Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 73


__ADS_3

Fahri hanya bisa pasrah dengan perlakuan Sigit bagaimana pun ia akan selalu menjadi sahabat dan saudara yang tulus untuk Sigit karna Sigit lah yang sudah membantu dirinya hingga jadi seperti ini tanpa meminta imbalan apapun dari dirinya.


"Lo tenang aja bro semua dokumen perjalanan udah gue urus, gue maklum bos gue lagi sibuk terpaksa gue harus siap jadi pelayan" ucap fahri ceplos membuat Iren bahagia Sigit memiliki sahabat yang begitu baik pada suami nya


"Gak sia sia gue nyekolahin lo tinggi tinggi bro, ilmu lo ada gunanya juga ternyata" Ucap Sigit bercanda sambil merangkul pundak Iren dan sedikit pun tidak akan melukai hati Fahri, karna sudah jadi kebiasaan mereka untuk saling membuli meski dari hati mereka saling peduli dan menyanyangi

__ADS_1


Tidak menunggu lama pesawat yang di tumpangi Sigit dan Fahri akan berangkat, sungguh berat hati Sigit harus meninggalkan Iren, dan Iren yang sudah bersusah payah menahan untuk tidak menangis harus mengeluarkan air mata nya juga, rasanya hati nya perih harus melepas kepergian Sigit mesti hanya sementara


"Kamu jangan nangis sayang, mas jadi gak tega ninggalin kamu, ini yang mas takutkan kalo kamu ikut ngantar mas," Ucap Sigit sambil menghapus air mata yang mengalir di wajah Iren


"Iren gak papa kok sayang, Iren hanya sedih, ini pertama kali bagi Iren melihat mas pergi, nanti iren juga terbiasa, mas gak usah pikirin ya Iren baik baik aja kok" ucap Iren membela diri ia tidak ingin membuat Sigit mencemaskan diri nya

__ADS_1


setelah pesawat yang di tumpangi Sigit dan Fahri lepas landas Iren baru bergegas meninggalkan bandara, kepala nya terasa berat dan pusing, sejak Sigit meninggalkan nya ia tidak berhenti menangis, dan pak Agus hanya bisa diam melihat majikan muda nya itu, ia tidak bisa berbuat apa apa untuk menenangkan Iren.


selama di perjalanan Iren juga masih tetap menangis, entah kenapa ia sudah begitu sangat merindukan Sigit dan Sigit yang lagi di udara juga merasakan hal yang sama, ia masih mencemas kan Iren hati dan pikiran nya tidak bisa ia tenang kan, rasanya ia ingin sekali melihat wajah istri tercinta nya itu yang sudah amat ia rindukan mesti baru saja ia tinggalkan, Sigit hanya bisa melihat foto Iren dari ponsel nya yang secara diam diam dia ambil untuk bisa menenangkan hati nya untuk saat ini.


setiba nya di rumah Iren langsung menuju kamar nya dengan tangisan di bibir nya, mama Ratna yang melihat putri nya sangat kwatir apa yang sedang menimpa putri nya, ia segera menghampiri Iren ke kamar nya dan mencoba menenangkan hati putri kesayangan nya itu

__ADS_1


"Kamu kenapa menangis sayang, apa yang membuat kamu sedih, tolong ceritakan ke mama, ada mama disini yang bersedia mendengar seluruh keluh kesah kamu" ucap mama Ratna mengahampiri Iren yang sudah terbaring di kasur nya


"Iren gak papa kok ma, mama gak usah kwatir, tolong biarin Iren sendiri ya ma, Iren mau istrahat" ucap Iren menyembunyikan wajah kesut nya, mama Ratna yang mengerti kondisi putri nya hanya bisa menuruti permintaan putri kesayangan nya itu.


__ADS_2