Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)

Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)
Kembali Pulang


__ADS_3

Chessy masih belum percaya akan kejadian yang mencekam pada acara resepsi pernikahan itu dan membuatnya hampir mati dalam ketakutan. Chessy benar-benar melakukan tindakan yang berani saat itu sampai Erkan tidak berhenti memujinya di sepanjang perjalanan.


Walaupun Chessy bukan wanita yang mudah tersanjung dengan pujian, tetapi Chessy begitu menyukai sikap Erkan yang terus memujinya hingga mobil pun terparkir di depan rumah mereka. Erkan tidak membiarkan Chessy berjalan sendiri menuju kamarnya. Erkan dengan cekatan segera membopong tubuh Chessy dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Kamar Chessy kini telah dipenuhi dengan bunga mawar merah dan cahaya yang redup dari beberapa lilin membuat Chessy seolah menjadi pengantin baru lagi. Chessy tiba-tiba merasa hal aneh merasakan suasana di kamarnya.


Setelah Erkan menurunkan Chessy, dia mengecup kening Chessy dengan lembutnya kemudian mandi terlebih dahulu dan Chessy menikmati lamunannya. Untung saja Chessy tidak bertemu kedua Kakaknya karena saat Chessy pulang, mereka beserta Papanya malah menyusul ke gedung untuk menjemput Mamanya. Andai saja kedua Kakaknya ada dirumah, entah ada berapa banyak pertanyaan yang akan dia jawab.


"Sayang, aku akan buat kamu tidak bisa berjalan besok." Ucap Erkan yang baru saja keluar dari kamar mandi. Chessy cukup terkejut karena dia sedang melamun sedari Erkan masuk kamar mandi tadi.


"Jangan berlagak sok kuat kamu Mas. Biasanya juga baru main udah keluar." Ledek Chessy dengan nada sinis dan berusaha bersikap biasa saja.


"Hei, jangan meremehkan suami ini, Sayang. Mas nggak selemah itu." Erkan membela diri.


"Ya terserah kamu Mas. Aku mau mandi dulu." Chessy pun beranjak dari tepi ranjang dan hendak berlalu ke kamar mandi padahal masih mengenakan gaun pengantin.


"Masa', mandi dulu. Mandi sekarang lah," jawab Erkan dengan nada mengejek.


"Ish … garing banget," Chessy sebenarnya gugup, padahal itu bukan pertama kalinya mereka akan tidur bersama. Entah kenapa malam itu Chessy jadi gugup hingga lupa masuk kamar mandi masih dengan pekaian pengantin.

__ADS_1


"Sayang, mau aku bantuin buka baju dan gosok punggungnya?" Erkan meraih perut Chessy dengan tujuan menahannya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Terima kasih, Tuan Erkan … tidak perlu repot-repot begitu. Saya Chessy Manohara bisa melakukannya sendiri karena tangan saya masih kuat, apalagi kakinya masih sangat kuat untuk menendang loh …." Jawab Chessy dengan lirikan sinis. Erkan malah tersenyum.


"Okelah kalau itu maunya istriku." Erkan melepaskan tangannya di bagian perut yang tadi menahan tubuh Chessy. Erkan pun berjalan masuk ke walk in closet.


"Dasar narsis," gundam Chessy yang kemudian segera masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu dengan kasarnya.


Benar saja tebakan Erkan, tak berapa lama dari masuknya Chessy ke kamar mandi, sebuah teriakan Erkan dengar dari balik pintu kamar mandi itu. "Mas …." Erkan tersenyum menang dan segera menghampiri Chessy.


"Tuh kan butuh bantuan. Makanya jangan jual mahal Sayangku."


"Em … kamu lupa Sayang kalau gaun itu yang milih kamu sendiri."


"Ack …. sudahlah cepat bantu aku buka resleting gaun ini."


"Iya Sayang … dengan senang hati malah. Sekalian gosokin punggung juga boleh loh."


"Nggak usah buat aku marah."

__ADS_1


"Marah juga tetep cantik kok. Erkan tetep mencintai Chessy yang sukanya marah-marah,"


"His, cepatan. Risih nih,"


Erkan pun melangkah mendekati Chessy dan kemudian membantunya melepaskan resleting gaun pengantin Chessy.


"Tuh … tangannya ngapain itu?" Chessy mulai merasakan gelagat tidak mengenakan.


"Kenapa sih, orang nggak pa-pa kok." Erkan yang telah melepaskan gaun pengantin Chessy langsung memeluknya dari belakang dan menerkam dua buah kesayangannya.


"Mas …."


"Iya Sayang …."


"Jangan gitu ih,"


Walaupun kata-kata Chessy itu menolak Erkan, nyatanya di dalam kamar mandi itu telah terjadi sebuah pergulatan panjang di bawah guyuran shower. Keduanya sama menikmati permainan masing-masing.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...

__ADS_1


__ADS_2