Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
36. Keputusan


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sementara itu Dirga langsung membawa Evelyin pulang ke rumah besarnya. Selama di perjalanan tidak ada yang berbicara. Evelyin sibuk dengan amarahnya yang masih memenuhi dadanya.


Sedangkan Dirga terus memikirkan bagaimana keadaan Mayra saat ini.


Sampai ke halaman rumah mereka berdua bergegas turun dari mobil. Evelyin berjalan duluan dengan wajah yang sangat tidak bersahabat, hingga membuat pak Agus yang menyambutnya di pintu masuk tampak menunduk tidak ingin terkena imbas suasana hati nyonya muda nya itu. Pelayan wanita yang berjajar di dalam rumah juga terlihat tegang dan ciut nyalinya.


"Linda.! siapkan aku air hangat untuk berendam.!"


Perintah Evelyin pada salah seorang pelayan pribadinya.


"Baik Nyonya muda."


Sambut pelayan itu sambil kemudian berlari tergopoh-gopoh menaiki tangga menuju kamar majikannya.


Dirga hanya menatap datar ke arah Evelyin yang berjalan di tangga. Pak Agus membantu tuan muda nya membuka jas yang di pakainya.


"Apa tuan muda mau minum teh hijau.?"


Tanya pak Agus sambil berjalan mengikuti Dirga.


"Tidak usah, aku mau istirahat sebentar, nanti balik lagi ke kantor.!"


"Baik Tuan."


Dirga berlalu menuju ke lantai atas .


Sampai di dalam kamar, tanpa risih Evelyin langsung melucuti semua pakaiannya di bantu oleh pelayan pribadinya tersebut. Kemudian dia langsung masuk ke kamar mandi dan merendam tubuhnya di dalam bathub yang sudah di beri aromaterapi menenangkan.


Dia butuh mendinginkan suhu tubuhnya saat ini yang masih terbakar emosi.


Masih terbayang di ingatannya bagaimana dia memergoki suaminya tengah berjalan beriringan di dalam restoran bersama dengan Mayra.


"Dasar wanita sialan.! murahan..!! lihat saja nanti kalau dia berani macam-macam denganku.!"


Geram Evelyin sambil menggosok kasar tangannya menggunakan busa sabun.


Dia memejamkan matanya, mencoba menikmati relaxasi dari wangi aromatherapy.


Tidak lama Dirga masuk kedalam kamar mandi, berdiri di sisi samping bathub yang sedang di pakai Evelyin untuk berendam. Terlihat bagaimana indahnya tubuh istrinya itu polos menantang.


Namun anehnya.. tidak ada sedikitpun hasrat yang timbul dalam dirinya melihat tubuh polos itu.


"Kau sudah lebih baik sekarang.?"


Tanya Dirga. Eveliyn melirik, menatap Dirga dengan masih sedikit kesal namun juga mendamba.


Dia membutuhkan sentuhan suaminya itu sekarang untuk meredam semua emosinya.


Kerinduannya sudah memuncak setelah beberapa hari tidak bertemu karena kepergian Dirga ke luar negeri untuk urusan bisnis. Dia ingin melampiaskan hasratnya sekarang.


"Aku masih kesal honey..! Kenapa kau bertemu secara pribadi dengan wanita penggoda itu.!"


"Ada Lee juga di sana, dia hanya sedang mengambil mobil waktu itu.!"


"Lee bukan siapa-siapa.! dia tidak penting.! apapun yang kamu lakukan dia akan menutupinya.!"


"Sudahlah.! aku tidak mau berdebat lagi.! aku harus kembali ke kantor sekarang. Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.!"


"Honeeyy...!! Aku butuh kamu sekarang..! Aku kangen banget sama kamu.!"


"Tapi Ev, aku harus kembali sekarang, sudah terlalu lama meninggal kan kantor.!"


"Jadi menurutmu pekerjaanmu lebih penting daripada aku, kamu sudah berubah honey..! Sekarang kamu berubah.!"

__ADS_1


"Bukan begitu Ev, tolong mengerti kesibukanku.!"


"Kamu baru pulang dari luar dan malah langsung ke kantor, bukannya menemui aku honey.! Aku tidak bisa terima semua ini, kamu tega sama aku..!"


Teriak Evelyin sambil kemudian berdiri keluar dari bathub dalam keadaan polos. Dia berjalan kearah Dirga dan tanpa basa-basi langsung membuka kemeja yang dipakai Dirga dengan kasar. Kemudian melucuti semua pakaian yang menempel di tubuh suaminya itu.


Dirga terhenyak melihat apa yang dilakukan Evelyin terhadapnya. Dia bisa melihat hasrat Evelyin memang sudah tidak bisa ditahan lagi, tapi sungguh dia seakan enggan untuk memenuhi hasrat istrinya itu saat ini.


"Aku benar-benar sibuk baby..aku akan segera kembali setelah semua pekerjaan ku selesai.."


"Aku tidak mau tahu, aku mau kamu sekarang juga..!"


Bantah Evelyin sambil kemudian menyergap bibir Dirga dan menyerang nya dengan ciuman yang bertubi-tubi dan panass.


Dia juga beralih mencumbu dan memberi sentuhan lembut ke seluruh tubuh Dirga yang kini sudah polos juga. Dia akan mengerahkan segala kelihaiannya untuk membuat suaminya itu tak bisa menolak sentuhannya.


Akhirnya Dirga melayani keinginan istrinya itu. Dia sadar Evelyin juga membutuhkan sentuhannya untuk memenuhi kepuasan bathin nya. Mereka pada akhirnya sama-sama terhanyut dalam gelora hasrat yang membara, bercinta di bawah guyuran air shower. Hingga akhirnya Evelyin mendapatkan keinginannya, hasrat nya kini sudah tertuntaskan.


********


Mayra yang baru selesai sembahyang ashar duduk bersandar di atas ranjang, punggungnya di ganjal menggunakan bantal.


Dia membuka laptop yang ada di pangkuannya untuk melihat perkembangan yang terjadi atas iklan kemarin yang sudah dia mainkan.


Di luar dugaan, kini dia memang sudah menjelma menjadi seleb dadakan.Bahkan ada beberapa komunitas yang sudah membentuk fans club sendiri.


Mayra tersenyum merasa geli sendiri dengan


kenyataan yang terjadi dalam hidupnya saat ini.


Ada banyak tawaran pekerjaan dari beberapa brand hijab dan pakaian muslim terkenal.


Serta banyak juga produk kecantikan berbasis syariah yang ingin memakai jasa nya.


Hahh..sungguh ini di luar dugaannya, semua akan menjadi se melebar seperti ini.


......


Malamnya setelah selesai melaksanakan kewajibannya, Mayra kembali merenung.


Dia sudah berusaha memikirkan semuanya. Dia pikir tidak ada salahnya mencoba. Dan untuk permulaan dia memutuskan untuk menerima tawaran Amanda.


Mungkin ini adalah jalan yang sudah Tuhan gariskan untuk di jalaninya.


Trrrrtt..trrrrtt.. trrrrtt..


Ponselnya yang ada di atas nakas terus saja berbunyi dari tadi.


Mayra akhirnya mengambil dan melihat nama


'Tuan Suami ' yang tertera di sana.


Entah kenapa Mayra sekarang ini sedang tidak ingin mendengar suara suaminya itu. Hatinya masih merasa tidak nyaman dengan kejadian tadi siang.


Dia kemudian membiarkan saja panggilan itu tanpa menjawabnya.


Setelah lama akhirnya ponselnya kembali berbunyi.


Dengan sedikit malas dia kembali melihat layar ponselnya. Ternyata kali ini Silvia yang menelponnya.


"Assalamualaikum Sil.."


"Maaayyy..lama banget angkatnya..! Aku udah gak sabar tahu iihh..!!"


Jerit Silvia dari sebrang sana. Mayra menjauhkan ponsel dari telinganya mendengar suara Silvia yang sangat berisik itu.

__ADS_1


"Tenang Sil..jawab salam dulu kek, bukannya main teriak-teriak aja, budek nanti telingaku iihh.!"


"Hee sorry sayang..habisnya aku gak sabar sih.!


yaudah deh Waalaikumsalam..!"


"Nah gitu dong..kan enak di dengar nya. Ada apa sih, kayanya ada yang penting banget.?"


"Yaiyalah penting.! Soalnya sekarang aku secara resmi sudah di tunjuk oleh pak Agam untuk jadi asisten kamu May..!"


Teriak Silvia excited banget.


"Ohh itu..kirain apaan."


"Kok gitu sih responnya, gak suka ya kalau aku yang jadi asisten kamu.? tega banget ya kamu May.!"


"Bukan itu Sil..aku hanya masih kurang yakin akan mengambil pekerjaan ini. Aku tidak yakin aku bisa Sil."


"Kamu bisa May..aku yakin seratus persen. Kamu juga punya talenta lain yang tak kalah dahsyat dari ini. Sayang aja kamu gak pernah mau memperlihatkan nya pada dunia..!"


"Lebay ahh kamu Sil..yasudah besok aku tunggu kamu di apartemen ku ya.."


"Jadi kamu tinggal di apartemen sekarang.? kok aku baru tahu ya.?"


"Ini apartemen yang disiapkan suami ku .!"


Ucap Mayra pelan. Bayangan wajah Dirga tiba-tiba melintas di pikirannya, membuat dia mendadak resah seketika.


"Wooww..keren dong..! bisa lah ya kamu nanti kenalin aku sama suami kamu itu.!"


"Iya..bisa saja, asal kamu bisa menjaga rahasia. Suatu saat kamu juga pasti tahu kok..!"


"Kamu kayak gak kenal aku aja. Okedeh nanti kamu kirim alamat apartemen kamu lewat pesan aja ya.


Besok kita langsung ke lokasi pemotretan. Aku sudah mendapatkan semua detailnya dari pak Agam.!"


"Baiklah nona asisten..aku nurut aja sama kamu.!"


"Hahaa..bagus itu.! Kita mulai kerja besok. Semoga ini akan membawa kebaikan untuk kamu ke depan.!"


"Aamiin.. kalau gitu aku tutup telponnya ya nona asisten..!"


"Hahaa..oke oke.. Assalamualaikum..!"


"Waalaikumsalam.."


Mayra meletakan kembali ponselnya diatas nakas.


Dia memejamkan matanya, mencoba merenungi semua yang sudah di putuskannya.


Dia berharap ini adalah keputusan yang benar.


Tapi..tunggu dulu ! Bukankah dia belum membicarakan hal ini kepada Dirga.?


Tapi apa itu perlu di lakukannya.? Apa hal ini akan cukup penting diketahui oleh suaminya itu.?


Bukankah keberadaan dirinya memang tidak ada artinya di mata laki-laki itu.?


Kepala Mayra mumet sendiri.


Ahh sudahlah Mayra akan melihat saja bagaimana hasilnya nanti..


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


TBC....

__ADS_1


__ADS_2