
Chessy dan Erkan pun telah bersikap seperti biasanya setelah mereka berdua masuk ke dalam kamarnya. Keputusan untuk memaafkan Erkan membuat Chessy sedikit tenang karena saat ini hanya Erkan yang bisa dia andalkan. Walaupun sebenarnya Chessy masih sangat kesal dengan sikap Erkan, apalagi saat mulut Erkan memanggil kata 'Dek' pada wanita bernama Nayla itu.
Hari pertama Chessy di Turki memang buruk dan cukup menguras tenaga serta pikirannya, tetapi Chessy masih terus berharap jika takdirnya kali ini tidak akan diganggu oleh wanita ular lagi. Terlebih Sylia yang sudah Chessy anggap berubah total dan malah muncul wanita ular lainnya. Chessy sangat yakin akan menjadi wanita yang kuat di kehidupannya sekarang, apa lagi Chessy mendapatkan dukungan penuh dari Paman Ahmed juga Bibi Lunara dan Aylin. Chessy sangat yakin berada di jalan yang benar saat ini.
"Aku harus waspada kali ini, aku benar-benar harus waspada. Aku nggak boleh lengah sama sekali dengan wanita ular itu. Apalagi Nayla terlihat begitu akrab dan dia bilang sudah tujuh tahun tinggal bersama Mas Erkan. Waktu selama itu tentu nggak akan berjalan begitu saja tanpa ada rasa walaupun hanya sedikit saja antara satu sama lain. Tapi, kalau Mas Erkan benar-benar cinta mati padaku, artinya Nayla sedang salah paham dengan perasaannya. Bisa jadi cintanya bertepuk sebelah tangan dan ambisinya untuk merebut Mas Erkan sangat kuat. Pasti selama tujuh tahun itu, Nayla selalu berusaha mendekati suamiku dan mencari perhatiannya. Aku harus pastikan dulu dia nggak punya kuasa untuk memaksa Mas Erkan menikahinya. Terlebih, aku harus tahu latar belakang orang tuanya juga," batin Chessy dalam lamunannya.
Erkan sendiri melihat raut wajah Chessy yang berubah langsung mengusap lembut wajah Chessy kemudian mencium lembut keningnya. "Hayo … apa yang dilamunin?" Erkan kemudian memeluknya.
"Memang apa lagi kalau bukan wanita cantik yang bernama Nayla itu," jawab Chessy lalu melepaskan pelukan Erkan dan beranjak dari tempat tidurnya. "Waktu itu, aku begitu percaya dengan sikap Sylia yang sangat perhatian dengan Rara, Mas. Sylia bahkan membantuku merawat Rara dengan penuh kasih sayang dan membantuku menyiapkan semua keperluan Devan. Dia juga sangat antusias dan nggak menunjukkan tanda-tanda untuk merebut semua yang aku miliki saat itu. Nyatanya ... Sylia nggak sebaik yang aku pikirkan saat itu."
Chessy kemudian berjalan menuju balkon. Chessy menatap langit dan memejamkan matanya untuk sesaat. Erkan mengikuti langkah kaki Chessy tanpa mengatakan sepatah kata pun. Erkan tahu jika istrinya sedang ingin mengungkapkan isi hatinya.
Chessy menghela nafas panjang dan membuka mata lalu menatap Erkan kembali dengan bersandar di dinding. "Aku menganggap Sylia sahabat bahkan keluarga sendiri karena keluargaku juga begitu baik dengannya. Padahal saat itu aku nggak pernah kasih tahu kabar apa pun pada keluargaku walaupun setelah aku dan Devan menikah selama tujuh tahun. Sylia yang menggantikan posisiku disana. Dia sering main ke rumah Mamah dan menemani Mamah. Aku bahagia saat mendengar kabar Mamah dari Sylia."
Chessy ingin terlihat berat untuk berkata-kata lagi. Chessy kembali menatap langit dan menghampiri suaminya. Erkan segera memeluk Chessy. "Tapi … siapa sangka Sylia hamil anak dari suamiku Devan dan kabar itu aku tahu setelah mereka menikah beberapa hari setelahnya. Artinya, Sylia dan Devan saat itu telah memadu kasih di belakangku. Awalnya aku sangat nggak rela menerima Sylia sebagai maduku, mungkin karena saat itu aku masih dalam pengaruh Sylia, jadi bujukan Devan untuk menikahi Sylia demi masa depan dan menyelamatkannya dari Paman serta mantan suaminya, aku langsung menyetujui hal itu."
__ADS_1
"Sudah Sayang … sudah, jangan diingat lagi kejadian itu." Erkan membelai lembut rambut Chessy.
"Iya Mas, aku sudah melupakan kejadian menyakitkan itu dan menerima Sylia. Entah kenapa, melihat Nayla, aku seperti melihat bayangan Sylia. Kamu telah bersamanya selama itu dan bahkan Paman dan Bibi juga pasti begitu mengenalinya. Walaupun aku senang saat Bibi menampar Nayla, tapi hatiku masih sangat takut jika aku hanya akan mengulang takdir yang sama-sama menyakitkan." Chessy terisak-isak dalam pelukan Erkan.
"InsyaAllah Sayang, aku akan menjadi suami terbaikmu. Maaf … sekali lagi aku minta maaf akan sikapku tadi siang dan malah membuatmu mengingat kenangan yang begitu pahit itu. Aku bersumpah, apa pun yang terjadi, aku nggak akan menghadirkan wanita kedua dalam rumah tangga kita." Erkan pun mencium ujung kepala Chessy. Perlakuan itu membuat Chessy tenang dan melepaskan pelukannya. Chessy menatap lekat wajah suaminya yang sedang tersenyum manis.
"Apa aku benar-benar bisa mempercayaimu Mas? Apa sumpahmu itu sungguh-sungguh atau hanya akan jadi sumpah serapah?"
"Wallahi … Ya zawjati … aku Erkan Fuat Demir, demi keluarga Demir bersumpah … tidak akan pernah dan tidak akan ada niatan untuk berpoligami." Erkan meletakkan satu tangannya di atas kepala Chessy seraya bersumpah. Mendengar hal itu, Chessy kembali memeluk Erkan. "Apa kamu percaya padaku kalau aku benar-benar cinta mati padamu?" Chessy hanya menjawab dengan anggukan kecil.
"Mas juga ingin memilikimu seutuhnya Sayang. Sekarang, bolehkan Mas meminta hak Mas sebagai seorang suami? Kamu janji kita akan melakukannya setelah di Turki," Chessy cukup malu mengingat hal itu, tetapi ini memang waktunya untuk Chessy memberikan apa yang sudah menjadi hak suaminya. "Jawab dong, masa' malah senyum-senyum," Erkan mencolek dagu Chessy.
"I-iya Mas," jawab Chessy gugup.
"Gemes banget sih istriku kalau lagi gugup," Erkan langsung membopong tubuh Chessy dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tentu saja tidak ada penolakan dari Chessy saat tangan Erkan mulai meraba setiap inci tubuhnya.
__ADS_1
"Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna. Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami,”
"Aamiin,"
"Mas akan melakukannya, Sayang."
"Iya Mas, tapi pelan-pelan ya? Pasti sakit,"
"Iya … Mas akan pelan-pelan. Sakitnya juga cuma sebentar kan?"
"Ih, kamu jangan buat aku makin malu Mas,"
"Kamu gemesin Sayang,"
Erkan pun mulai mencium kening Chessy, kemudian kedua pipinya dan memberikan ciuman lembut di bibir Chessy. Mendapatkan perlakuan lembut itu, Chessy hanya bisa memejamkan matanya merasakan kehangatan yang Erkan berikan. Hingga kalian tahu sendiri apa yang akan mereka lakukan. Jadi reader jangan minta bagaimana mereka melakukan penyatuan. Hehe ….
__ADS_1
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...