Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)

Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)
Kedatangan Wanita Lain


__ADS_3

Pemandangan pagi yang begitu indah bagi Chessy karena melihat betapa bahagia kedua orang tuanya itu. Chessy begitu merindukan senyum dan tawa Papah dan Mamahnya selama tujuh tahun terakhir. Erkan juga cepat beradaptasi dengan orang tua Chessy, bahkan kata demi kata selalu nyambung jika mengobrol dengan mereka. Chessy merasa bangga pada suaminya itu dan cinta Chessy makin bertambah pada Erkan. Ada rasa yang tidak bisa Chessy ungkapkan juga hingga matanya berkaca-kaca merasakan hangatnya keluarga yang sudah Chessy tinggalkan selama menikah dengan Devan.


Meja sarapan yang tadinya dipenuhi dengan menu masakan yang khusus Chessy buat sendiri mulai tidak menyisakan satu pun makanan yang dimasaknya tadi. Chessy pun bangkit dari tempat duduknya untuk membereskan meja dan membawa piring-piring kosong itu. "Papah jadi nggak rela kalau kamu ikut suamimu ke Turki Nak. Erkan … jangan cepet-cepet bawa anak Papah pergi ya?" ucap sang Papah dengan suapan terakhirnya.


"Iya nih Pah, Mamah juga rasanya nggak rela kalau makanan yang Chessy buat enak begini. Gimana kalau Mamah kangen sama masakan kamu Nak? Atau kalian tinggal disini aja, kamu urus aja perusahaan Papah." Sahut sang mama seraya menoleh pada Erkan.


"Jangan buat Chessy terharu Pah … Mah …. Seorang istri memang seharusnya mengikuti suaminya. Mas Erkan pekerjaannya juga disana, belum lagi Chessy juga masih mau kuliah sesuai impian Chessy, yaitu kuliah di Turki. Jadi Papah dan Mamah jangan begitu dong," jawab Chessy yang kemudian menumpuk piring-piring kotor di atas meja makan.


"Erkan, kamu harus jaga baik-baik anak gadis Papah ya?" Ancam Pak Ginanjar pada Erkan dan membuat Chessy melirik menahan tawanya karena geli dengan ucapan sang papa.


"Sekarang udah bukan gadis lagi Pah, kan Papah yang nikahin Chessy semalem, masa' Papah lupa hm …." sahut Chessy seraya meletakkan piring di tempat cucian.


"Cie … berarti udah nggak perawan dong," tiba-tiba ada suara yang begitu familiar terdengar di telinga Chessy dan Chessy langsung mencari sumber suara itu.


"Kak Rakha, Kak Rikho …." Chessy langsung berlari ke arah kedua Kakaknya itu dan memeluknya secara bergantian. "Chessy kangen banget sama Kak Rakha dan Kak Rikho." Chessy mengeratkan pelukannya pada kedua kakaknya.


"Udah jangan peluk lama-lama, nanti ada yang cemburu loh," ledek Rakha yang melirik Erkan.


"Ih, Kak Rakha baru juga nyampe udah ngejek Chessy, huh!" Chessy merasa malu karena ledekan Rakha, tetapi matanya tiba-tiba terlihat sinis menatap seorang wanita di belakang Rakha. Mulutnya tertahan saat Erkan hendak menyapa Rakha dan Rikho.


"Assalamu'alaikum, Kak Rakha, Assalamu'alaikum Kak Rikho," sapa Erkan yang menjabat tangan kedua Kakak iparnya secara bergantian.


"Wa'alaikumsalam. Gila … sumpah kita nggak percaya kalau Pak ustadz ini bakal jadi adik ipar kita, haha …." Jawab Rikho yang kemudian memukul bahu Erkan.


"Wa'alaikumsalam. Iya Er, kita sempet syok denger nama lu semalem. Apalagi Mamah begitu gamblang jabarin semua tentang lu." Lanjut Rakha.


"Ini namanya takdir, Kak." Jawab Erkan dengan santainya.


"Apa kalian nggak mau nyapa Mamah dan Papah?" Suara manja Bu Dewi membuat Rakha dan Rikho menghampiri kedua orang tuanya untuk saling berpelukan. "Terus itu siapa? Kok nggak dikenalin sama kita? Kita duduk dulu sambil ngobrol. Chessy …, buatin kita teh manis ya? Sama buatin Kakakmu ini roti bakar aja." Bu Dewi pun mengajak semuanya ke ruang keluarga setelah meneriaki Chessy yang masih kesal dengan Galih.


"Hah? Emang Chessy bisa Mah?" Tanya Rikho heran.


"Adikmu itu sekarang serba bisa. Kita aja abis sarapan masakan khusus buatan Adikmu bahkan kita sampe kekenyangan." Bu Dewi menyombongkan perubahan Chessy yang sekarang.

__ADS_1


"Wah, lu hebat Er bisa ngerubah Chessy si super manja itu." Puji Rakha pada Erkan dan Erkan pun tersenyum menanggapi perkataan Galih.


"Enggak Kak, dia bisa sendiri. Chessy berjuang sendiri untuk membanggakan kalian semua." Jawab Erkan dengan sopan-nya.


"Tapi ngomong-ngomong gue kikuk banget Er lu panggil gue Kakak, haha …." Tawa Rakha membuat Pak Ginanjar dan Bu Dewi juga ikut tertawa.


"Iya Er, secara kita temen seangkatan. Kita ngapa-ngapain bareng, dan sekarang malah jadi Adik Ipar. Sungguh takdir yang membengongkan." Sahut Rikho yang kembali memukul bahu Erkan.


"Iya tapi sekarang aku Adik Ipar kalian." Kata Erkan masih dengan nada yang sopan.


"Pak ustadz emang dari dulu bicaranya selalu sopan dan menenangkan hati." Lagi-lagi Rakha memuji Erkan.


"Masa' sih Kak dia sesopan itu. Beda banget dong kalau ngomong sama Chessy. Dia itu nyebelin dan jail banget kalau sama Chessy." Tiba-tiba Chessy datang dengan nada mengadu pada kedua kakaknya seraya menyuguhkan teh hangat dan sepiring roti bakar kesukaan sang kakak. Namun matanya masih terus melirik sinis wanita yang Chessy duga itu adalah pacar Rakha.


"Kakak kira adikku udah nggak ngaduan lagi, kok masih?" Ledek Rikho. "Wah roti bakar selai strawberry, Chessy benar-benar pinter masak ternyata." Lagi-lagi gaya bicara Rikho masih mengejek.


"Eh, itu siapa kok dikacangin sih Kak?" Chessy menunjuk wanita yang duduk di sisi Rakha dengan dagunya.


"Lolita Navatilova Albert Kaha …." Sahut Chessy yang begitu lancar menyebut nama pacar Rakha. Semua orang di ruangan itu tentu saja terkejut, terutama wanita yang dipanggil Loli itu.


"Kamu kenal aku?" Tanya Loli menatap Chessy dan menunjukan dirinya sendiri dengan jari telunjuknya.


"Ches …." Panggil Rakha karena pertanyaan Loli tidak Chessy jawab. Chessy melamun beberapa detik mengingat hal buruk yang menimpa Kakaknya Rakha.


"Sayang …." Panggil Erkan seraya merengkuh kedua bahu Chessy dan Chessy pun tersadar.


"Ah, em …." Chessy bingung harus menjawab apa. Chessy ingin marah pada Rakha karena tidak mendengarkan apa yang dikatakannya tempo hari untuk putus dengan pacarnya karena dia hanyalah parasit dan bahkan membuat Rakha hampir bunuh diri. Chessy nggak mau takdir Kakaknya itu terulang kembali saat ini.


"Chessy …." Rakha ingin segera mendengar jawaban dari Chessy.


"Eh itu … aku mau cuci piring dulu ya? Kalian ngobrol aja dulu," Chessy bergegas berdiri untuk segera menuju dapur, sayangnya tangan Chessy ditahan oleh Erkan.


"Chessy, kamu kenapa?" Tanya Mamah Dewi. "Apa kamu kelelahan?" Mamah Dewi menghampiri Chessy dan duduk disisinya karena Chessy menunjukkan sesuatu yang tidak beres.

__ADS_1


"Wah, bisa jadi tuh Mah Chessy kelelahan karena proses pembuatan anak semalam." Ledek Rikho tiba-tiba mencairkan suasana yang sempat tegang.


"Kak … nggak lucu …." Protes Chessy menatap Rikho dengan tatapan membunuh.


"Kak Rakha sama Kak Rikho langsung minta handle semua pekerjaan kita dan buru-buru buat pulang kemari loh. Selain syok karena Erkan katanya naikin kamu sebelum waktunya, kami juga ingin liat gimana jalannya anak gadis yang udah nggak perawan, haha …." Rikho tertawa garing, cukup membuat suasana di ruangan itu kembali terasa hangat bagi Chessy.


"Hmp … terus aja … terusin … terusin … Chessy masih perawan ya. Dia nggak akan berani macem-macem sama Chessy, huh!" Jawab Chessy dengan suara manja seraya melirik sinis Erkan. Sebenarnya Chessy tidak tersinggung, tetapi Chessy berusaha bersikap layaknya Chessy yang mereka kenal. "Chessy mau ke kamar dulu," Chessy kembali bangkit.


"Loh, nggak jadi cuci piring?" Lagi-lagi Rikho meledek Chessy.


"Ini kamu belum kenalan sama pacar Kak Rakha loh," protes Rakha.


"Kak Rikho tunggu aja pembalasan Chessy, dan Kak Rakha … please, Chessy nanti mau bicara empat mata sama Kak Rakha. Chessy tiba-tiba pusing." Chessy melangkah menaiki anak tangga untuk segera masuk ke dalam kamar.


"Erkan juga permisi ya, Pah, Mah, Kak …." Erkan yang merasakan hal aneh langsung menyusul Chessy ke kamar.


"Huu … pengantin baru … nggak asik lu …." Teriak Rikho yang kesal karena Erkan malah menyusul Chessy ke kamarnya.


Erkan melihat Chessy duduk memeluk bantal dengan raut wajah kecewa. "Ada apa Sayang? Kenapa dengan pacar Kak Rakha?" Erkan pun duduk di sisi Chessy.


"Mas, pacar Kak Rakha itu wanita yang nggak bener. Iya dia terlihat baik dan polos, tapi dia itu licik. Dulu tuh gara-gara wanita bernama Loli itu, Kak Rakha hampir bunuh diri Mas," jelas Chessy seraya memukul-mukul bantal yang dia peluk tadi.


"Astaghfirullah …." Penjelasan Chessy kembali membuat Erkan harus memutar otaknya untuk percaya apa yang istrinya katakan. Sebenarnya memang Erkan belum seratus persen percaya akan Chessy yang katanya kembali ke kehidupan sebelumnya, tetapi Chessy yang tahu nama lengkap pacar Rakha juga menjadi bukti bahwa Chessy benar-benar kembali untuk mengulang takdir hidupnya.


"Aku tuh udah bilang sama Kak Rakha buat putusin tuh cewek sebelum keluargaku tahu tentang betapa baiknya dia dihadapan Mamah dan Papah. Tapi kenyataannya, Kak Rakha nggak dengerin omongan aku Mas. Untungnya Kak Rikho sekarang lebih berhati-hati kalau nyetir mobil dan mau tinggal bersama Kak Rakha, kalau nggak … Kak Rikho sekarang dipenjara untuk sepuluh tahun kedepan." Jelas Chessy panjang lebar.


"Innalilahi … apa itu benar-benar terjadi di kehidupanmu sebelumnya, Sayang?" Erkan cukup terkejut dengan penjelasan Chessy dan takdir yang menimpa teman sekolahnya itu.


"Iya Mas. Aku harus gimana sekarang. Aku nggak mungkin cepet-cepet ikut kamu ke Turki selama Kak Rakha masih pacaran sama si Loli itu." Chessy kini melipat kedua tangannya di dada dan terlihat begitu kesal.


"Kamu tenang ya Sayang, kita akan pikirkan caranya nanti." Erkan memeluk Chessy supaya merasa lebih baik.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...

__ADS_1


__ADS_2