Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)

Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)
Tiada Dendam


__ADS_3

Kesalahan bisa menjadi bahan untuk introspeksi diri. Mungkin, hampir semua orang pernah melakukan kesalahan dalam hidup karena tidak ada manusia yang sempurna. Jadi, jangan pernah takut dan menyesal saat berbuat kesalahan. Bahkan, ada ungkapan yang menyebutkan, 'manusia tempatnya salah dan lupa'. Namun, setelah melakukan kesalahan, hal terpenting yang harus dilakukan ialah belajar dari kesalahan tersebut. Pastinya ada hikmah di balik setiap kesalahan. Hal itu berarti wajar jika manusia melakukan kesalahan, asal tidak secara sengaja.


Orang yang melakukan kesalahan biasanya karena beberapa hal. Bisa karena tidak tahu atau memang benar-benar lupa. Jangan menilai orang atas kesalahan yang ia perbuat, tetapi nilailah bagaimana cara ia bisa memperbaiki kesalahan tersebut.


Begitulah yang dipikirkan oleh wanita bernama lengkap Chessy Manohara Putri Ginanjar itu. Benar, Sylia banyak berbuat salah padanya, entah sengaja atau tidak, lupa atau tidak tahu, bukan masalah bagi Chessy sekarang, yang jelas Chessy benar-benar akan memberikan Sylia kesempatan untuk memperbaiki dirinya. Chessy ingin menjadi sahabat sejati dan orang yang bisa Sylia andalkan.


Sudah hampir enam jam lamanya ruang operasi Sylia belum juga menunjukkan lampu berwarna hijau. Semua keluarga Chessy juga menunggu di depan ruang operasi karena tidak mau melihat Chessy terbebani sendirian, ya walaupun sebenarnya Erkan tidak akan pernah membuat Chessy sendirian.


"Ches, kamu nggak perlu khawatir dengan keadaan Sylia. Kami akan merawat Sylia dengan baik. Jadi, kalau kalian akan kembali ke Turki minggu depan, pergilah tanpa beban. Kami janji akan merawat Sylia demi kamu." Rikho angkat suara.


"Benar. Kakak juga akan bantu jagain Sylia demi kamu Ches," Rakha ikut bicara. Chessy tersenyum melihat kedua kakaknya yang begitu tulus mengatakan akan merawat Sylia dengan baik. Namun, Chessy belum memutuskan. Chessy akan melihat kondisi Sylia terlebih dahulu pasca operasi.


Dokter yang menangani Sylia pun keluar dari ruang operasi dan membuat semua orang berdiri menghampiri sang Dokter. "Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar. Sel kanker telah berhasil kami angkat. Tapi mungkin akan ada banyak efek samping pasca operasi ini. Kita akan lihat perkembangan kondisi pasien 3-7 hari kedepannya. Saya permisi." Dokter itu pun pergi setelah memberikan penjelasan yang melegakan semua orang.


_______________


Lima hari berlalu begitu saja. Keluarga Chessy silih berganti menjaga Sylia di rumah sakit karena dikhawatirkan sang paman akan datang kembali untuk melakukan hal yang lebih buruk karena tulang punggung mereka tidak ada. Selama itu juga kondisi Sylia makin membaik. Efek samping yang dimaksud dokter masih dalam hal normal dan wajar walaupun Sylia harus sering mengkonsumsi obat penahan rasa sakit karena kepalanya masih sering menimbulkan sakit yang luar biasa.


Setiap giliran Chessy yang menemani Sylia, keduanya selalu belajar dan memperdalam ilmu agama. Baik itu dari internet maupun dari Erkan. Jika giliran Rikho dan Rakha, Sylia lebih sering diam karena keduanya kadang lebih sibuk main game dari pada banyak bicara karena bagi Rikho dan Rakha, Sylia harus banyak istirahat. Sedangkan jika giliran Pak Ginanjar dan Bu Dewi, Sylia merasakan kehadiran orang tua kandungnya karena perlakuan Pak Ginanjar dan Bu Dewi pada Sylia layaknya anaknya sendiri.


"Ches, lima hari ini aku merasakan sebuah ketenangan. Bahkan rasanya aku belum pernah mendapatkannya hal ini sebelumnya. Kamu benar Ches, ada berkah disetiap musibah. Terima kasih Ches, terima kasih kamu masih mau menemani aku yang kotor dan …."


"Sudahlah, jangan selalu bahas itu. Kita fokus dengan kesembuhanmu ya?"


"Iya Ches. Gimana sama rencana kalian untuk boyong ke Turki?"


"Aku nunggu kamu bener-bener pulih dulu, baru pergi. Tapi kalau Aylin bakal pulang duluan karena dia mau ujian kenaikan kelas."


"Aku merepotkan sekali ya Ches."

__ADS_1


"Iya hm …." Keduanya pun tertawa.


Dihari ke tujuh, Sylia sudah diperbolehkan untuk pulang dan Sylia pulang ke rumah keluarga Ginanjar. Walaupun sudah boleh pulang, tetapi Sylia harus cek up seminggu satu kali. Chessy sendiri meminta Papahnya untuk menambah penjagaan di pintu depan rumah karena merasa kalau sang paman akan mencari Sylia karena pamannya dikeluarkan dari kantor polisi dengan jaminan.


Benar saja tebakan Chessy, baru tiba beberapa menit di rumah, sang paman sudah membuat keributan di depan rumah dan memaksa untuk membawa Sylia pulang. Untungnya penjagaan ketat, jadi sang paman lebih memilih untuk pergi dari pada babak belur sendiri.


"Mah, Pah, Chessy nggak tenang kalau begini." Ucap Chessy mengkhawatirkan kondisi Sylia. "Chessy mau ajak Sylia ke Turki aja." Perkataan Chessy sontak membuat semuanya terkejut.


"Enggak!" Seru Sylia. "Aku nggak akan ada diantara rumah tanggamu Ches. Aku ditampung disini udah sangat seneng." Lanjut Sylia.


"Tapi Ches, lihat Pamanmu. Aku jamin Pamanmu nggak akan puas kalau belum dapetin kamu. Sedangkan kondisi kamu aja belum bener-bener pulih. Aku yakin Pamanmu bakal bawa polisi kesini dan bawa paksa kamu karena dia wali kamu. Pasti Papah juga nggak akan bisa berkutik Ches kalau udah membawa hukum." Chessy bicara dengan penuh penekanan.


"Itu memang keputusan yang baik Ches, tapi Mamah nggak setuju."


"Kakak juga nggak setuju."


Mereka semua menolak rencana Chessy. Akhirnya Chessy menoleh pada Erkan. Chessy menunjukkan wajah sedihnya. "Mas, kamu setuju kan kalau Sylia tinggal sama kita di Turki?" Chessy pun memeluk lengan Erkan dan menyandarkan kepala di bahu suaminya. "Kamu pasti nggak akan nolak permintaan istri tercintamu ini'kan?" Rayu Chessy.


"Jangan mau Kak Er, kamu harus buat keputusan yang masuk akal. Jangan terbujuk rayuan Chessy " Sahut Sylia. "Ches, aku bakal ngerepotin kamu disana. Aku nggak pa-pa. Aku yakin aku aman dan akan baik-baik saja disini sama Mamah dan Papah kamu." Lanjut Sylia.


"Sylia ikut Kakak aja ke Surabaya," sahut Rakha.


"Nah, boleh juga saran Kak Rakha." Ujar Sylia.


"Mas …." Chessy merajuk pada suaminya. "Mas …." Chessy menggoyangkan tubuh Erkan.


"Er, kita bisa jaga Sylia. Lu harus percaya." Kata Rikho tegas.


"Maaf, aku nggak mau buat istriku sedih disana. Kalau dengan kehadiran Sylia bisa buat Chessy tersenyum bahagia, kenapa enggak aku ajak Sylia tinggal di Turki. Aku cukup setuju juga dengan pendapat Chessy. Kita semua nggak bisa melarang niat baiknya buat menolong Sylia." Jawab Erkan.

__ADS_1


"Tapi aku nggak mau. Aku takut akan makin merepotkan kalian." Sylia tetap menolak. "Dan lagi, aku nggak bawa kartu identitas. Aku nggak bisa ke Turki dan tinggal sama kamu. Maaf Ches, bahagialah tanpa aku. Kamu harus inget Ches, aku cuma sampah yang nggak berguna. Jangan bawa aku, dan biarkan aku ikut Kak Rakha dan Kak Rikho ke Surabaya." Sylia kekeh dengan niatnya.


"Kamu tinggal ikut aja Syl, urusan kartu identitas itu hal mudah buat Papah. Iya'kan Pah?" Chessy melirik sang papah dan Pak Ginanjar hanya menghela nafas panjang. "Alhamdulillah, terima kasih keluarga Chessy yang sangat baik hati." Chessy tersenyum seraya menatap bergantian orang-orang dihadapannya.


______________


Seminggu setelah kepulangan Sylia dari rumah sakit dan cek up pertama menandakan kondisi Sylia sudah pulih dan bisa melakukan perjalanan panjang ke Turki. Sylia diberi bekal obat penahan rasa sakit dan resepnya jika kehabisan saat di Turki, hanya untuk berjaga-jaga jika efek operasi timbul saja.


Semua berkas yang dibutuhkan juga sudah beres berkat bantuan Pak Ginanjar. Sedangkan pengumuman kelulusan juga sudah diumumkan dan Chessy mendapatkan juara pertama dengan nilai yang sangat memuaskan. Ijazah akan dikirim Pak Ginanjar saat sudah keluar nanti.


Sylia sendiri merubah penampilannya menjadi wanita bercadar. Chessy juga sudah memutuskan untuk terus memakai hijab walaupun belum sepenuhnya syar'i, tidak seperti Sylia yang mantap dengan penampilan barunya.


"Aku nggak mau hidup gratis. Aku akan bersih-bersih, belajar memasak dan apa aja yang bisa aku lakukan bakal aku lakukan disana." Ucap Sylia sebelum melakukan penerbangan.


"Kita akan tinggal di rumah peninggalan almarhum Baba. Disana udah ada beberapa art dari Indonesia juga. Ada tukang kebun dan supir yang mereka juga berasal dari Indonesia." Sahut Erkan.


"Apa Paman dan Bibi kamu galak Mas?" Tiba-tiba Chessy melontarkan pertanyaan yang membuat Erkan tertawa terbahak-bahak.


"Sayang, mereka baik. Kamu jangan khawatir. Mereka adalah orang yang paling meyakinkan Mas buat cepet-cepet nikah sama kamu." Erkan mencubit hidup Chessy dan membuat Chessy tersipu. Sylia sendiri menjaga pandangannya pada Erkan dan hanya menundukkan kepalanya seraya membaca shalawat atas nabi.


"Apa yang harus aku pelajari Mas?"


"Em, kamu akan cepat bisa beradaptasi dengan keadaan dan lingkungan disana. Kamu jangan khawatir Sayang." Keduanya terus mengobrol dengan asyik. Sylia hanya menjadi pendengar setia dan menekuni hobi barunya. Sepanjang perjalanan di pesawat, ketiganya juga menghabiskan waktu untuk tidur setelah pesawat lepas landas.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


Em … gimana ya kisah mereka saat di Turki?


Kalau Aku mau ngadain give away, Adakah yang tertarik? Tinggalkan komentar 😊

__ADS_1


__ADS_2