Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)

Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)
Bab 84


__ADS_3

Erkan dan Chessy saling menatap dalam beberapa detik dan kemudian Chessy terfokus pada Sylia. Chessy bukan ingin merahasiakan identitas Chessy yang sesungguhnya dari Sylia, tetapi setelah apa yang Sylia katakan tiba-tiba membuat Chessy ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya itu. Namun, Chessy terlihat ragu jika apa yang akan dia katakan tidak dipercayai oleh Sylia. Chessy menoleh pada Erkan dan menatapnya. Erkan terlihat mengangguk.


"Sayang, mungkin kalian butuh ngobrol berdua. Mas mau kembali ke kamar dulu ya." Erkan pun pergi meninggalkan Chessy dan Sylia.


"Kita ngobrol di taman belakang aja yuk Syl," ajak Chessy seraya menggandeng tangan Sylia. Keduanya pun berjalan beriringan walaupun Sylia masih dibuat bingung dengan sikap Chessy.


Sylia yang Chessy kenal saat ini, memang sangat jauh berbeda dari Sylia yang dia kenal sebelumnya. Sekarang, Chessy akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Urusan bagaimana Sylia menganggapi apa yang akan dia ceritakan, itu urusan belakangan.


Chessy meminta Sylia untuk duduk bersebelahan dengannya. Sambil menikmati udara dipagi hari, Chessy menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan secara perlahan.


"Syl, kamu percaya atau nggak sama yang bakal aku ceritakan, itu urusan kamu."


"Sebenarnya ada apa sih, Ches. Kok wajah kamu serius banget."


"Syl, jadi sebenarnya aku itu … em … aku sebenarnya kembali ke kehidupanku tujuh tahun sebelumnya."


"Maksudnya gimana? Aku nggak ngerti Ches."


"Tuhan kasih aku kesempatan kedua Ches. Sebenarnya aku udah menjalani kehidupanku selama tujuh tahun ke depan."


"Kayak reinkarnasi maksudnya?"


"Mungkin bisa dikatakan seperti itu. Aku udah menikah dengan Devan dan punya anak bernama Rara."


"Hah? Kok bisa begitu? Lalu mereka gimana?"


"Anakku Rara saat itu meninggal karena penyakit leukimia. Pulang dari pemakaman Rara, aku tertabrak mobil. Saat aku bangun aku ada dikamarku Syl, kamar saat aku duduk dibangku sekolah. Aku sendiri awalnya menganggap itu hanya mimpi, tetapi semuanya menunjukkan hal nyata."


"Jadi anakmu di masa depan itu meninggal karena leukemia dan kamu mati tertabrak mobil dan saat kamu sadar kamu ada di kamarmu tujuh tahun lalu?"

__ADS_1


"Iya."


"Lalu bagaimana dengan Kak Devan? Bukannya kalian udah jadi suami istri? Anaknya meninggal bukannya kalian harusnya saling menguatkan?"


"Kak Devan … hm … dia sedang bulan madu dengan istri keduanya."


"Maksudnya Kak Devan poligami? Dan saat Rara meninggal dia malah bulan madu sama istri keduanya? Brengsekk banget pelakor yang merebut Kak Devan Ches, siapa dia? Aku kenal nggak?"


"Kamu yakin mau tahu siapa wanita yang bulan madu dengan Kak Devan saat anak kami sedang sekarat di rumah sakit?"


"Iya, aku mau tahu."


"Wanita itu kamu Syl. Sylia Agustina yang masuk dalam kehidupan rumah tanggaku selama tujuh tahun itu. Sylia Agustina yang ternyata telah hamil anak dari suamiku Devan dan mengajak Devan bulan madu dengan dalih dia telah mendapatkan perlakuan buruk dari mantan suami dan pamannya. Begitulah Devan memaksa untuk tetep pergi bulan madu yang tadinya ke Paris jadi ke Bali. Bahkan rumah yang aku tinggali saat itu telah beralih nama menjadi namamu."


"Mak-maksudnya … maksud kamu … ak-aku … aku … yang merusak kehidupanmu itu Ches?"


"Hm."


"Iya. Wanita itu kamu Syl."


"Lalu apa Tuan Er tahu masalah ini?"


"Iya, sebelum kami menikah, aku menceritakan apa yang aku ceritakan ini."


"Ja-jadi … itu kenapa dia begitu dingin dan tatapannya begitu membenciku?"


"Nggak. Dia emang begitu sama wanita lawan jenis. Awalnya dia memang nggak mau maafin kamu apalagi terima kamu dan mengajak kamu ke Turki."


"Ta-tapi … tapi bagaimana mungkin kamu bisa memaafkan perbuatanku itu Ches? Bagaimana bisa kamu maafin aku yang udah mengorek luka begitu dalam itu."

__ADS_1


Sylia benar-benar terkejut bahkan langsung menangis mendengar penuturan Chessy. Sylia sangat syok jika dirinya seburuk itu pada Chessy.


"Aku juga nggak tahu Syl. Awalnya aku merasa aku begitu bodoh karena mau menerimamu sebagai sahabatku kembali setelah apa yang aku alami sebelumnya. Mungkin juga karena aku menyayangimu. Tapi Syl, kamu tahu … aku diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki takdirku, tapi kenapa aku juga nggak kasih kamu kesempatan kedua sama seperti yang aku dapatkan. Toh, sekarang kamu menjadi pribadi yang lebih baik dari yang aku kenal sebelumnya. Semua itu udah cukup menjadi obat dari luka yang aku dapat."


Chessy tersenyum dan menangkup kedua pipi Sylia lalu menghapus air matanya yang ada di pelupuk mata. Cadar Sylia bahkan basah karena air mata Sylia. Keduanya saling menatap jauh ke dalam retina mata.


"Dengarkan aku baik-baik. Jangan merasa bersalah ataupun menyesali kalau kamu percaya dengan apa yang aku katakan. Kita sekarang mendapatkan kehidupan yang sangat baik. Bahkan jauh lebih baik dari yang aku jalani sebelumnya."


"Ches … aku percaya ucapanmu. Aku juga pernah baca novel isekai dan novel-novel reinkarnasi sama time travel. Aku … aku percaya sama kamu. Tapi … tapi aku udah ngancurin kehidupanmu Ches. Aku udah bunuh Rara'kan? Aku penyebab dari penderitaanmu sebelumnya. Aku wanita brengseek Ches."


"Hei … aku udah bilang, jangan merasa bersalah ataupun menyesal. Aku baik-baik saja sekarang. Aku juga punya suami yang sangat baik, begitu juga dengan kamu. Kita benar-benar ada dalam kehidupan yang begitu sempurna sekarang." Chessy langsung memeluk Sylia dan menepuk punggung perlahan.


"Chessy … hiks … aku … aku minta maaf …. Aku … aku minta maaf …. Aku udah jahat banget sama kamu hiks … aku jahat banget Ches, aku … aku nggak pantes hidup bahagia." Sylia semakin terisak-isak. Sylia tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit Chessy saat kehilangan suami bahkan anaknya.


"Jangan bilang begitu, kamu Sylia yang berbeda sekarang. Kamu Sylia Agustina yang telah menjadi wanita Sholehah. Kamu wanita yang berani berhijrah. Kamu wanita hebat Syl."


"Nggak … aku … aku wanita jahat." Chessy melepaskan pelukannya dan kembali menangkup kedua pipi Sylia seraya tersenyum manis.


"Kamu wanita sholehah. Kamu wanita baik. Itu hanya kehidupanku yang sudah aku lupakan. Apalagi kamu yang sekarang ini membuatku begitu beruntung karena punya sahabat sepertimu."


"Tapi kamu nggak mungkin melupakan anakmu Rara, Ches."


"Kamu benar, aku bahkan pernah sangat ingin memeluk batu nisannya, hanya batu nisan saja, tapi aku nggak tahu dimana tempatnya karena nggak mungkin batu nisan Rara ada di kehidupanku sekarang ini. Tapi sekarang aku juga udah hamil lagi. Walaupun kemungkinan kecil Rara akan hadir, tapi aku tetep bahagia Syl. Aku akan menyimpan namanya dalam ingatanku. Aku hanya akan mengingat hal yang baik, bukan lagi hal yang buruk. Kehidupanku sudah diganti menjadi lebih sempurna Syl. Kamu nggak boleh nangis lagi, hm?" Sylia hanya mengangguk walaupun sebenarnya dia masih ingin menangis.


Chessy dan Sylia kembali berpelukan. Chessy merasa lega karena telah mengeluarkan uneg-unegnya pada Sylia.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


...ENDING AJA DEH 😭 ...

__ADS_1


...GAK ADA YANG LIKE APALAGI YANG KOMEN 😭 ...


...ARTINYA NGGAK ADA YANG BACA 😭...


__ADS_2