
Sholat tahajud merupakan shalat yang sangat utama, bahkan termasuk shalat sunah yang sering disebutkan dalam Al-Qur'an. Allah SWT menyebut sholat tahajud sebanyak tujuh ayat, bahkan lebih. Jadi orang yang suka sholat tahajud diberi oleh Allah kamar-kamar yang istimewa. Bahkan Allah kagum kepada orang yang bangun di waktu malam untuk sholat tahajud. Maka dari itu, Erkan tidak pernah meninggalkan shalat tersebut, apalagi sekarang ada Chessy yang telah menyempurnakan sebagian imannya.
Penyatuan cinta mereka berdua telah berhasil walaupun penuh dengan perjuangan karena raga Chessy benar-benar masih tersegel. Chessy bangun lebih awal dan mandi terlebih dahulu kemudian menyiapkan perlengkapan ibadah rutin mereka.
Setelah menyelesaikan ibadahnya, seperti biasa Erkan mengajak Chessy untuk membaca Al Qur'an terlebih dahulu. Chessy melakukan semua itu dengan senang hati tanpa mengeluh sedikitpun. Chessy selalu merasa tenang jika selesai beribadah dengan suaminya. Dulu, di kehidupan sebelumnya, Chessy sama sekali tidak mendapatkan hal seperti ini dari Arjun.
"Shadaqallahul Adzim …."
"Alhamdulillah, istriku makin lancar baca Al-Qur'annya. Terima kasih Sayang kamu nggak bosen buat belajar."
"Aku yang terima kasih Mas, kamu buat aku semakin dekat dengan penciptaku." Erkan pun mengecup kening Chessy dengan penuh kelembutan.
"I love you," ucapan Erkan mampu membuat Chessy membeku. Benar, baru kali ini Erkan mengatakan hal itu dengan nada yang sangat membius hati Chessy. Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya sebuah kata-kata saja, tetapi entah kenapa bagi Chessy perkataan itu terlalu istimewa. "Kok diem aja? Apa seorang Erkan ini belum bisa membuat Chessyti Kusuma Dewi jatuh cinta?" Erkan menangkup kedua pipi Chessy. "I love you Chessyti. I love you forever. I love you till jannah." Erkan lagi-lagi membuat Chessy terdiam. "Sayang …." Panggil Erkan menempelkan keningnya.
"Iya Mas. Kata-katamu terlalu syahdu Mas." Erkan kemudian menatap mata Chessy.
"Benarkah? Haruskah Mas mengatakan itu setiap detik agar kamu senang?"
"Jika kamu nggak keberatan."
"Tentu saja enggak."
"Terus kalau kamu bicara i love you setiap detik, nggak akan ada perkataan yang menjengkelkan lagi yang bakal buat aku naik darah kan?"
"Haha … gemes banget istriku."
"Oiya, masalah hukuman dari Paman, gimana?"
"Ah, jadi rayuanku nggak buat istriku melupakan hal itu ternyata,"
"Apa aku harus mengadu pada Paman dan Bibi kalau kamu lebih memilih bekerja dengan Fatimah dari pada aku?"
"Sayang, mana mungkin itu terjadi."
__ADS_1
"Lantas?"
"Hari ini Mas mau bawa kamu jalan-jalan ketempat yang semua orang pasti kesana kalau mereka berlibur ke Turki."
"Hah? Dimana itu?"
"Rahasia, tapi ada syaratnya."
"Kenapa ada syarat, bukannya kamu memang harus menjalani hukuman dari Paman? Huh!"
"Syaratnya gampang kok,"
"Apa emang?"
"Minta jatah lagi dong abis ngaji ya?
"Astaghfirullah, Mas! Bisa-bisanya kamu …. Bahkan aku aja belum bisa berjalan dengan sempurna tapi kamu udah minta lagi. Kamu …" Belum Chessy selesai dengan bicaranya, Erkan langsung mencium bibir Chessy dan seketika Chessy berhenti bicara.
"Boleh ya? Mas pelan-pelan kok. Kan nggak sakit lama-lama jadi enak nanti." Goda Erkan membuat Chessy terlihat berpikir. "Sayang …." Erkan kembali memanggil dan Chessy langsung menganggukkan kepalanya. Seketika itu keduanya saling memadu kasih kembali hingga waktu subuh tiba.
"Nyonya … biar Surti aja." Surti terkejut ketika tiba di dapur sudah ada Chessy yang sedang mengupas kentang. Surti juga merebut pisau yang dipegang oleh Chessy.
"Udah nggak usah. Mbak Surti cari kerjaan lainnya aja. Sarapan Tuan biar aku sendiri yang siapin ya?" Surti dan Mbok Gani saling menatap ragu untuk meninggalkan majikannya sendirian di dapur. "Nggak pa-pa. Tuan nggak akan berani marah. Kalau aku butuh bantuan kalian, pasti aku panggil." Chessy tersenyum manis. Kedua art itu membalas senyumannya dan mengangguk lalu pergi meninggalkan Chessy sendirian di dapur.
"Ches," tiba-tiba Sylia datang setelah kepergian Mbak Surti dan Mbok Gani. "Aku bantu ya? Aku juga mau belajar masak." Sylia merebut pisau yang dipegang Chessy.
"Yakin bisa?" Tanya Chessy ragu.
"Ya belajar Ches. Aku juga pengen bisa masak kayak kamu. Siapa tahu nanti aku bisa masakin suamiku. Yah, itu sih kalau ada yang mau nikah sama wanita kotor kayak aku ini." Sylia tidak tampak sedih karena wajah Sylia tertutup cadar. Sedangkan sorot matanya tidak bisa dibaca karena Sylia fokus dengan pisau dan kentang yang dia pegang.
"InsyaAllah ada Syl. Allah itu menciptakan makhluk-Nya secara berpasang-pasangan." Chessy mengalihkan pandangannya dari Sylia dan kini menyiapkan bahan yang lainnya.
"Aamiin. Semoga aku juga bisa merasakan kebahagiaan yang kamu rasakan Ches." Sylia menatap Chessy dan terlihat jelas matanya yang berubah sipit tanda dia sedang tersenyum.
__ADS_1
"Oiya, kamu mau ikut aku jalan-jalan?"
"Ya enggak lah. Ya kali aku ikut bakal jadi obat nyamuk kalian." Chessy terkekeh.
"Kapan-kapan kita jalan berdua aja ya?"
"Serius?" Sylia terlihat sangat bahagia. "Mau banget … aku akan menantikan hari itu." Sylia mencubit sebelah pipi Chessy dan kembali mengupas kentang. Kedua wanita itu pun memasak bersama, ya walaupun Sylia lebih banyak melihat dari pada membantu.
Matahari sudah terbit. Menu sarapan buatan Chessy dan Sylia sudah tertata rapi di meja makan. Sylia pamit dari dapur karena Sylia tidak mau mengganggu sarapan Erkan dan Chessy. Walaupun Chessy memaksa untuk ikut sarapan bersama, Sylia lebih suka makan nanti dari pada makan satu meja dengan Erkan.
"Mas, Sylia nggak mau di ajak sarapan bareng. Dia juga nggak mau di ajak jalan-jalan." Keluh Chessy pada Erkan seraya mengambilkan nasi beserta lauk pauknya.
"Sylia sedang memperbaiki dirinya Sayang. Kamu harus maklum dan paham jika Sylia sedang menjaga pandangannya dari laki-laki yang bukan mahramnya, yaitu suamimu ini." Chessy pun sadar dengan kebenaran ucapan Erkan. Chessy akhirnya tersenyum menatap pintu kamar Sylia dari jauh.
"Wah, ada perkedel nih. Pasti rasanya mantap." Puji Erkan seraya memasukan satu suap nasi beserta potongan perkedel.
"Pelan-pelan Mas," Chessy juga ikut menyantap menu sarapannya.
"Sayang, kamu tau nggak kepanjangan kata perkedel?" Tanya Erkan walau di mulutnya masih penuh dengan makanan.
"Hah? Emang ada kepanjangannya?"
"Ada dong." Erkan menelan sisa makanannya terlebih dahulu.
"Apa emang?"
"Perkedel itu kepanjangan dari Persatuan KEntang Dan tELor."
Chessy langsung tertawa tak kuasa menahan lucunya perkataan Erkan dan gaya bicaranya.
"Haha … aku malah baru tahu Mas. Padahal aku tuh biasa nyebut pekedel kentang. Ternyata perkedel itu sendiri adalah singkatan kentang juga. Tapi masuk akal sih emang kentang yang di kasih telur, haha …. Udah ah buruan makanya. Kamu ada janji yang harus dilakukan dengan cepat."
"Iya Sayangku."
__ADS_1
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Adakah yang sama dengan Chessy kalau baru tahu kepanjangan dari perkedel? 😂