
Sylia menatap Chessy heran karena tiba-tiba memposisikan duduknya dan terlihat menghela nafas panjang. "Gila nih orang pasti spam," ucap Sylia dan hendak menghapus pesan itu tetapi tangan Chessy meraih ponselnya sebelum pesan itu terhapus.
"Emang banyak banget akhir-akhir ini orang iseng. Makanya gue matiin ponselnya," ucap Chessy seraya membaca pesan yang belum selesai Sylia bacakan. "Udah lu nggak usah khawatir." sambungnya lagi dan kini sibuk menatap layar ponselnya.
"Lu baik-baik aja'kan?" tanya Sylia begitu penasaran karena Chessy tidak pernah bersikap begitu cuek padanya.
"Iya lu tenang aja, gue amat sangat baik-baik aja," jawab Sylia penuh penekanan. Chessy kembali menatap layar ponselnya dan melihat ada beberapa pesan masuk dari nomor yang tidak dia kenal. Chessy membuka pesan yang sudah dibuka oleh Sylia tadi dan Chessy malah tertawa terbahak-bahak membaca pesan itu.
"Assalamu'alaikum calon istriku. Minggu ini aku akan datang menemui. Tunggulah aku dan berdandan lah yang jelek kalau kamu tidak mau perjodohan ini."
"Haha … dia gila sungguh gila … haha … jadi makin penasaran sama bocah satu ini," gundam Chessy dan melanjutkan membaca pesan lainnya.
"Aku nggak salah kirim pesan'kan? Nomormu susah sekali di telepon. Padahal aku mau vidio call supaya aku nggak terkejut saat melihat wajah jelekmu nanti."
"Haha … bocah ini berani juga ternyata ngirim pesan seperti ini. Benar-benar nggak jaga image sama sekali. Jangan-jangan dia orang yang kocak dan humoris. Duh … jadi nggak sabar deh ketemu dia," Gundam Chessy lagi dan langsung mendapatkan sorotan tajam dari mata Sylia.
"Ketemu siapa Ches sampe nggak sabar?" tanya Sylia ingin merebut ponsel Chessy tetapi tangan Sylia ditangkis olehnya. "Lu kenapa sih? Sejak kapan lu main rahasia-rahasian?" Sylia sedikit kesal dengan perubahan sikap Chessy.
"Ih … kepo ya kepo," Chessy berusaha untuk bersikap biasa saja. "Ini pesan dari pacarku, ya gue nggak sabar pengen ketemu dialah. Emang siapa lagi yang mau gue temuin kalau bukan dia hm …." jawab Chessy kembali membuka isi pesan yang masuk. Sylia pun kembali dengan posisi duduknya.
"Sayang, kok nomornya nggak aktif sih?"
__ADS_1
"Sayang … gue kangen banget tau."
"Ketemuan yuk Yang? Dah beberapa hari nggak ketemu rasanya gue mau mati ini,"
Chessy tiba-tiba kesal membaca chat dari Devan. "Mati aja lu mati …. Semoga segera kenak karma," batin Chessy seraya menekan tombol kembali dengan kuat pada layar ponselnya karena tidak mau membaca pesan yang membuatnya naik darah. "Huft … sabar Chessy sabar …." lagi-lagi Chessy hanya bisa membatin.
Beberapa saat kemudian, mobil yang dikendarai Chessy dan Sylia tiba di depan gerbang sekolah. Pak Tarjo membukakan pintu untuk Chessy terlebih dahulu. "Terima kasih Pak, hati-hati dijalan ya!" ucap Chessy membuat Pak Tarjo terkejut karena mendapatkan ucapan terima kasih dari majikan yang sebelumnya cukup jutek. "Udah langsung pulang aja." Chessy melarang supirnya itu untuk membukakan pintu Sylia. "Nel, cepet keluar, kita udah mau telat nih," Chessy membungkuk menatap Sylia yang menunggu pintunya dibukakan. Kemudian Chessy menutup pintu mobil dengan sangat keras.
"Lu kenapa sih Ches? Tadi lu ketawa ngakak, sekarang tiba-tiba bete'." tanya Sylia seraya menutup pintu mobil dan Pak Tarjo langsung tancap gas. "Itu tumben Pak Tarjo nggak bukain aku pintu," kata Sylia lagi dan Chessy hanya menyunggingkan senyumnya.
"Besok lagi jangan manja karena lu bisa buka sendiri. Udah ah ayo masuk kelas." Chessy segera melangkahkan kakinya menuju kelas XII di lantai dua. Masih seperti kemarin, banyak mata yang tidak suka melihat kedatangan Chessy dan Sylia. Semuanya berusaha sebisa mungkin menghindar dan menjauhi keduanya.
Chessy tahu kenapa mereka semua bersikap begitu, tetapi hari ini Chessy akan meluruskan semuanya supaya dia bisa punya teman lain selain Sylia. Chessy sudah menyusun rencananya semalam. Sylia membuat semua teman sekolah menjauh dari Chessy dan hanya Sylia satu-satunya yang selalu ada buat Chessy, dan Chessy menyesali semua itu.
"Udah lu nggak usah ganggu orang lain makan. Kita ke ujung sana aja," Chessy bicara dengan sangat sopan dan tidak sedikit pun terpancar aura galak dan membunuh seperti biasanya.
"Hah? Are you kidding Ches?" Sylia melongo dan benar-benar merasa kalau Chessy sudah sangat jauh dari jangkauannya.
"Hai … boleh gue gabung nggak?" sapa Chessy pada gadis berkacamata dan terlihat sangat culun.
"I-i-iya boleh …." jawab gadis itu. Sedangkan temannya yang gendut yang duduk di hadapannya pindah duduk di sisi gandis culun tadi.
__ADS_1
"Nggak usah takut, gue cuma mau makan aja. Kalian makan dengan santai aja hm …." Chessy tersenyum dan meletakkan makanannya di meja lalu duduk. Sylia juga melakukan hal yang sama, tetapi sesaat kemudian Sylia mendapatkan panggilan telpon yang membuatnya harus buru-buru menuju pintu gerbang sekolah.
Kepergian Sylia membuat kesempatan untuk Chessy meminta maaf pada semua orang yang ada di kantin. Dulu Chessy membuli si gadis gendut yang ada dihadapannya, bahkan menumpahkan soto panas padanya.
"Gue minta maaf ya sama lu berdua kalau gue punya salah. Em gue Chessy dengan tulus minta maaf sama lu Putri dan lu Sintia. Gue nyesel kemaren udah buat lu malu di hadapan semua orang. Oiya, gue juga bakal bilang sama mereka kalau nggak boleh lagi menghina penampilan kalian," Chessy berdiri dan naik ke atas kursi. "Perhatian semuanya …!" teriakan Chessy membuat semua mata yang ada di kantin tertuju padanya. "Gue Chessy Manohara Putri Ginanjar dengan tulus meminta maaf pada kalian semua atas kesalahan yang udah gue lakuin sebelum. Gue nggak akan bikin ulah lagi atau ganggu kalian lagi. Gue bener-bener tulus dan gue harap mulai sekarang lu pada enggak usah takut lagi sama gue, dan juga gue harap kalian jangan ganggu Putri dan Sintia juga. Terima kasih atas perhatiannya." Chessy kembali duduk dan tersenyum puas.
Saat Chessy sedang merintis bisnis kulinernya, Chessy bertemu dengan Putri yang menjadi selebgram dengan sepuluh juta follower. Perubahan Putri yang dari culun menjadi cantik membuatnya jadi terkenal, bahkan dengan senang hati Putri meng-endorse bisnis kuliner Chessy dan dari situ juga bisnis Chessy mulai terkenal.
Setelah Putri, Chessy juga bertemu dengan Sintia yang ternyata menjadi Gubernur di kota Malang. Sintia juga berubah total dari gendut menjadi wanita karir yang cantik dan sukses. Chessy mendapatkan banyak kerja sama dengan beberapa kenalan dan keluarga Sintia untuk mengurus acara besar seperti pesta ulang tahun atau pun pesta pernikahan.
Chessy sangat berhutang budi pada kedua gadis yang ada di hadapannya itu. Chessy tak berhenti tersenyum pada keduanya agar kenyamanan diantara mereka terjalin. "Ayo makan, keburu dingin itu makanannya." Chessy kemudian menyantap menu makan siangnya. Rasa puas dan lega dan bahagia telah tercampur menjadi satu bagian yang sempurna untuk Chessy saat ini. Hidupnya sungguh akan berubah.
_________
Jam pulang sekolah tiba. Chessy segera membereskan buku-bukunya ke dalam tas, begitu juga dengan Sylia. "Eh Ches, ini tadi gue beli minum. Lu kan biasanya haus abis jam pelajaran selesai." kata Sylia seraya memberikan botol air mineral pada Chessy. "Ayo cepet minum," ucapnya lagi.
"Kenapa lu nyuruh gue buru-buru minum?" tanya Chessy curiga. Dulu Chessy memang sering minum air mineral pemberian dari Sylia. Anehnya, botol air itu sama sekali tidak dijual di warung atau supermarket. Chessy pernah menaruh curiga pada Sylia, tetapi Sylia langsung bisa mengalihkan pembicaraan dan Chessy menurut begitu saja.
"Ya gimana sih … gue kan yang paling tau kebiasaan lu Ches. Lu selalu haus di jam pelajaran selesai, jadi gue bawain ini tadi." jawab Syilia dengan santainya. Chessy tak bicara lagi dan memasukkan botol itu ke dalam tasnya. Chessy sudah berjanji untuk tidak makan atau minum pemberian dia.
Sore itu, Pak Tarjo telat menjemput karena ban mobilnya bocor, jadi Pak Tarjo harus ke bengkel terlebih dahulu. Ternyata, Sylia memberi tahu Devan kalau mereka belum dijemput. Devan pun menunggu keduanya di depan gerbang sekolah hingga situasi cukup sepi dan Devan masuk ke taman dimana Chessy dan Sylia menunggu Pak Tarjo.
__ADS_1
"Sayang … akhirnya kita bisa ketemu juga."