
NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers
Author harap semua para readers dapat memaklumi
Next !!!!!
Pukul 05.00 subuh Iren dan Sigit pun sudah tiba di Bali
Sigit tentu bisa menebak dimana Fahri akan menginap dan langsung menyusul Fahri ke vila yang baru ia belikan itu
" Kamu lanjutin tidur aja ya sayang nanti kalau sudah nyampe baru mas bangunin " ucap Sigit yang juga sangat mencemas kan Iren
" Iya sayang Iren minta tolong buat kabarin bik Ani dan mbok Atum titip si kembar soalnya ponsel Iren mati " Ucap Iren yang lagi memikirkan buah hati nya keberangkatan mereka yang mendadak hanya di ketahui oleh pak Agus supir pribadi mereka
__ADS_1
" Iya sayang kamu gak usah kwatir mas pasti akan kabarin mereka untuk jaga anak anak kita dengan baik " jawab Sigit yang sangat menenangkan hati Iren
tidak menunggu lama Iren pun langsung memutuskan untuk tidur mata nya yang sudah sangat terasa perih tidak dapat ia tahan
Menghabiskan waktu sekitar 3 jam Iren dan Sigit pun sudah tiba di vila tempat Fahri menginap
Sigit yang sudah berulang kali untuk menghubungi Fahri namun tidak ada jawaban membuat ke khawatiran nya pun semakin bertambah belum pernah sebelum nya Fahri akan mengabaikan telfon nya sampai sebanyak ini
Untung saja Iren dan Sigit berjumpa dengan penjaga vila itu sehingga bisa membawa mereka untuk masuk ke dalam
Fahri yang sangat merasa frustasi malam itu memutuskan untuk minum minuman keras untuk bisa melupakan sakit hatinya
Sigit berusaha untuk membangunkan Fahri yang masih merasa mabuk itu
__ADS_1
Sementara Iren juga merasa terkejut akhirnya ia memutuskan untuk menyiapkan makanan untuk mereka
Setelah selesai membantu Fahri sadar dan membersihkan diri Sigit pun memberi obat untuk menghilangkan rasa pusing yang masih melekat di kepala nya
Setelah merasa cukup sadar Fahri sungguh merasa terkejut melihat sosok Sigit yang sudah berada di depan mata nya ia masih merasa mimpi dan mencoba untuk menyadarkan diri
" Lo gak usah pura pura bodoh lo lagi gak bermimpi gue benaran ada disini " Ucap Sigit yang langsung bisa mengerti pikiran sahabat nya itu
" Lo serius Sigit sahabat gue " tanya Fahri kembali sambil mencubit bolak balik wajah tampan Sigit
" Udah gue bilang lo lagi gak mimpi sekarang lo jelasin apa yang membuat lo sampai seperti ini gak biasanya lo minum sampai mabuk begini gue dan Iren sangat nge khawatirin lo sampai kita bela belain buat lihat lo kesini " Ucap Sigit dengan tegas
" Gue ngerti lo dan Iren nge hawatirin gue tapi gak mesti lo harus susul gue kesini lo juga punya kerjaan dan lo gak usah pedulikan gue mungkin udah nasib gue seperti ini gak ada kebahagian dan gak ada yang bisa mencintai gue " jawab Fahri ceplos membuat Sigit merasa kessal mendengar jawaban Fahri seperti putus asa
__ADS_1
" Lo kalau mau ngomong mikir dulu kalau gue dan Iren gak mencintai lo kita gak bakalan ada disini lo itu udah seperti adek gue sendiri jadi gue mohon jangan pernah lo beranggapan lo hidup sendiri ada gue yang selalu membantu dan memberikan apa yang lo inginkan " jawab Sigit tegas menyadarkan Fahri betapa beruntung nya ia memiliki sahabat yang teramat sangat menyanyangi dirinya