Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 78


__ADS_3

"Perasaan gue gak kasih kerja tambahan buat lo" Ucap Sigit yang menyadari Fahri diam diam menguping pembicaraan dirinya


"Maksud lo apa an, gak usah sindir sindir gue gitu" Jawab Fahri ketus karna ia mengerti apa yang di maksud oleh sahabat nya itu


"Ngapain lo harus nguping pembicaraan gue sama bini gue, lo cemburu ya, makanya buruan nikah biar bisa kayak gue," Ucap Sigit ingin membuli dan berhasil membuat Fahri merasa kessel.


"Ya elah bro, itu melulu yang di bahas, kalau tuhan sudah berkehendak pasti gue udah nikah, lah ini kan belom berarti tuhan masih pengen gue nikmati masa single gue, harus nya lo beruntung punya partner masih singel kayak gue" Ucap Fahri memuji diri membuat Sigit merasa ilfil


"Terserah lo deh, gue mau tidur besok pagi jangan lupa bangunin gue, dan gue mau masalah nya besok bisa selesai biar bisa cepat cepat pulang" Ucap Sigit yang membaringkan tubuh nya ke kasur sambil memeluk bantal guling dan melamun kan sedang memeluk tubuh Iren.

__ADS_1


Fahri yang mengerti lamunan Sigit hanya bisa memasang muka kessel dan ikut menyusul Sigit untuk tidur jujur saja ia merasa begitu lelah hingga tidak punya tenaga untuk harus berdebat dengan sahabat nya itu.


Di kediaman Sigit Mama Ratna dan Pak Bambang tengah mencari pengasuh untuk cucu mereka, namun mereka harus menunggu persetujuan Sigit mereka tidak bisa memutuskan keputusan sendiri.


"Bagaimana ma, apa udah ketemu pengasuh buat si kembar" Tanya Iren yang menghampiri papa dan mama nya sedang bermain dengan baby kembar nya


"Udah sayang, mama pikir dia lah yang cocok untuk mengasuh cucu mama dan papa cuman papa dan mama juga gak bisa ambil keputusan sendiri kita harus tunggu suami kamu pulang dulu, sekarang kan dia yang jadi kepala keluaraga jadi keputusan semua ada di tangan nya, jadi sebagai Istri yang baik kamu harus bisa nurutin apa kata suami kamu ya sayang biar keluarga kecil kalian bisa bahagia dan hidup dengan tenang" ucap mama Ratna yang tidak pernah bosan bosan untuk mengajari dan menasehati Iren untuk menjadi istri yang berbakti dan sayang keluarga


Pak Bambang hanya bisa bisa senyum bahagia melihat kerukunan Istri dan anak nya yang sangat ia cintai dan paling berharga baginya.

__ADS_1


Di tengah asik nya Iren bermain dengan anak anak nya tiba tiba ponsel genggam milik Iren berdering, terlihat nama Bayu yang tengah menghubungi dirinya


"Hallo Ren, Mas ganggu gak" Tanya Bayu lembut, membuat Iren tidak bisa jika harus mengacuhkan dirinya.


"Gak ganggu kok mas, tumben pagi pagi udah nelfon, emang gak kerja" Ucap Iren santai tanpa niat sesuatu untuk Bayu ia hanya sebatas menghargai Bayu karna sudah bersikap sopan terhadap dirinya.


"Malam ini kamu sibuk gak," Tanya Bayu ragu dan berharap ia dapat bertemu dengan Iren


"Gak terlalu sibuk sih mas" jawab Iren singkat membuat Bayu semakin Ragu untuk mengajak jumpa dengan dirinya

__ADS_1


"Hmmm,, mas boleh gak ajak kamu makan malam pleaseee" Ucap Bayu dengan suara yang penuh harap walau kesan nya memaksa dengan cara yang lembut membuat Iren tidak bisa menolak ajakan Dirinya.


__ADS_2