
Iren masih kepikiran dengan ucapan bik Ani, bukan karna ia sudah mencintai Sigit hanya saja ia ingin menjalan kan amanah alm kakak nya untuk tidak memberikan suami nya kepada wanita lain, membuat ia kebingungan apa yang harus ia lakukan
" Ucapan bik Ani ada benar nya juga, aku gak tau apa yang di lakuin kak Sigit di luar sana, kalau dia ngelakuin yang menjijikkan gimana, sama saja aku gak bisa menjalan kan amanah kk Tasya, aduhhh bagaimana ini, kenapa sih dia selalu bikin aku stres, apa yang bisa aku lakuin coba, kan gak lucu kalau aku harus kepoin kak Sigit, ihhh,, tidak,,tidak,,tidakk,, jangan jatuh kan harga dirimu Iren, biarkan dia yang harus kepoin hidup kamu, biar kan dia yang takut kamu dengan laki laki lain" ucap Iren dalam hati dengan senyum kemenangan di bibir indah miliknya.
Sudah pukul 22.00 tapi Sigit belum pulang juga, sebernarnya Sigit sudah selesai kerja hanya saja ia sengaja lama pulang dan istrahat di ruang kerja nya sambil menatap langit langit ruangan nya.
"Dulu kalau sudah selesai kerja begini, aku pasti sudah langsung pulang, ada istri yang begitu aku cintai menunggu kehadiran ku, tapi sekarang yang ada aku makin pusing, ada istri tapi tidak aku harap kan, Iren memang baik tapi dia selalu bisa buat aku marah dan stres, apa itu kegunaan nya jadi seorang Istri" ucap Sigit sambil mengacak acak Rambut nya yang masih tetata rapi itu.
Fahri melihat ruangan Sigit masih menyala dan menghampirinya, fahri adalah rekan sekaligus sahabat Sigit, jadi ia tidak perlu mengetuk pintu untuk masuk keruangan Sigit
"haii bro, muka jangan kayak jeruk perut gitu jellek tau, biasanya selesai kerja lo langsung pulang ada masalah apa, apa lagi ribut sama kakak ipar" Tanya Fahri yang belum tau kalau Tasya sudah tiada.
pertanyaan Fahri membuat Sigit sedih dan berhasil mengeluarkan air mata di wajah lesu nya itu
"Sejak kapan lo bisa nangis," goda Fahri yang sangat mengenal sahabat nya itu,
Fahri menyadari ada luka Yang benar benar Sigit rasakan yang sudah tidak bisa ia tahankan
Fahri mendekati Sigit dan membujuk untuk menceritakan semua masalah nya kepadanya.
__ADS_1
Sigit memang selalu terbuka dengan Fahri, karna hanya Fahri yang bisa mengerti dengan nya dan selalu bisa ia andalkan
"Hidupku benar benar hancur," jawab Sigit membuat Fahri bingung tidak mengerti
"Maksud lo hancur bagaimana?, bisnis semua lancar, dan setau gue lo pulang ke jakarta buat lihat kakak ipar yang sudah melahirkan kan, hidup lo sudah lengkap bro jadi apa yang bisa buat lo hancur" tanya Fahri yang belum tau apa-apa.
air mata Sigit semakin deras mengalir di wajah lesunya itu, membuat Fahri bisa menebak apa yang di rasakan sahabat nya itu
"Jangan bilang kakak ipar,," belum Fahri selesai melanjutkan omongan nya langsung di potong oleh Sigit
"Ia,,Tasya sudah pergi,, dia sudah tenang di surga, sementara gue disini tersiksa, apa salah gue bro, sampai gue harus menjalani hidup pahit seperti ini" hiksss,,hiksss,,hiksss tangis Sigit dan Fahri segera memeluk dan nenangin sahabat nya itu
" Terus gimana dengan anak anak lo" tanya Fahri penasaran
"Alhamdulillah baby gue kembar dan selamat bro dan sekarang di rawat sama adk alm bini gue" lanjut Sigit
"Udah lo tenang dan sabar bro, gue yakin ada hikmah di balik ini semua, lo sekarang punya tanggung jawab yang harus lo penuhi, kakak ipar udah ninggalin Baby kembar buat nemanin hidup lo, jadi jangan terlalu larut dalam kesedihan, ingat hidup lo masih panjang dan kakak ipar juga gak mau lihat hidup lo hancur begini, sekarang lo pulang istrahat di rumah, gak ada istri nunggu setidak nya ada baby kembar lucu yang menunggu kepulangan lo, atau lo mau gue antar"
tanya Fahri yang melihat kondisi sahabat nya itu sangat memprihatinkan.
__ADS_1
"Lo pulang aja bro, gue bisa pulang sendiri, lo gak usah pura pura baik sama gue" jawab Sigit yang membuat Fahri tertawa ia tidak menyangka Sahabat nya masih bisa bercanda menutupi luka yang ia rasakan
"Hahahhaa, ini baru sahabat gue"
jawab Fahri seolah olah tidak mengerti yang sedang Sigit rasakan.
"Gue bisa rasain apa yang lo rasaian bro, gue yakin lo bisa menghadapi ini gue tau lo kuat dan tanggung jawab" ucap Fahri dalam hati melihat Sigit yang sudah berlalu meninggalkan nya.
Fahri segera menyusul dan membuntuti sahabat nya sampai ke rumah Sigit, Fahri memiliki sifat yang sama dengan Sigit kelihatan cuek tapi aslinya sangat perhatiian.
Dear Reader
aku berharap kalian bisa terhibur dengan novel yang aku ciptakan
jangan lupa untuk selalu dukung novel aku ya,
aku mohon untuk selalu vote karya aku,,makasihh
I love you allππππ
__ADS_1