
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Mayra tak pernah melepaskan fokusnya dari tuts
piano, dia begitu terbawa ke dalam lagu yang di
mainkannya. Matanya sesekali terpejam meresapi
kesyahduan lagu yang di bawakan nya. Hingga dia
tidak menyadari bagaimana saat ini orang-orang terlihat begitu terpesona pada dirinya.
Apalagi sosok laki-laki yang selama seminggu
ini sangat menyiksa bathin nya, dia tampak tak
pernah bergerak dan melepaskan pandangannya
dari atas panggung. Kalau bisa ingin sekali Dirga berlari ke atas panggung kemudian membawa
lari Mayra untuk dia sembunyikan dan hanya
di nikmati nya sendiri.
Perasaan Dirga saat ini seakan sudah tak
terkendali lagi, dia ingin segera membawa
Mayra dari tempat ini agar mata orang-orang
tidak lagi dapat menikmati kecantikan dan keindahannya.
Mayra menutup penampilan luar biasanya di
sambut tepuk tangan meriah dan tatapan
kekaguman serta ketertarikan luar biasa dari
setiap mata laki-laki yang ada di tempat itu.
Mayra berdiri dan berjalan anggun ke depan panggung,kemudian membungkuk sopan tak
lupa melempar senyum manis pada semua hadirin.
Sontak saja segala pesona keindahan yang ada
dalam dirinya kini terlihat seluruhnya. Tubuh yang indah berbalut dengan gaun yang sangat cantik
dipadu dengan rupa yang sangat sempurna di hiasi senyum lembut yang dapat melelehkan hati siapa
saja, membuat semua hati laki-laki bergetar seketika.
Orang-orang melempar bunga mawar dan bunga
tulip kehadapan Mayra, dia menerima hujan bunga
dari semua hadirin. Crish terlihat naik ke atas panggung kemudian menyerahkan sebuket bunga indah pada Mayra yang menerima nya kemudian mengangguk dan tersenyum kearah Crish.
"Kamu luar biasa May..! Sayang sekali sudah
menjadi milik orang lain..!"
Ucap Crish, Mayra hanya tersipu malu.
"Mari ikut denganku..!"
Ucap Crish kemudian sambil membimbing Mayra
turun dari panggung.
Dirga yang masih duduk diam di kursinya terlihat
menatap tajam interaksi antara Crish dan Mayra.
Hatinya kembali terbakar hawa panas yang
langsung menjalar ke seluruh tubuhnya.
Istrinya ini selalu saja membuat dia harus
terbakar api cemburu di manapun berada.
Sementara Evelyin yang duduk di sebelah Dirga
terlihat menatap benci kearah Mayra. Sejak Mayra berada di atas panggung dia sudah sangat terbakar emosi. Saingan nya ini sudah benar-benar memadamkan sinar bintang nya kini. Evelyin
hanya bisa mengepalkan tangannya dan menggertakan giginya menahan serbuan
amarah di dalam dadanya.
Mayra berjalan berdampingan dengan Crish
menuju meja yang berbeda dengan Dirga. Saat melewati meja Dirga, Mayra berhenti seketika, matanya bersirobos tatap dengan Dirga yang
juga tengah menatapnya tajam. Tubuhnya
tiba-tiba lemas, matanya langsung berkaca-kaca.
Rasa rindu dalam hatinya kini seakan meronta
ingin segera di lepaskan pada sosok yang ada di hadapannya ini.
Tapi kemudian dia kembali melangkah bersama dengan Crish hingga sampai di meja khusus yang sudah tersedia untuknya. Dia duduk bersama
dengan Agam, Crish juga Alehandro.
Semua orang kembali pada kesibukannya masing-masing dan terus berbisik membicarakan
tentang penampilan Mayra barusan.Dirga menatap tajam kearah meja Mayra. Wajahnya terlihat semakin dingin cenderung emosi karena kesal melihat Mayra duduk dengan orang lain.
Acara santap malam pun di mulai. Semua orang terlihat menikmati hidangan yang di sajikan.Namun tidak dengan Dirga, dia semakin merasakan hatinya panas dan kesal bukan main.
"Honey..ayo makanlah..!"
Evelyin berucap sambil menyodorkan makanan
ke dekat mulut Dirga.
Dirga menatap tajam Evelyin dan menepis sendok
dari depan mulutnya membuat Evelyin terkejut.
"Jangan menggangu ku ! urus dirimu sendiri..!"
Ucap Dirga ketus sambil meneguk minuman yang
ada di hadapannya. Para pengusaha yang duduk dengan mereka hanya melihatnya dalam diam.
Dirga berdiri dari duduknya kemudian melangkah kearah meja dimana Mayra berada. Mayra yang menyadari kedatangan Dirga langsung berdiri.
"Mas.."
Lirih Mayra dengan mata yang semakin
berkaca-kaca. Kini mereka telah berhadapan,
keduanya berpandangan lekat saling mengunci
satu sama lain, seakan tidak perduli kini mereka
ada di mana. Ada kerinduan yang begitu dalam
yang terlihat dari sorot mata mereka. Semua orang terdiam melihat kearah keduanya, tak ada yang
__ADS_1
berani menganggu.
Tidak tahan lagi, dalam satu gerakan cepat Dirga
tiba-tiba mengangkat tubuh Mayra kedalam pangkuannya membuat Mayra memekik kaget,
dia langsung mengalungkan tangannya di leher
Dirga. Keduanya masih tidak melepaskan pandangan mereka, semakin terpaut dalam.
"Tuan Crish terimakasih undangannya..silahkan
kalian lanjutkan pestanya, aku kesini hanya ingin mengambil milikku..!"
Ucap Dirga sambil kemudian tanpa basa basi lagi melangkah pergi meninggalkan ruangan pesta. Orang-orang terlihat bengong melihat semua
yang di lakukan oleh sang raja bisnis itu.
Sangat posesif..!! desis mereka.
Sementara Evelyin terlihat hanya bisa menunduk dengan wajah yang memerah menahan rasa malu.
"Mayra..kau sudah sangat mempermalukan aku..!!"
Geram Evelyin sambil mencengkram taplak meja
dan meremasnya kuat.
..... .....
Dirga masuk kedalam lift khusus yang akan membawanya ke lantai atas, dimana kamar
pribadinya berada. Mayra masih tetap menatap
lembut wajah Dirga berusaha untuk menenangkan
diri karena saat ini hatinya begitu bergejolak.
"Mas..turunkan aku.."
Ucap Mayra lembut, Dirga bergeming dia masih tenang mendekap Mayra dalam pangkuannya
dengan pandangan lurus ke depan, datar saja.
"Mas..."
"Aku tidak akan menurunkan mu di sini..!"
"Bukan itu Mas.."
"Hemm..??"
Dirga menatap Mayra yang tersenyum lembut.
"Aku sangat merindukanmu Mas.."
Ucap Mayra pelan sedikit malu, dia langsung menyembunyikan wajahnya kedalam rengkuhan
dada bidang Dirga yang tertegun sesaat, namun akhirnya dia tergelak sendiri dengan tingkah malu-malu Mayra yang sangat menggemaskan di mata Dirga membuat dirinya tidak tahan lagi ingin segera menerkamnya.
Akhirnya mereka sampai di lantai teratas. Dirga langsung masuk ke dalam kamar hotel pribadinya.
Perlahan membaringkan tubuh Mayra di atas tempat tidur, kemudian dia langsung naik menindih tubuh Mayra dan mengunci tangannya di atas kepala. Keduanya kembali berpandangan lekat.
Rasa rindu di dada mereka membuat keduanya
tidak mampu mengeluarkan banyak kata.
Tangan Dirga bergerak mengelus lembut wajah
Mayra yang hanya bisa terpejam menerima
sentuhan Dirga. Sumpah demi apapun dia sudah sangat merindukan sentuhan suaminya ini.
"Kau sudah sangat menyiksaku seminggu ini..!
Ucap Dirga dengan suara yang sudah berat.
Mayra membuka matanya menatap lembut
dan mendamba kearah Dirga.
"Bagaimana hatimu sekarang Mas..?"
Tanya Mayra pelan karena masih ada yang harus mereka luruskan sekarang. Dirga terdiam, dia
membuka jas yang di pakainya, kemudian menarik dasi dan melempar nya ke sembarang arah.
"Mas..apa kau masih tidak percaya padaku..?"
Tanya Mayra. Dirga membuka kemejanya
membuat Mayra bangkit kemudian beringsut
mundur hingga membentur kepala ranjang.
"Katakan sesuatu yang bisa membuat hatiku lebih
baik sekarang..!"
Desak Dirga sambil maju memerangkap tubuh
Mayra yang menatapnya tegang.
"Apa.. yang harus aku katakan..?!"
"Kau tahu apa yang bisa membuatku lebih baik..!"
"Tapi aku tidak tahu..!"
"Katakan bahwa hanya aku laki-laki yang ada
dalam hatimu..! Tidak ada yang lain..!!"
Desis Dirga sambil kemudian mengangkat wajah Mayra dan menatapnya lekat. Wajah Mayra
memerah membuat Dirga tambah gemas.
Mata Mayra meredup hatinya kini sudah sangat
tidak terkendali.
"Mas..kenapa kau masih mempertanyakan hal itu.?"
"Aku ingin mendengar nya sekarang..!"
Potong Dirga sambil terus membelai wajah Mayra yang kini mulai gemetar tidak tahan menerima sentuhan lembut Dirga.
"Mas..Aku sangat mencintaimu..! Jiwa ragaku ini
hanyalah milikmu..! Tidak ada orang lain yang berhak atas diriku dan hatiku selain dirimu..!"
Ucap Mayra bergetar, Dirga terpaku mendengar
ucapan lugas Mayra yang langsung menyentuh
dasar hati dan melebur dalam jiwanya.
Tatapannya kini berubah lembut, perlahan dia mulai mencium kening Mayra lama, kemudian turun ke matanya, pipinya dan berakhir di bibirnya.
Melumatnya lembut sebentar, menjedanya,
mereka kembali bertatapan saling menyalurkan perasan masing-masing yang saat ini sudah
__ADS_1
sangat bergejolak.
Dirga melepas hijab yang di gunakan Mayra dan membiarkan rambut panjang nya terurai bebas.
Tanpa komando keduanya saling menyergap dan terpagut dalam sebuah ciuman panas membara.
Ciuman kerinduan yang sudah sangat memuncak membuat mereka begitu menggila.
Dalam waktu singkat Dirga sudah berhasil melucuti gaun yang di pakai Mayra. Dia langsung mencumbu dan menciumi seluruh tubuh indah istrinya itu.
Meninggalkan jejak di sekujur tubuhnya tanpa terlewat. Mayra hanya bisa mendesah dan
mengerang nikmat menerima sentuhan
memabukkan suaminya itu.
Dan pada akhirnya malam panjang pun terjadi.
Mereka bercinta dan bergumul panas sepanjang malam. Seolah ingin membayar lunas segala
kerinduan dan kehilangan selama seminggu ini.
..... .....
Pagi sudah menyambut dunia. Matahari tampak bersinar cerah hari ini.
Mayra menggeliatkan badan, membuka matanya perlahan dan mengumpulkan kesadarannya.
Dia terkejut saat menyadari matahari sudah bersinar dengan sangat sempurna.
"Ya Allah aku kesiangan lagi.."
Lirih Mayra sambil berusaha menggerakkan
badannya. Tapi kemudian meringis saat merasakan seluruh tubuhnya terasa sakit di semua bagian. Terutama di bagian **** ***** nya, itu terasa sangat sakit dan perih, ini semua pasti akibat permainan buas Dirga semalaman yang terus saja mengeksplor tubuhnya tiada henti sampai dia jatuh pingsan.
"Mau kemana sayang..ini masih pagi..!"
Tiba-tiba ucap Dirga dengan suara serak khas
bangun tidur, tapi matanya masih terlihat
terpejam. Tanganny kembali menarik tubuh
Mayra dan memeluknya erat.
"Sayang..ini sudah siang..! Aku melewatkan
sholat subuh..gimana ini.!"
"Sholat subuh..?!"
"Iya sayang.."
Dirga membuka mata. Keduanya saling pandang.
"Mau gimana lagi, semua sudah terlewat..!"
Ucapnya sambil kembali memejamkan matanya.
Mayra gemas, dia mencubit kecil pipi Dirga.
"Ini semua gara-gara kamu Mas..!"
Desah Mayra sambil mencoba melepaskan diri
dari dekapan Dirga.
"Salahmu sendiri membiarkan aku kelaparan
selama satu minggu.!"
"Bukankah masih ada istri pertama mu Mas..?"
Dirga sontak membuka matanya, menatap tajam
wajah Mayra.
"Sudah kubilang aku tidak berselera lagi dengan
orang lain..!"
Ucap Dirga sambil merapihkan rambut-rambut
halus yang jatuh di kening Mayra.
Mayra terdiam masih saling memandang lekat.
"Mas..apa kau sholat juga.?"
Tanya Mayra dengan hati-hati. Dirga terdiam, dia menatap lekat wajah Mayra.
"Aku tahu sholat..tapi tidak pernah menjalankan nya..!"
"Kenapa Mas..? apa karena terlalu sibuk.?"
"Aku sudah lupa caranya.! Hanya waktu kecil saja.!
Orang tuaku berbeda keyakinan, tapi aku
mengikuti keyakinan Mom dan keluarganya..
sama sepertimu.!"
Ucap Dirga, wajah Mayra tampak sumringah. Tangannya bergerak mengelus mesra wajah
tampan suaminya itu.
"Apa kau mau belajar sama-sama denganku..?
Pelan-pelan saja Mas..Nanti juga akan terbiasa.."
Tanya Mayra. Dirga terlihat menatap Mayra dan
terdiam beberapa saat.
"Baiklah..Kau ajari aku perlahan.!"
Sahut Dirga sambil tersenyum. Mayra tersenyum
bahagia, sangat bahagia. Dia mencium mesra bibir Dirga kemudian memeluknya erat.
"Baiklah Mas..Kita akan sama-sama belajar..dan
perlahan memperbaiki diri serta kehidupan kita.!"
Ucap Mayra girang. Dirga hanya tersenyum tipis.
Dia memejamkan mata, mencium puncak kepala Mayra dan menghirup aroma wangi rambutnya.
Sekarang ini dia sudah menetapkan hati, akan
menata kehidupan masa depannya bersama
Mayra. Ya hanya dengan istri keduanya ini.
"Baiklah..sekarang waktunya kita mandi bersama.!"
"Mass...Aku lelah..!"
Dirga tak mendengar teriakan Mayra, dia berjalan santai mengangkat tubuh Mayra di bawa masuk
ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
TBC.....