Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)

Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)
Bab 86


__ADS_3

"Alhamdulillah ya Mas, kata Dokter, anak kita baik-baik aja." Chessy terlihat begitu bahagia seraya memeluk lengan Erkan setelah keduanya keluar dari ruang Dokter kandungan. Kondisi Chessy juga kandungannya sangat sehat dan Dokter tidak melarang Chessy untuk pergi jalan-jalan. Jika Chessy merasakan mual di pagi hari, itu adalah hal yang sangat wajar terjadi pada wanita yang sedang hamil muda. "Akhirnya, aku bisa jalan-jalan sama Sylia keliling negara Turki ini." Lagi-lagi Chessy mengungkapkan rasa bahagianya.


"Tapi janji ya, kalau ada apa-apa nggak boleh ditahan, harus segera lapor." Ancam Erkan mengusap tangan yang memeluk lengannya.


"Iya, dasar suami bawel." Protes Chessy tetapi Erkan tidak menanggapi dan kemudian keduanya kembali pulang.


Usia kandungan Chessy dan Sylia bisa dipastikan sama karena itu Chessy juga memberikan vitamin yang dia dapat dari Dokternya untuk Sylia minum bersama agar kedua ibu hamil yang akan melakukan touring bersama itu sehat tanpa keluhan kehamilan. Setelah itu, mereka semua tidur lebih awal supaya bangun pagi lebih bugar.

__ADS_1


***


Pagi-pagi sekali, Erkan dan Chessy juga Alman dan Sylia sudah bersiap akan melakukan double date lalu segera bergegas berangkat menuju tempat yang telah disusun akan mereka kunjungi. Sebuah mobil Pajero sport berwarna hitam yang telah di modified oleh Erkan sedemikian rupa itu pun melaju dengan kecepatan sedang yang disupiri oleh Alman.


Tempat pertama yang akan mereka kunjungi tentu saja adalah Cappadocia. Chessy begitu mengagumi tempat dengan banyak balon udara itu, ditambah pemandangan yang memang membuat mata pasti takjub melihatnya. Chessy sangat ini melihat spot pemandangan indah itu lagi bersama dengan sahabatnya, Sylia.


Ditengah-tengah sarapan mereka, Alzeer datang dengan Alesia untuk ikut bergabung. Erkan sengaja mengajak Alzeer karena semakin ramai semakin asyik pula perjalanan mereka. Belum lagi, Alzeer akan kembali ke Italia dalam waktu dekat. Walaupun awalnya Chessy tidak begitu suka akan kehadiran Alesia karena kejadian pelukan dengan Erkan kemarin, tetapi yang namanya wanita pasti akan cepat akrab karena topik pembicaraan mereka selalu nyambung. Walaupun Alesia sedikit kesusahan karena menggunakan bahasa yang berbeda.

__ADS_1


"Akhirnya Syl, aku bisa naik balon udara ini sama kamu. Padahal belum lama loh aku berdoa supaya kita bisa kesini bersama. Allah memang dzat yang maha baik." Chessy berpelukan dengan Sylia di atas balon udara. Sedangkan Alesia tidak mau jauh-jauh dari Alzeer dan ikut memeluknya ketika melihat Chessy dan Sylia berpelukan. Mereka sangat menikmati pemandangan di Cappadocia. Bahkan mengambil banyak foto selfie disana.


Puas menaiki balon udara, Erkan kembali membawa istri dan kedua sahabatnya berkeliling ke tempat indah lainnya. Kuliner dan berbelanja sepuasnya membuat Chessy, Sylia dan Alesia tidak melihatkan sebuah ketidaknyamanan, melainkan terpancar aura kebahagiaan terutama Chessy dan Sylia. "Wanita hamil memang harus terus bahagia." Kata Chessy yang melihat Erkan terus memandanginya dan hanya menghabiskan waktu bersama Sylia.


Mereka semua puas berjalan-jalan hingga malam pun tiba, Erkan memutuskan untuk segera pulang karena takut kedua ibu hamil itu akan kelelahan.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...

__ADS_1


__ADS_2