Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)

Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)
Pura-pura terus


__ADS_3

"Sayang … akhirnya kita bisa ketemu juga." Chessy cukup terkejut dengan kedatangan Devan ke sekolah.


"Pasti Sylia yang kasih tau si brengsseek ini. Sejak gue kembali ke masa lalu emang belum pernah ketemu dia. gue lupa dia emang ganteng saat seperti ini, bener-bener sial dulu gue selalu terpesona dengan kegantengannya," batin Chessy dan berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap biasa saja. "Eh lu tau' kita masih disini?" tanya Chessy basa-basi.


"Ya kan kita punya ikatan batin Sayang. Kok beberapa hari nggak ketemu jadi panggil lu gue sih! Bukan Sayang?" seru Devan dan hendak memeluk Chessy tetapi ditepis olehnya. "Kenapa sih? Sayang kan gue kangen, lu nggak kangen apa?" protes Devan yang heran karena Chessy tidak mau dipeluk.


"Gue bau asem … burket nih … nanti nempel di tubuh lu lagi," elak Chessy mencoba mencari alasan karena sebenarnya Chessy benar-benar membeci kelakuan Devan.


"Ah … biasanya juga nggak pa-pa. Sini," Devan langsung memeluk Chessy dengan penuh kasih sayang. Devan sebenarnya orang yang lembut, berhati baik, pekerja keras dan tentu saja cukup tampan untuk penilaian standar laki-laki. Namun, Devan orang yang mudah terpengaruh, untuk itu kenapa dia bisa menikah dengan Sylia di masa lalu. "Kangen banget deh …." setelah melepas rindunya Devan pun melepaskan pelukannya. "Gue traktir makan bakso dulu mau?" ajak Devan.


"Hei … kalian jangan melupakan wanita cantik satu ini dong …." ucap Sylia seraya menyikut lengan Chessy dan melirikkan matanya. "Kak, ajak gue juga ya please …!" Mohon Sylia yang selalu dia jadikan senjata.


"Iya tentu saja lu juga bakal gue traktir, lu juga bagian dari kita, apalagi Chessy sayang sama lu melebihi gue ck," ucap Devan dan langsung menggenggam tangan Chessy untuk segera berjalan ke tukang bakso yang ada di sisi gedung sekolahnya.


"Ches, katanya tadi pagi lu kangen Kak Devan, tapi kok dari tadi lu diem aja?" tanya Sylia masih lahap makan bakso di depannya.


Kebencian Chessy membuat dirinya lupa kalau Chessy harus extra sabar untuk menahan emosinya. Dia harus pura-pura manis layaknya Chessy yang dulu. Chessy harus berpura-pura extra baik dan sangat semangat bila di dekat Devan seperti biasanya. Chessy pun menghela nafas panjang dan berusaha bersikap seperti dulu.

__ADS_1


"Ah iya akhir-akhir ini gue nggak enak badan. Gue sering mimpi aneh. Sayang … gimana dong …." Chessy merasa ingin muntah bicara dengan nada manja pada Devan. Dulu Chessy memang selalu bermanja dan mengandalkan Devan apa pun dan hal kecil sekali pun. Namun setelah menikah dan sukses dengan bisnis kulinernya, Devan banyak berubah hingga akhirnya dia menikah dengan Sylia dan menghancurkan hidup Chessy.


"Emh … mungkin lu harus tidur sama gue hehe …." kata Devan dengan percaya diri seraya menunjukkan deretan giginya yang putih dan rapi. "Gimana kalau setelah ujian kita nikah aja?" Perkataan Devan membuat Chessy dan Sylia langsung tersendat. "Sayang … ini minum. Pelan-pelan makannya." Devan dengan sigap memberikan segelas air mineral pada Chessy, sedangkan Sylia mengambil air minumnya sendiri yang membuatnya cemburu karena tidak mendapatkan perhatian Devan.


"Lagian Kak Devan ngomongnya bikin kita terkejut. Kalian masih remaja udah ngebet aja mau kawin," ucap Sylia yang kembali memakan sisa baksonya.


"Haha …." Chessy tertawa garing ingat kalau yang memaksa menikah muda adalah dirinya untuk menghindari perjodohan. "Sayang … jangan bercanda. Udah abisin makannya." kata Chessy mencairkan suasana.


"Sayang, lu paling tau' kalau gue nggak pernah bercanda dengan ucapan gue kan? Gue sayang banget sama lu Ches. Lu bilang selalu mimpi buruk gue jadi khawatir lu kenapa-kenapa. Kalau gue ada disisi lu kan gue bisa jaga lu dua puluh empat jam …." jelas Devan penuh penekanan di akhir kalimat.


"Iya Sayang, gue percaya sama lu. Gue baik-baik aja kok. Misalnya gue kenapa-kenapa gue janji orang yang pertama gue telpon itu pacar gue, bukan orang lain. Lagian gue juga nggak punya orang lain lagi yang bisa diandalkan, selain lu sama Sylia, iya kan Nel?" Chessy menoleh pada Sylia.


"Ya jelaslah, kita kan sa … ha … bat …." jawab Sylia penuh percaya diri, padahal dalam hati Chessy rasanya ingin sekali memuntahkan kembali bakso yang sudah dia makan. Chessy benar-benar merasa sangat bodoh di kehidupannya yang sebelumnya.


"Em Sayang, Pak Tarjo udah mau jalan kesini jemput. Gue pulang dulu ya, makasih baksonya." Chessy segera beranjak dari tempat duduknya diikuti Sylia. Devan membayar pesanan bakso terlebih dahulu baru mengikuti langkah kaki Chessy. "Ih … jangan ikutin kita. Lu Taukan kalau Pak Tarjo tau' kita ini pacaran, habis gue nanti." usir Chessy masih bersikap seperti dulu.


"Peluk dulu dong sebagai tanda perpisahan dan tanda terima kasih udah ditraktir hee …." Devan membentangkan kedua tangannya dan dengan terpaksa juga Chessy harus menuruti kemauan Devan. "Hati-hati dijalan ya Sayang … i love you Chessy …." ucap Devan di dekat telinga Chessy dan seketika membuat Chessy merinding lalu segera melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Udah buruan cus sana. Takut ketahuan Pak Tarjo." Chessy mendorong tubuh Devan agar segera pergi dari depan gerbang sekolah. Benar saja, tidak lama kemudian Pak Tarjo datang. Chessy dan Sylia naik mobil bersama. Chessy tidak banyak bicara atau menanggapi pembicaraan Sylia yang tidak jauh dari kata shopping. "Berapa duit dulu ya gue abisin buat wanita ular ini. Benar-benar lu wanita yang bodoh dulu Ches," batin Chessy seraya menggelengkan kepalanya yang pusing sendiri dengan sikapnya dulu.


Tiba di depan rumah Sylia, biasanya Chessy menyapa paman dan bibi Sylia terlebih dahulu, tetapi kali ini Chessy tetap diam di dalam mobil dan segera pergi setelah Sylia keluar.


"Syl, kenapa Chessy nggak turun? Biasanya dia cium tangan dulu. Kalian nggak berantemkan?" Tanya paman Sylia.


"Iya Paman, akhir-akhir ini Chessy sedikit berubah." Jawab Sylia.


"Bukannya udah kamu kasih airnya?" Tanya Paman Sylia lagi.


"Udah, tapi yang kemaren Sylia nggak tau air itu udah diminum apa belum karena hari Sylia ngajak shopping tapi Chessy nggak respon katanya nggak enak badan." Sayang, jawaban dari Sylia membuat dirinya merasakan rasa panas di pipinya karena ditampar oleh Pamannya.


"Terus gimana adikmu Della? Pokoknya Paman nggak mau tahu ya kamu harus bisa dapet duit dari Chessy dalam dua hari ini. Kalau enggak jangan pikir buat kembali ke rumah ini. Cepat kamu minta airnya lagi ke tempat biasanya dan pastikan Chessy minum sampe habis air itu. Ngerti nggak kamu?" Bentakan Paman membuat Sylia ketakutan dan hanya menganggukkan kepalanya.


"Siall …! Semua ini gara-gara lu Ches gue ditampar. Gue pastiin kali ini lu dan orang tua lu minum air itu," batin Sylia kesal seraya mengepalkan tangannya.


####################

__ADS_1


__ADS_2