena suasana dan udara segar yang berada di sekitar membuat dia seakan lebih santai. Di tambah pakaian yang sekarang dia kenakan adalah pakaian yang tidak begitu ribet.
Thomas sangat antusias saat melihat bagaimana tampilan segar Mayra di kamera. Dia seperti seorang yang haus bidikan, terus-terusan membidik Mayra dengan berbagai pose dan ekspresi.
Tak ada yang tidak menarik di matanya dari setiap gerak gerik yang Mayra lakukan. Semua tidak pernah lolos dari bidikannya.
Agam sendiri tampak hanya bisa terdiam mematung di tempat melihat bagaimana Mayra bergaya di depan kamera. Dia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana berbakatnya Mayra dalam hal ini. Kenapa selama ini dia tidak pernah menyadari semua itu.?
Yang dia tahu Mayra memang punya bakat terpendam di bidang musik. Tapi dia tidak pernah tahu kalau Mayra memang punya bakat di keseluruhan bidang seni. Namun sekarang muncul perdebatan di dalam benaknya sendiri. Apakah dia sudah salah menggiring Mayra untuk mengambil jalan ini.?
Bukankah nantinya orang akan dengan bebas dan mudahnya dapat menikmati dan melihat kecantikan serta keindahan dari diri gadis itu.?
Aahh..sepertinya semua sekarang menjadi boomerang bagi dirinya. Dia juga sudah tidak bisa mundur lagi.
Beberapa kontrak yang dia perkirakan akan sesuai dengan keinginan Mayra sudah terlanjur ditandatangani nya.
Akhirnya pemotretan hari ini selesai di lakukan. Mayra bisa menarik napas lega setelah semua berjalan tanpa hambatan. Tidak ada protes ataupun interupsi dari sang fotografer. Itu membuat dia percaya diri untuk ke depannya. Semoga saja ini memang jalannya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
TBC.....
__ADS_1