
NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers
Author harap semua para readers dapat memaklumi
Next !!!!!
Entah apa yang harus Fahri lakukan sekarang semua terasa sulit ingin ia kejar sudah milik orang ingin ia lupakan perasaan sudah terlanjur sayang
Pikiran nya benar benar kacau perasaan nya kembali terluka andai waktu bisa untuk ia putar mungkin lebih baik untuk nya tidak berjumpa dengan zahra
" Maksud lo apa gue tau nya lo itu cuman sepupu nya Iren lebih dari situ gue gak tau lo siapa lebih jelas nya lagi gue gak kenal lo itu siapa jadi lo gak usah bersikap seolah kenal dengan gue " jawab Fahri kejam membuat hati zahra begitu pedih tidak biasanya Fahri bersikap kasar seperti ini apalagi kepada perempuan biasanya ia selalu bersikap ramah dan menghargai perasaan perempuan yang bicara dengan nya
__ADS_1
" Gue juga kenal lo hanya sebatas sahabat mas Sigit lebih dari situ gak ada apa salah kalau gue ingin kenal lo lebih banyak lagi, gue hanya mau berteman dengan lo itu saja" jawab zahra yang sudah menahan tangis di hati nya
" Lebih bagus lo cari orang lain yang ingin berteman dengan lo " jawab Fahri singkat lalu pergi meninggalkan zahra
ingin sekali rasanya ia menoleh ke belakang namun semua ia tahan semua ia lakukan untuk kebaikan dirinya ia tidak ingin kehadiran nya merusak hubungan zahra dan gilang teman lama nya
" Lo dari mana aja sih lama banget kasihan istri gue kelaparan nungguin lo " ucap Sigit melihat Fahri yang baru datang menyusul mereka
" Lo gak usah pura pura bodoh lo bisa lihat sendiri makanan lo udah ada disini " jawab Sigit yang sudah memesan makanan untuk Fahri
" Lo memang sahabat terbaik gue nanti kalau gue punya calon istri lo harus ajarin semua tentang gue ke dia supaya dia bisa ngurus gue dengan baik kan gak mungkin lo yang gue jadiin istri " jawab Fahri yang ingin menggoda Sigit
__ADS_1
" Sekali lagi lo ngomong ngaur gue lempar ke laut lo buat makanan hiu disana" jawab Sigit yang tidak ingin meladeni Fahri, Iren hanya bisa senyum sambil geleng geleng melihat suami dan sahabat nya itu yang selalu perang mulut tapi sangat saling mengasihi dan peduli satu sama lain
Mereka bertiga pun makan dengan lahap lagi lagi Fahri hanya bisa sebagai penonton kemesraan mereka berdua
Sigit sama sekali tidak membiarkan Iren makan dengan tangan nya sendiri perlakuan Sigit yang memanjakan Iren semakin membuat Iren mencintai dirinya
" Iren bisa makan sendiri kali mesti banget lo harus suapin dia di kerumunan banyak orang begini " ucap Fahri yang ingin menyinggung Sigit
" Masalah nya dimana gue gak ada ganggu orang " jawab Sigit santai
" Gak ganggu apa an yang ada mata gue sakit lihat lo berdua " jawab Fahri yang merasa cemburu melihat kemesraan Iren dan Sigit
__ADS_1
" Bilang aja lo sirik lihat gue gak usah banyak alasan asal lo tau ya apa pun akan gue lakukan untuk ngebahagian Iren jadi lo gak usah banyak komentar lo nikmati aja harus nya lo bersyukur bisa lihat pemandangan indah setiap hari " jawab Sigit tegas membuat Fahri kehabisan kata kata untuk berdebat dengan sahabat nya itu