Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)

Takdir Untuk Chessy (Ketika Cinta Mengalahkan Dendam)
Pesta Barbeque


__ADS_3

Chessy tiba-tiba datang membawakan minuman untuk mereka yang sedang asyik bermain catur. Belum Chessy menyelesaikan ucapannya, Erkan langsung memberikan isyarat pada Chessy dengan jari telunjuk yang dia tempelkan ke bibir Chessy.


"Apaan sih? Malu? Bukan Erkan banget kalau malu," kata Chessy tidak terima dengan sikap Erkan itu.


"Sayang … nggak boleh umbar kemesraan. Ingetkan waktu di Cappadocia itu?" Kata Erkan dan mengedipkan sebelah matanya pada Chessy.


"Ah kalian, dasar anak-anak nakal. Nak Chessy, kalau Erkan macam-macam, langsung bilang aja sama Kakek ya. Kakek bakal sunat dia lagi. Kakek masih gemes sama dia waktu acara sunatnya." Ucap Kakek Ahsan dengan nada penuh penekanan.


"Kakek …." ucap Erkan mencegah sang Kakek untuk melanjutkan bicaranya.


"Apa Kakek harus cerita gimana waktu kamu selesai sunat? Kakek masih sangat ingat kejadian itu," Ujar Kakek Ahsan dengan nada yang meledek.

__ADS_1


"Chessy mau dengar Kek." Chessy kemudian mengambil kursi dan duduk di sisi Kakek Ahsan.


"Alman juga mau dengar Kek, ayo Kek cerita masa kecil Bos dingin itu kayak gimana sih," Alman tak kalah antusias dan menggeser kursinya mendekati Kakek Ahsan.


"Kalau Kakek ceritakan hal memalukan itu, Erkan bakal bilang ke Nenek kalau Kakek pernah menggoda wanita saat pesta perayaan sunat Erkan di Indonesia waktu itu. Kakek tinggal pilih aja!" Ancam Erkan dan kembali melipat kedua tangannya serta menompangkan kakinya. Erkan juga bersiul agar sang Kakek memikirkan rencananya untuk menceritakan tentang hal yang cukup memalukan saat Erkan disunat.


"Ah siall. Dia berhasil mengancam Kakek. Em, maaf Kakek nggak berani cerita ke kalian. Kakek takut istri Kakek marah. Soalnya semakin tua semakin susah dirayu, haha …" jawab Kakek Ahsan seraya celingukan mencari istrinya berharap tidak mendengar apa yang Erkan bicarakan.


"Dasar kamu Mas, emang terlalu cerdas. Nyebelin banget …." Chessy pun memilih pergi menghampiri Mamah dan Sylia yang sibuk dengan barbeque.


"Gunanya otak itu buat apa kalau gue nggak cerdas. Rugi gue belajar selama ini kalau harus kalah," jawab Erkan dengan menyunggingkan senyumnya.

__ADS_1


"Haha … secerdas apa pun kamu, tetep aja kalian akan jadi suami-suami yang takut istri macam Kakek ini, haha …." Erkan dan Alman tersenyum malu mendengar penuturan sang Kakek karena benar adanya.


"Mas … ayo kesini, udah siap nih." Teriak Chessy dengan lambaian tangan pada Erkan.


"Ayo, istri-istri kita sudah menunggu. Saatnya makan enak …." Erkan kembali tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya diikuti Kakek Ahsan dan Alman.


"Ih, Kak Rakha, ini buat suami aku. Kakak ambil sendiri sana." Chessy menarik piring yang berisi barbeque yang dia siapkan untuk Erkan.


"Yaelah, pelit amat sih. Ambilin dong, masak suaminya doang yang diperhatiin." jawab Rakha dengan nada merayu.


"Makanya nikah, cari istri kalau mau apa-apa diladeni. Kakak udah tua, jangan gila kerja aja. Cari istri dan bersiaplah untuk jadi bucin." Kata Chessy penuh penekanan.

__ADS_1


"Ah, ngambil sendiri aja dari pada di suruh nikah. Dikira cari wanita baik-baik itu mudah. Huh, adik durhaka." Rakha pun berlalu pergi untuk mengambil barbeque. Malam itu benar-benar malam yang hanya dihiasi oleh senyum dan tawa dari keluarga besar Erkan dan Chessy.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


__ADS_2