Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)

Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)
Bab 87


__ADS_3

Hari pun berganti minggu dan bulan. Kehamilan Chessy tidak ada masalah sama sekali. Begitu juga dengan Sylia. Kedua ibu hamil itu mengalami kenaikan berat badan yang drastis di bulan ketujuh kehamilan mereka. Bahkan keduanya sering mendapatkan ledekan dari Erkan dan Alman.


"Ledek aja terus ...!" kata Chessy membela diri karena terus dibilang gendut dan semakin berat oleh Erkan. Walaupun kesal, Chessy sangat bahagia dengan hidupnya saat ini.


Namun ditengah-tengah candaan di weekend pagi itu, Chessy mendapatkan kabar yang begitu mengejutkan. Bukan dari kedua orang tua atau kedua Kakaknya, tetapi dari Putri.


"Astaghfirullah!" Chessy bahkan menjatuhkan ponselnya sesaat setelah dia membaca pesan itu.


"Sayang, kenapa?" Erkan segera mengambil ponsel yang Chessy jatuhkan dan membaca pesan yang masuk itu.


"Astaghfirullah! Sayang Kak Rakha akan baik-baik aja, kamu tenang ya?" Erkan segera memeluk Chessy yang sudah menangis.


"Kenapa, Bos?" tanya Alman.

__ADS_1


"Aku harus pulang ke Indonesia sekarang juga, Mas. Atur penerbangan ku. Aku mohon, biarkan aku pulang," rengek Chessy.


"Al, Kak Rakha kecelakaan dan sedang kritis sudah dari semalam katanya. Pasti Chessy sengaja nggak di beritahu. Kamu pesan tiket untuk aku dan istriku." Erkan membawa Chessy ke dalam kamar untuk menenangkan pikirannya terlebih dahulu. "Sayang ... tolong, kamu sabar dulu. Jangan mikir macem-macem dulu, hm?" rayu Erkan dan Chessy pun menghentikan isak tangisnya.


"Minta Mbak Surti beresin bajuku, Mas. Nggak usah banyak-banyak. Kita ke Dokter aja dulu cek kehamilan dan minta surat untuk melakukan penerbangan. Aku mau kita secepat ke Indonesia, Mas."


"Iya, Sayang. Kamu harus tenang dulu. Aku nggak mau kamu dan anak kita kenapa-kenapa,"


"Ini pasti ulah mantan pacarnya Kak Rakha, Mas. Aku yakin."


"Hm."


Chessy pun memilih untuk berbaring dan mengatur nafasnya serta berdzikir dan berdoa memohon agar sang Kakak baik-baik saja. Chessy juga sengaja tidak bertanya ataupun memberitahu kedua orang tuanya kalau dia akan pulang ke Indonesia. Andai Putri tidak bertanya dia akan pulang atau tidak karena Rakha kecelakaan, pastilah dia tidak akan tahu apa pun tentang keadaan Kakaknya itu.

__ADS_1


"Ches, aku masuk ya?" kata Sylia yang masuk kamar Chessy kemudian duduk di sisi tempat tidur seraya menggenggam tangan Chessy. "Aku akan ikut kamu," ucap Silva seraya tersenyum di balik cadarnya berusaha mengutamakan sahabatnya itu.


"Jangan, Syl. Kamu disini aja, jaga rumah," jawab Chessy.


"Nggak! Aku nggak mau biarin kamu melalui ini sendiri. Kalian semua berjasa pada hidupku. Aku nggak mungkin biarin kamu pergi sendiri,"


"Tapi kalau ketemu sama Paman kamu, gimana?"


"Aku udah bilang sama suamiku, dia akan mengirimkan beberapa pengawal untuk kita. Bukan cuma paman katanya yang harus ditakutkan, tapi juga Devan,"


"Iya, kamu benar. Tapi kita berdoa saja semoga mereka semua sudah berubah menjadi orang-orang baik," Kedua ibu hamil itu benar-benar saling menguatkan satu sama lain.


Setelah memeriksa kandungan Chessy dan Sylia, Alman dan Erkan bersiap untuk pergi ke Bandara. Baik Chessy maupun Sylia mendapatkan izin bepergian dari dokter dan diberikan resepsi vitamin juga obat agar perjalanan jauh mereka tetap aman.

__ADS_1


Erkan juga membawa empat pengawal terbang ke Indonesia karena di Indonesia Erkan belum terlalu punya kuasa dan kepercayaan untuk menjaga istrinya itu. Erkan sepakat akan pulang setelah mengantar Chessy dan jika kondisinya tidak memungkinkan, Chessy di minta untuk melahirkan di Indonesia. Begitu juga dengan Sylia.


........


__ADS_2