Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)

Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)
Sylia Gagal


__ADS_3

"Thanks ya, dan sorry kalau gue ngerepotin lu hari ini." Ucap Chessy pamit pada Erkan sebelum masuk ke dalam kamarnya. Erkan hanya tersenyum manis mengiyakan Chessy, setelah itu berpamitan pada orang tua Chessy dan pulang dengan taxy. "Sial banget gue hari ini bisa ketemu dengan dua manusia laknat tadi. Sekarang, apa yang harus gue lakukan ya?" Chessy menjatuhkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamarnya untuk berfikir dan mencari ide. "Ah ya gue tahu, benar si Sylia pasti bakal kesini dan kasih air yang nggak beres itu, jadi gue harus bisa buat Mamah dan Papah pergi dari rumah terlebih dahulu."


Chessy sangat cepat mendapatkan sebuah ide cemerlang. Chessy akhirnya mengeluarkan handphone dan mengetik sebuah pesan pada Rakha untuk pura-pura sakit supaya Mamah dan Papahnya segera pergi dari rumah agar Sylia tidak bisa berbuat seperti apa yang dia pikirkan.


Mamah dan Papah cukup panik mendengar kabar Rakha yang di Surabaya sakit dan langsung pergi untuk memastikan keadaan anaknya malam itu juga. Chessy terlihat bangga pada dirinya sendiri karena rencananya berhasil. Akhirnya Chessy dirumah hanya bersama dua art untuk menemaninya.


Pagi-pagi sekali, Sylia sudah sibuk mengetuk pintu rumah Chessy, tetapi dengan sengaja Chessy yang masih menyelesaikan masaknya tidak langsung membuka pintu dan melarang art untuk membukanya juga. Chessy sedang mengaduk nasi goreng seafood yang hampir matang. Setelah matang, Chessy baru membuka pintu rumahnya.


"Lama banget sih Ches, lu lagi apa? Eh kok wanginya menggugah selera gini, lu masak apa Ches?" Layaknya orang tanpa dosa, Sylia langsung masuk ke dalam rumah dan duduk di meja makan dengan wajah polos dan senyuman termanisnya. Namun, Chessy tak menggubris dan mengambil nasi goreng yang dia masak tadi kemudian diletakkan di piring. Chessy berjalan ke meja makan dan menikmati nasi goreng seafood buatannya sendiri. "Ches, kok cuma satu piring? Buat gue mana?" Sylia terlihat cemberut.


"Masak aja sendiri, bahannya masih ada." Jawab Chessy tanpa menatap wajah Sylia.


"Lu jahat banget sih Ches, gue juga laper makanya pagi-pagi kesini." Sahut Sylia kecewa.


"Gue kira lu nggak bakal dateng kesini karena kejadian kemarin." Chessy masih terus menikmati nasi gorengnya dengan lahab.


"Ya nggak mungkin dong, kita sahabat loh. Kok sepi Ches? Kemana Om dan Tante? Gue bawa kue nih, kemaren Della dapet dari temennya, tapi nggak ada yang mau orang rumah, jadi gue bawa kesini." Sylia memberikan box kotak kecil di depan Chessy.


"Nggak perlu repot-repot. Mereka juga di Surabaya. Mungkin lama juga disana." Jawab Chessy.

__ADS_1


"Hah? Dan lu di rumah sendiri? Kok nggak ikut Ches?" Tanya Sylia lagi.


"Enggak, ada art, Pak Tarjo dan satpam di depan. Lu nggak bodohkan? Lu tau hari ini try out?" Jawab Chessy.


"Oiya. Emang …." Belum Sylia menyelesaikan pertanyaan, Chessy beranjak dari tempat duduknya karena sangat malas meladeni wanita ular itu.


"Gue mandi dulu." Chessy segera pergi dari meja makan. Sylia terlihat sangat kesal dengan sikap Chessy. Namun, melihat sisa nasi goreng Chessy di atas meja masih banyak, Sylia segera melahapnya.


"Gila sih Chessy bisa buat nasi goreng seenaknya ini. Sejak kapan dia pandai masak?" Sylia bergunam sambil menikmati rasa nasi goreng seafood buatan Chessy. Dia tahu kalau Chessy yang buat karena kedua art-nya tadi berangkat ke pasar. "Gue harus pastiin kue ini di makan oleh Chessy. Walau bagaimanapun gue harus dapetin duit banyak dari keluarga ini. Siall aja gue nggak ketemu Om dan Tante." Batin Sylia menggerutu.


Saat sedang menikmati makanannya, Sylia mendengar ketukan suara pintu dan suara salam yang terdengar begitu lembut. Sylia bergegas membuka pintu rumah. Di balik pintu, sosok Erkan dengan wajah tampan dan senyuman manisnya siap untuk menyapa Chessy. Sayangnya, saat pintu dibuka, bukan sosok yang dia inginkan yang membuka pintunya. Wajah Erkan pun kembali dingin dan terkesan lebih arogan.


"Mana Chessy?" Tanya Erkan dengan suara dan wajah yang datar.


"Chessy masih mandi. Ayo masuk dulu Kak." Sylia bersikap begitu sopan dan meminta Erkan untuk duduk terlebih dahulu. Sylia punya banyak ide dipikirannya. Wajahnya yang tadi kesal dengan Chessy, kini berubah jadi bahagia dan mengambil kue yang dia bawa agar Erkan memakan kue itu. "Hai Kak, ini sarapan kue dulu. Mau dibuatin minum teh atau mungkin kopi Kak sebagai pelengkap makan kue ini?" Sylia bicara dengan senyum-senyum untuk menarik perhatian Erkan.


"Apa Chessy makan kue ini juga?" Tanya Erkan masih dengan nada yang sama.


"Belum Kak, tadi dia makan nasi goreng dan langsung mandi." Jawab Sylia tanpa menaruh curiga.

__ADS_1


"Baguslah." Kata Erkan membuat Sylia terkejut.


"Apanya yang bagus Kak?" Tanya Sylia lagi. "Kue ini enak banget loh Kak." Lanjutnya.


"Thanks. Gue udah sarapan." Erkan tak Menoleh sedikit pun pada Sylia dan membuat Sylia kini kembali kesal. Sylia pun duduk di sisi Erkan dan berusaha untuk sedekat mungkin dengannya. "Jangan dekat-dekat kalau lu nggak mau kepanasan." Tiba-tiba Erkan bersuara ketus. Belum Sylia menanyakan maksud dari perkataan Erkan, Chessy turun dari tangga dan menegur Sylia.


"Lu ngapain Syl deketin calon suami gue?" Tanya Chessy tidak kalah kesal dengan sikap Sylia. Sedangkan Sylia kalah cepat angkat bicara dari Erkan.


"Pagi Chessy calon istriku. Aku mau anter kamu sekolah, bolehkan?" Erkan yang tadi ketus dan berwajah datar, kini berubah manis dengan senyuman khasnya.


"Iya. Kita berangkat sekarang aja ya karena ada try out jadi berangkat lebih pagi biar bisa belajar." Jawab Chessy mengabaikan Sylia yang pasti kebingungan. Chessy berjalan sejajar dengan Erkan.


"Ches, lu nggak mungkin kan ninggalin gue?" Tanya Sylia yang meraih tangan Chessy.


"Lepas. Gue tidak suka lihat lu pegang tangan calon istri gue. Kalau bisa, mulai saat ini, jangan pernah mendekatinya lagi." Ancaman Erkan cukup menakuti Sylia dan dengan segera melepaskan tangannya dari tangan Chessy.


"Sorry Syl, lu bisa berangkat sendiri kan? Karena gue nggak mau di ganggu saat berduaan dengan calon suami gue. Lagian lu kan berangkat lebih deket dan lebih gampang cari kendaraan yang arah ke sekolah, ngapain sih pake kesini dulu? Udah ya gue berangkat dulu. Bye …." Chessy tersenyum masam dan meninggalkan Sylia yang pasti otaknya akan mendidih.


"Brengseek lu Ches, lu bener-bener brengsseek. Gue bakal balas semua penghinaan ini Ches. Gue nggak akan tinggal diam. Gue bakal balas Ches, bakal balas." Teriak Sylia dalam hatinya.

__ADS_1


...####################...


__ADS_2