Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)

Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)
Chessy dan Rakha


__ADS_3

Pelukan Erkan benar-benar membuat Chessy tenang dan bisa berpikir keras. Chessy akan menceritakan hal apa saja yang terjadi dengan Rakha nantinya jika masih berpacaran dengan Loli. Chessy tidak mau buang waktu karena dia tahu kedua Kakaknya itu tidak akan menginap.


"Makasih Mas, aku udah lebih tenang. Aku tunggu mereka selesai ngobrol dulu, baru aku panggil Kak Rakha kemari dan bicara baik-baik sama dia. Aku bakal ceritain apa yang akan terjadi nanti." Chessy tersenyum manis dan membuat Erkan games. Akhirnya, Erkan mencubit kedua pipi Chessy. "Ih … sakit Mas," keluh Chessy yang menangkup kedua pipinya.


"Istriku terlalu gemes sih," Erkan hendak mencubit kembali kedua pipi Chessy, tetapi dengan cepat Chessy menggeser duduknya untuk menjauhi Erkan.


"No!" Cegah Chessy masih menangkup kedua pipinya yang masih sakit. Erkan pun hanya tersenyum manis.


"Mas kebawah lagi ya? Kamu duduk disini aja kalau kamu merasa kesal ketemu sama pacar Kak Rakha. Nggak enak kalau Mas dikamar terus nanti kedua Kakak yang jail itu makin senang meledek kita." Erkan beranjak dari tempat duduknya.


"Hmp …." Chessy hanya mengangguk.


Belum sampai satu jam, Chessy mendapatkan pesan dari suaminya bahwa Rakha sudah mengantar Loli ke kamar untuk istirahat. Chessy segera menekan panggilan telepon untuk Rakha dan memintanya datang ke kamar sendiri.


"Kenapa sih bawel …." Keluh Rakha yang baru saja membuka pintu kamar Chessy.


"Kak, aku mau bicara serius." Chessy menepuk-nepuk tempat duduk kosong di sisinya agar Rakha segera duduk.


"Perasaan Kakak jadi nggak enak. Jangan bilang kamu mau tanya gimana caranya malam pertama dengan suamimu?" Ditengah raut wajah Chessy yang begitu serius, Rakha masih saja bercanda. Chessy kesal dan langsung mencubit lengan sang Kakak.

__ADS_1


"Astaghfirullah …. Kak Rakha …. Ini serius." Pekik Chessy yang mengeraskan cubitannya.


"Aw … aw … iya … iya …." Jawab Rakha yang seraya menahan sakit dan mengusap lengan bekas cubitan Chessy.


"Kenapa Kakak nggak putusin pacar Kakak yang bernama Loli itu?" Rakha kini tahu arah pembicaraan Chessy. Rakha pun meoleh dan duduk menghadap Chessy, kemudian mengangkat kedua kakinya ke atas sofa dan menyilangkannya. Kini raut wajah Rakha berubah datar. Chessy melakukan hal yang sama, mengangkat kaki ke atas sofa dan menyilangkannya. Kedua tangannya juga bertumpu pada kedua pahanya.


"Dia baik Chessy. Dia banyak bantu Kakak di Surabaya. Dia juga bantu Kakak dapetin klien baru. Kami udah pacaran sejak kami masih sekolah. Dia juga yatim piatu, hanya bersandar pada Kakak saat ini, bahkan suamimu juga kenal dengannya karena kita satu kelas dulu." Jelas Rakha dengan nada datar.


"Hah?" Chessy terkejut karena ternyata Erkan kenal dengan Loli tetapi tidak mengatakan sepatah katapun saat Chessy uring-uringan mengenai Loli.


"Hm, Kakak yakin dia wanita baik-baik. Rencananya Kakak akan melamarnya bulan depan setelah proyek Kakak selesai. Kak Rikho juga lagi deket sama cewek loh, nggak kamu suruh putusin juga kan nanti?" Raut wajah Rakha kembali santai.


"Kak, please! Loli ini hanya pura-pura. Gini, Aku … em aku bakal kasih tahu Kakak, dan Kakak hanya cukup jawab ya atau tidak saat aku kasih Kakak pertanyaan. Juga, saat aku cerita, Kakak jangan malah balik tanya, sepakat?" Chessy mengulurkan jari kelingkingnya untuk membuat kesepakatan dengan sang Kakak.


"Kakak punya klien bernama Darius Sinathrya?" Chessy mulai serius.


"Ya, ke …." Rakha menahan pertanyaannya.


"Fix." Chessy menjentikkan jarinya di depan wajah Rakha. "Darius ini kekasih Loli yang sesungguhnya dan sengaja dia kenalin ke Kakak agar proyek Kakak ini keuntungannya jatuh ke tangan Darius dan buat semua klien Kakak beralih memihaknya lalu Kakak bakal bangkrut."

__ADS_1


"Kok …." Chessy meletakan telunjuknya saat Rakha akan melayangkan protes.


"Belum selesai, dengerin dulu." Rakha mengangguk. "Kakak juga kasih tahu masalah jumlah tabungan Kakak pada Loli dan bilang ke dia kalau uang itu bakal buat Kakak dan dia menikah nantikan?" Rakha hanya mengangguk karena jari Chessy masih menempel dimulut Rakha. "Dengerin aku baik-baik Kak." Chessy menurunkan jarinya dan duduk dengan santai kembali. "Loli udah bilang ke Kakak kalau uang itu dia aja yang pegang dan dia bakal buat konsep pernikahan kalian sesuai keinginannya? Bener?" Rakha mengangguk lagi.


"Kenapa kamu bisa tahu itu semua?" Rakha tak tahan untuk bertanya.


"Kak, dalam waktu dekat ini Darius bakal bilang kalau proyek Kakak bermasalah, apalagi sahamnya menurun. Darius bakal buru-buru minta tanda tangan Kakak tanpa memberi Kakak kesempatan untuk membaca kesepakatan yang merugikan Kakak di lembaran terakhir kertas yang Kakak tanda tangani." Chessy sangat ingat kejadian itu karena kebetulan Chessy dan Devan disana. "Kak, aku tahu uang tabungan Kakak yang berjumlah hampir 5M itu yang Kakak rencanakan untuk gelar resepsi mewah sama Loli. Setelah Kakak tanda tangan berkas yang dibawa Darius, disaat itu juga Loli langsung memeluk Darius dan tertawa bahagia melihat Kakak yang sudah jatuh bangkrut."


"Nggak mungkin Loli begitu. Kenapa kamu bisa tahu sedetail itu?" Rakha belum percaya dengan perkataan Adiknya.


"Kak, Loli hanya pura-pura miskin dan pura-pura menjadi anak yatim piatu. Dia pura-pura polos dan sholehah. Coba Kakak minta orang buat ikutin pacar kesayangan Kakak itu. Dia masih punya orang tua yang lengkap."


Rakha tertunduk.


"Dengerin apa yang Chessy bilang tanpa Kakak tanya kenapa Chessy bisa tahu itu semua. Chessy nggak mau Kakak patah hati. Chessy nggak main-main waktu bilang putusin pacar Kak Rakha dan bilang Kak Rikho buat hati-hati saat menyetir mobil." Chessy meletakan kedua tangannya di bahu Rakha. "Kalau ada satu ciri-ciri dari yang Chessy jelasin tadi, tolong segera jauhi Loli juga laki-laki bernama Darius. Kak Rakha bisa pikirkan apa yang Adik Kakak yang manis ini ucapkan." Rakha mendongak.


"Kamu nggak lagi ngeprank'kan?" Tatapan Rakha memicing.


"Kak, gimana Chessy bisa tahu jumlah tabungan Kakak padahal Chessy nggak pernah sama sekali Kakak kasih tahu. Ditambah, kenapa bisa Chessy kenal nama Darius dan nama lengkap pacar Kakak itu padahal dalam waktu dekat ini Chessy nggak pernah ke Surabaya. Kakak tahu nggak, Chessy jadi wanita indigo sekarang." Chessy mencoba menahan tawanya saat melihat expresi wajah Rakha yang begitu tidak percaya jika adiknya seorang indigo. "Sudah, Kak. Chessy capek ngomong dari tadi. Chessy harap Kakak lebih hati-hati dalam melakukan hal sekecil apa pun, atau Kakak mau tanya Chessy dulu juga boleh. Asalkan nanti tipsnya sesuai." Rakha langsung menyentil dahi Chessy.

__ADS_1


"Mata duitan," bentak Rakha kemudian beranjak pergi dari kamar Chessy. Helaan napas lega bisa Chessy rasakan saat ini. Chessy sungguh tidak mau takdir pahitnya dulu terulang, apalagi melihat seberapa menderitanya sang Kakak saat mendapatkan pengkhianatan dari Loli dan Darius.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


__ADS_2