
Erkan nampak membiarkan Chessy pergi begitu saja karena dia tahu akan percuma juga menahannya. Entah apa yang dipikirkan laki-laki itu, tetapi dia memang ada tamu yang harus ditemani sebentar. Erkan akan memikirkan cara untuk merayu istrinya nanti setelah Alzeer pulang. Selepas kepergian Chessy, Alzeer dan Alesia terlihat kembali berbincang bahkan Alesia nampak jelas sekali melihatkan rasa bahagianya pada sang tunangan. Alesia yang berparas cantik itu juga terlihat tersenyum manis pada Erkan.
Alzeer pun menghampiri Erkan yang masih berdiri menatap dirinya dan Alesia. Senyuman khas Alzeer menandakan dia juga sedang bahagia. "Alesia bilang, Nona yang sedang hamil memang sensitif Bos. Hormonya tidak seimbang dan berubah-ubah, jadi wajar kalau gampang ngambek seperti tadi. Nanti dirayu sedikit pasti langsung baikkan." Ucap Alzeer menjelaskan apa yang Alesia katakan padanya. "Alesia juga minta maaf karena tiba-tiba memeluk tadi tanpa melihat Nona. Alesia terlalu bahagia katanya. Alesia sangat berterima kasih Bos karena sudah mau menolongnya." Lanjut Alzeer.
Chessy sebenarnya tidak langsung pergi masuk ke dalam kamar melainkan masih bersembunyi ditempat yang tidak terlihat oleh suaminya. Bukan karena Chessy curiga ataupun cemburu pada Alesia, tetapi Chessy hanya ingin mendengar sedikit saja apa yang mereka obrolkan.
Namun, Chessy mengurungkan niatnya untuk menguping pembicaraan suaminya itu dengan Alzeer saat Chessy tahu jika dia tadi sedang cemburu buta dan terlalu khawatir akan kehilangan Erkan. Chessy tahu jika dirinya sekarang sudah sangat mencintai suaminya itu. Sesaat Chessy ingat akan kejadian yang tak mengenakan pikirannya. Chessy segera kembali ke kamar untuk menenangkan pikirannya.
"Mas … maaf. Maafkan aku jika mungkin kedepannya aku akan sangat posesif. Aku tahu hatiku saat ini sudah benar-benar mencintaimu."
__ADS_1
Chessy pun menarik selimut dan berusaha memejamkan matanya. Walaupun waktu masih sangat pagi untuk tidur, tetapi Chessy tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Ingin memainkan ponsel sebenarnya, hanya saja dia terlalu malas karena biasanya hanya ada pesan dari kedua kakaknya atau ibunya saja.
Chessy belum memberitahu keluarganya kalau dia tengah hamil. Chessy sengaja melakukan itu supaya mereka tidak terlalu khawatir akan kondisinya yang lemah saat hamil ini.
Namun, belum lama Chessy memejamkan matanya, getaran di ponsel miliknya membuat Chessy terpaksa bangun dan melihat isi pesan masuk.
Pesan masuk itu membuat Chessy tersenyum sangat lebar. Walaupun Chessy tidak memberikan semangat pada Putri saat itu, dia akan tetap menjadi selebgram dan menjadi orang baik. Chessy pun segera membalas pesan itu. Hanya sebuah ungkapan bahagia. Tiba-tiba Chessy punya ide yang sangat brilian.
"Kenapa nggak kepikiran sih. Bener banget, aku bakal jodohin kedua kakakku sama Putri dan Sintia. Mereka semua orang baik. Mereka berdua juga masih single untuk waktu yang cukup lama."
__ADS_1
Chessy menjentikkan jarinya dan membanggakan dirinya sendiri.
"Aku bakal buat mereka bertemu. Aku mau jodohin kak Rakha sama Putri dan Kak Rikho sama Sintia. Mereka cocok karena sesuai dengan bidangnya. Kak Rakha pasti mau jadiin Putri model endors perusahaannya, dan Kak Rikho pasti mau bekerjasama dengan Sintia. Ah … Chessy! Kamu benar-benar jenius women." Lagi-lagi Chessy hanya membanggakan dirinya sendiri.
"Eh … tapi kalau aku nggak di Indonesia, gimana caranya ya Kak Rakha dan Kak Rikho percaya ya? Hm … aku akan menggunakan jurus manjaku nanti. Pokoknya akan aku buat kedua Kakakku segera menikah."
Akhirnya Chessy menyibukkan dirinya dengan ponsel sembari menunggu Erkan selesai bicara dengan Alzeer. Chessy sibuk mengirimkan pesan pada kedua kakaknya juga pada Putri dan Sintia. Chessy juga mengirimkan pesan pada Sylia agar membantu meyakinkan kedua kakaknya dengan cara Chessy. Ditambah, Chessy juga membujuk Mamanya agar mendukung penuh rencananya itu.
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
__ADS_1