Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 104


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu seharian berlatih, Iren sengaja untuk meminta Sigit tidak menjemput nya


ia tidak ingin membuat Sigit menunggu lama dan harus meninggalkan pekerjaan nya, tetap saja Sigit tidak bisa tenang dengan permintaan Iren, Sigit akhirnya menyuruh pak Agus untuk menunggu Iren sampai selesai berlatih, dan permintaan nya pun di setujui oleh Iren.


Ketika hendak meninggalkan ruangan, tangan Iren di cegah oleh Yoga yang ingin mengajak Iren makan malam bersama


"Ren lo ada waktu gak gue mau ajakin lo makan malam" Ucap Yoga sambil menatap Iren tanpa berkedip sekali pun membuat Iren sangat risih


"Sorry Yog gue lagi buru buru lain kali aja ya" Ucap Iren menolak halus ajakan Yoga dan langsung pergi meninggalkan Yoga yang masih menatap dirinya

__ADS_1


"Kali ini lo bisa nolak gue Ren lain kali lo yang akan ngemis cinta ke gue" Bathin Yoga yang sangat percaya diri bisa mencuri hati Iren


Iren segera menyusul pak Agus yang sudah berjam jam menunggu dirinya, Iren sungguh merasa bersalah telah menyusahkan pak Agus demi kepentingan nya


"Iren minta maaf ya pak sudah membuat bapak menunggu" Ucap Iren ketika sudah memasuki mobil yang di kendarai pak Agus


"Gak masalah kok non, ini kan pekerjaan bapak, justru bapak senang bisa ngantar dan jemput non seperti ini, jujur saja bapak merasa tidak enak dengan pak Sigit, melihat pak Sigit yang harus bolak balik demi ngantar non Iren" Ucap pak Agus lembut yang sudah mengganggap Iren seperti putri nya


Di tengah perjalanan menuju rumah, Iren begitu terkejut melihat ponsel nya di penuhi pesan dan panggilan masuk dari Sigit, ia tidak menyangka Sigit begitu mengkwatirkan dirinya, Iren pun segera menghubungi Sigit untuk mengobati ke kwatiran Suami tampan nya itu

__ADS_1


"Hallo Assalamualaikum Sayang" Ucap Sigit yang begitu lega melihat panggilan masuk dari Iren yang sedari tadi sudah ia nantikan


"Walaikumsalam sayang, maaf in Iren ya sayang Iren baru bisa ngabarin mas sekarang, dan juga sudah membuat mas Khwatir" Ucap Iren yang bisa merasa ke khawatiran Sigit terhadap dirinya


"Gak masalah kok sayang, sekarang mas sudah lega mendengar suara kamu, maafin mas juga ya yang sangat mencemaskan kamu, mungkin membuat kamu jadi tidak nyaman" Ucap Sigit yang ingin bermanja dengan Iren


"Hmm Iren senang kok lihat mas seperti ini, itu pertanda mas selalu mikirin Iren setiap saat" Jawab Iren manja membuat Sigit sudah tidak sabar ingin memeluk istri tercinta nya itu


"Dalam hati dan pikiran mas cuman kamu seorang sayang, jadi wajar mas selalu mikirin kamu setiap detik" Ucap Sigit merayu Iren dan berhasil membuat Fahri merasa Jijik yang sedang duduk bersama dirinya

__ADS_1


"Mas bisa saja, ya udah Iren tutup telfon nya ya sayang, Iren sudah mau nyampe rumah, dan Iren harap mas bisa cepat pulang, satu mas harus tau, Iren sangat merindukan mas" Ucap Iren memberi kode kepada Sigit dan langsung mematikan telfon


Sigit merasa begitu terpana dengan ucapan Iren, entah apa yang di bayangkan Sigit membuat nya melamun sembari tersenyum manis, membuat Fahri merasa kebingungan melihat tingkah aneh sahabat nya itu


__ADS_2