Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 146


__ADS_3

NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers


Author harap semua para readers dapat memaklumi


Next !!!!!


Setibanya di kantor, Iren begitu terkejut melihat Sinta dan Andi yang sedang ngobrol bersama, entah apa yang mereka bahas, begitu tampak serius, Iren tidak ingin mengganggu mereka, namun langkah nya terhenti ketika Sinta memanggil namanya.


" Ren ada klien yang ingin jumpa dengan lo" ucap Sinta sambil menunjuk arah ke Andi

__ADS_1


" Maksud lo laki laki yang duduk barusan dengan lo" tanya Sinta kembali untuk memastikan bahwa apa yang dalam pikiran nya tidak benar


" Ia benar, dia udah jauh jauh kesini buat ketemu dengan lo, katanya dia butuh banget bantuan lo, gue sih paham secara lo kan pengecara terkenal jadi wajar saja semua orang nyariin lo" ucap Sinta kembali


Iren merasa bingung, apa yang harus ia lakukan, tidak tega rasanya jika menolak untuk bertemu dengan Andi, sementara Andi sudah jauh jauh datang dari Palembang hanya untuk berjumpa dengan dirinya.


Akhirnya Iren meminta bantuan Sinta untuk mendampingi dirinya bertemu dengan Andi, Ia sama sekali tidak ingin ngungkit masa lalu nya dengan Andi, ia hanya menjalankan tugas nya sebagai pengecara yang profesional.


Sikap formal Iren benar benar membuat Andi merasa tidak nyaman, namun Andi juga dapat mengerti, Iren yang dulu ia kenal sudah jauh berbeda dengan Iren yang sekarang.

__ADS_1


" Selamat sore buk Iren, maksud kedatangan saya kesini ingin meminta bantuan jasa ibu menyelesaikan masalah saya " jawab Andi yang ingin meminta Iren untuk membantu kasus nya untuk bercerai dengan Rose


Mendengar jawaban Andi semakin membuat Iren bingung, ia juga merasa iba dengan Andi, karna pak Anto yang berkuasa disana membuat tidak ada seorang pun pengacara yang hebat yang bersedia untuk membantu dirinya.


Akhirnya Iren hanya menyuruh Andi untuk menunggu, ia tidak ingin langsung mengambil keputusan, bagaimana pun ia juga harus kompromi terlebih dahulu dengan Sigit, dengan penjelasan yang diberikan Iren, Andi pun dapat menunggu dan menerima dengan lapang dada, sejak pertemuan terakhir mereka, Andi benar benar menjalani hidup dengan baik, namun sifat Rose yang semakin tidak dapat ia atasi, memutuskan untuk bercerai, dan menjalani hidup nya yang sederhana dan bahagia tanpa beban pikiran dan bathin.


Andi sebenar nya laki laki yang baik, karna kegigihan nya ingin menjadi pemuda yang kaya, sehingga menutup mata nya, namun sejak Iren memberi ia nasihat ia benar benar kembali seperti Andi yang dulu, kembali menjadi laki laki yang jujur, ramah dan selalu menghargai wanita, namun kebaikan nya selalu disalah gunakan oleh Rose dan pak Anto mertua nya, sehingga ia lebih baik untuk memutuskan berpisah dengan Rose, namun niat nya selalu saja di halangai oleh pak Anto, sehingga ia terpaksa untuk meminta bantuan Iren menyelesaikan masalah nya.


" Tumben lo nyuruh klien untuk nunggu konfirmasi, biasanya kalau lo setuju atau gak setuju lo langsung ngasih jawaban " tanya Sinta penasaran

__ADS_1


" Gue gak bisa langsung kasih jawaban begitu saja, soalnya dia itu mantan gue, dan gue bisa ngerti posisi dia sekarang, dan mas Sigit juga kenal dengan dia, gue harus kompromi dulu dengan mas Sigit gue gak mau gara gara ini rumah tangga gue bisa kena imbas nya, lo tau sendiri mas Sigit posesif nya gimana ke gue, bisa bisa dia bunuh diri lagi kalau gue terbang ke Palembang bareng mantan gue " jawab Iren yang sedari tadi hanya memikirkan perasaan Sigit.


__ADS_2