Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)

Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)
Sebuah Kelegaan


__ADS_3

"Dasar suami jail …." Gerutu Chessy setelah keduanya selesai mandi.


"Nggak pa-pa dong. Kamu juga suka kan permainan suamimu ini?" Goda Erkan lagi.


"Udah ah, aku mau hubungi Mama dulu biar kedua Kakakku nggak kasih banyak pertanyaan nanti." Chessy kemudian mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada sang Mama.


"Malam ini semua keluarga akan berkumpul di halaman depan Sayang. Mas mau buat pesta barbeque."


"Serius?"


"Hm."


"Alhamdulillah. Makasih ya Mas,"


"Cium dong sebagai tanda makasihnya,"


"Idih …."

__ADS_1


Setelah acara resepsi selesai Kakek Ahsan beserta sang istri ikut pulang ke rumah Erkan karena esoknya akan kembali ke Italia, jadi sang Kakek akan melepaskan rasa rindunya pada sang cucu terlebih dahulu sebelum itu. Kakek merasa lega karena tugasnya telah selesai dan bisa tinggal di Italia dengan tenang. Makannya Erkan berencana membuat pesta barbeque saat malam tiba.


Alzeer masih menemani Alesia di rumah sakit karena harus menerima perawatan medis akibat siksaan yang dilakukan oleh anak buah Kakek Aksan. Selama ini, Alesia ternyata telah berhasil kabur dari geng mafia yang menculiknya setelah acara pertunangannya dengan Alzeer. Geng mafia itu dendam dengan Alzeer karena telah menghajar anak buahnya, hingga akhirnya Alesia menjadi korban penculikan. Namun karena Alesia tidak tahu arah, Alesia tersesat hingga dia terdampar di Turki dan dijadikan babu oleh Kakek Aksan hampir satu tahun lamanya.


Kakek Aksan sudah lama mengincar Erkan dan mencari kelemahannya, tetapi karena Erkan tidak pernah menunjukkan titik lemahnya, Kakek Aksan berusaha sekuat mungkin untuk mencari celah agar bisa memancing Erkan masuk ke dalam perangkapnya. Sebenarnya butuh waktu lama untuk menyusun rencana penjebakan Erkan itu, hanya secara kebetulan Alesia pernah menyebut nama Alzeer saat Kakek Aksan memutar sebuah video yang dimana di dalam video itu ada Erkan bersama dengan Alzeer. Akhirnya terbesitlah sebuah rencana jahat itu.


Sayangnya, Erkan terlalu cerdas untuk akal busuk sang Kakek. Sebelum pergi menemani Alzeer, Erkan telah mengatur rencana dan memakai baju anti peluru serta cairan yang mirip dengan darah di tubuhnya agar bisa mengelabui musuh. Erkan tahu persis jika selama ini Kakek Aksan telah mengincarnya, hanya dia diam saja. Walaupun bukan terlahir dari darah seorang mafia, Erkan banyak belajar tentang trik dan rencana-rencana licik dari Alzeer selama dua tahun ini karena Alzeer sendiri adalah anak dari seorang mafia ternama di Italia. Akhirnya Erkan berhasil dengan sempurna menyelamatkan Alesia juga menangkap Kakek Aksan.


Fakta yang akan memberatkan hukuman Kakek Aksan adalah, dia seorang pemakai sekaligus pengedar narkoba. Jadi bisa dipastikan hukuman yang akan diterima olehnya sangat berat bahkan bisa mendapatkan hukuman mati. Jadi, Erkan bisa bernapas lega karena itu. Erkan bahkan mengatakan pada Kakek Ahsan untuk tidak merasa iba dan menolong sang adik sama seperti sebelumnya.


Erkan merasa bahagia setelah melewati masa-masa dimana dia terus dituntut untuk bisa melakukan segala hal bahkan sebelum dia dewasa. Erkan melakukan itu semua hanya karena rasa sayangnya pada kedua orang tuanya yang meninggal dengan kejanggalan. Erkan banyak mengalami masa sulit setelah kehilangan orang tuanya. Namun sekarang, Erkan benar-benar bisa bernapas lega setelah ditangkapnya musuh yang selama ini mengincarnya.


Apa yang dilewati Erkan selama inilah yang membuatnya percaya jika Chessy itu memang benar datang dari masa depan. Walaupun awalnya Erkan ingin membawa Chessy ke psikiater karena merasa Chessy punya gangguan kejiwaan, tetapi Erkan tahu jika tidak ada yang tidak mungkin atas kuasa-Nya.


"Skak … yes! Kakek harus dihukum." Erkan melipat kedua tangannya di dada dan menyombongkan diri pada Kakek Ahsan karena menang dalam permainan catur.


"Ya ya Kakek kalah, untuk pertama kalinya dalam hidup Kakek main catur kalah. Baiklah, apa hukuman Kakek?" Kakek Ahsan menghela nafas panjang karena kecewa dengan kekalahannya.

__ADS_1


"Hukumannya Kakek adalah Kakek harus makan dengan teratur dan makan makanan sehat supaya Kakek berumur panjang sampai Erkan melahirkan anak-anak yang akan menjadi cicit Kakek."


"Haha … ya … ya … akan Kakek lakukan hukumannya. Kakek akan menantikan hal itu."


"Lagian pake nantangin segala. Kakek kalau mau menang, tuh lawan Alman aja. Dijamin menang karena selama ini dia kalah main sama Erkan." Kata Erkan masih dengan nada sombongnya.


"Alman nggak berani Kek. Cucunya aja pinter, pasti Kakeknya juga pinter dan Alman benar-benar akan kalah. Malu dilihat sama istri," jawab Alman seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal dan tersenyum manis.


"Ternyata kamu sudah sangat berubah ya Alman." Ucap Kakek dengan menepuk bahu Alman.


"Erkan juga banyak berubah sejak menikah Kek. Masak Alman nggak boleh berubah." jawab Alman.


"Heh, gue berubahnya lebih baik bukan lebih bucin kayak lu yang bucin parah sama istri lu." Erkan mencari pembelaan.


"Oh, jadi suamiku nggak bucin kayak suami Sylia. Apa perlu pembuktian atau …."


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...

__ADS_1


__ADS_2