
Sigit sungguh merasa gelisah dan kecewa, ia sengaja tidak menghubungi Iren dan memutuskan untuk menunggu Iren di luar, setiba nya Bayu dan Iren di rumah membuat nya semakin marah, melihat perlakuan Bayu yang romantis terhadap istri nya.
Iren begitu terkejut ketika melihat sosok lelaki yang amat sangat ia rindukan sudah berdiri di depan rumah nya, Ia sudah dapat menebak apa yang ada dalam pikiran suami nya itu, Iren mencoba mendekati dan menjelas kan semua kepada Sigit, namun belum sempat ia buka suara, tangan Sigit sudah melayang di wajah Bayu, membuat Bayu spontan terjatuh dan di kejar oleh Iren, yang mebuat Sigit semakin kessel.
"Mas apa apa an sih," Ucap Iren sambil membantu Bayu Berdiri yang sudah menahan kesakitan akibat pukulan dari Sigit
"Ohh jadi kamu lebih bela dia" Jawab Sigit semakin emosi dan ingin memukul Bayu kembali, dengan cepat Iren menahan Sigit menyebkan Iren lah yang harus menerima pukulan dari Sigit, tangan Sigit seketika bergetar melihat hidung Iren di penuhi darah akibat perbuatan nya, ia ingin memeluk tubuh Iren namun di dorong oleh Bayu, sementara Iren juga tidak bisa berbuat apa apa, ia begitu kecewa dan marah melihat Sigit, dan memutuskan untuk berlari kerumah menuju kamar lama nya.
Bayu yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa diam, ia tidak bisa menyusul Iren, ia sadar diri tidak punya hak dan memutuskan untuk meninggalkan kediaman Iren dan Sigit
__ADS_1
Sedangkan Sigit masih berdiri diam tidak berdaya, seluruh tubuh nya terasa gemetar ia sangat menyesali perbuatan nya dan hanya bisa menangisi dan menyalah kan diri sendiri.
Pak Bambang dan Mama Ratna yang menyaksikan kejadian itu juga merasa kecewa, bagaimana bisa Sigit tidak bisa menahan diri dan mendengar penjelasan Iren sehingga harus menyakiti putri kesayangan mereka,
Iren hanya bisa menangis ia mengunci diri di dalam kamar nya, ia benar benar tidak mengijinkan seorang pun masuk untuk bertemu dengan dirinya.
Sigit terus berusaha untuk berjumpa dengan Iren, ia selalu mengetok pintu kamar Iren dan memohon agar Iren mau bertemu dengan dirinya, namun Iren sama sekali tidak memperdulikan Sigit.
Sudah merasa sedikit lega ia memutuskan untuk tidur dan membiarkan Sigit di luar pintu kamar nya yang selalu memohon untuk berjumpa dengan dirinya.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul 07:00 pagi, Iren memutuskan keluar kamar untuk serapan pagi dan menjumpai buah hati dan orang tua nya, ketika ia membuka pintu membuat Sigit terbangun dari tidur nya, namun Iren segera bergegas meninggalkan Sigit yang berusaha ingin memeluk tubuh nya.
Sigit tidak ingin membuat keributan, dan memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Iren menghampiri papa dan mama nya yang sudah berada di meja makan, dan betapa terkejut nya mereka melihat hidung Iren yang memar
"Pagi Pa,,Pagi Ma" Ucap Iren santai serasa tidak terjadi apa apa
"Pagi sayang, gimana keadaan kamu," ucap mama Ratna sambil mengelus wajah Iren yang terlihat pucat dan di penuhi dengan kesedihan.
__ADS_1
"Iren gk papa kok ma" jawab Iren sambil memberikan senyum tipis kepada orang tua nya yang sudah amat sangat menghawatirkan dirinya.