
Fahri dan zahra pun akhir nya memulai hidup baru mereka, Fahri kini mengetahui kebenaran nya, bahwa zahra tidak sengaja memberikan kesucian nya melainkan dia sengaja di nodai oleh seorang laki laki yang tidak punya hati.
*Flashback*
zahra dan Iren merupakan saudara sepupu yang sangat dekat, perbedaan usia mereka hanya berjarak 2 tahun.
saat itu zahra sudah menduduki bangku SMA kelas 3 sementara Iren masih duduk di bangku kelas 1.
Walau jarak rumah mereka tidak dekat, tidak menjadi alasan untuk mereka, bahkan zahra sering menginap di rumah Iren begitu juga sebalik nya.
Iren dan zahra selalu menghabiskan waktu shoping bersama bahkan traveling bersama. mereka seperti saudara kandung, yang sangat dekat dan akrab.
Banyak orang yang iri melihat mereka, wanita cantik, kaya, dan di sukai oleh banyak pria.
Hingga suatu saat, seorang laki laki bernama Kevin salah satu mahasiswa hukum dari unifersitas kota tersebut menyukai Iren, namun Iren tidak pernah mengetahui nya.
Sehingga Kevin selalu berusaha untuk mendekati dan mendapatkan Iren dengan bantuan zahra, awal nya zahra merasa respect dengan kegigihan dan keseriusan Kevin, namun suatu ketika zahra harus mengetahui sifat buruk Kevin yang suka mempermainkan dan menyakiti wanita, sehingga zahra melarang Kevin untuk mendekati Iren.
__ADS_1
Kevin merupakan laki laki yang brengsek, sehingga ia tidak terima zahra mempermalukan dirinya, sehingga saat acara kelulusan zahra, Kevin pun berencana untuk membalas dendam dengan cara mencuri zahra dan menodai nya.
Niat jahat nya pun berhasil, ia berhasil merampas kesucian zahra.
Sehingga zahra yang berniat untuk kuliah di Jakarta, terpaksa melanjutkan kuliah nya ke Amerika Serikat. tidak ada yang mengetahui nya, zahra menyembunyikan nya dari semua orang, termasuk Iren.
sejak saat itu juga zahra berubah menjadi gadis yang murung, dan memutuskan untuk tidak komunikasi dengan Iren, walaupun Iren selalu berusaha untuk menghubungi nya, zahra terus mengabaikan nya, baginya ia hanya gadis kotor yang tidak pantas untuk di sayang.
Namun walaupun demikian, zahra tidak pernah berhubungan badan dengan mantan pacar nya, itu sebab nya semua mantan pacar nya selalu menghianati nya, karena zahra tidak mau hanya jadi pemuas nafsu belaka.
Zahra bukan tidak ingin jujur dengan Fahri, hanya saja bayangan Kelvin yang memaksa dirinya, masih teringat jelas di kepala nya, sehingga zahra tidak sanggup untuk cerita, ia merasa malu dan memilih untuk merahasiakan nya.
" Sekali lagi Mas minta maaf, Mas sudah salah paham dengan kamu, Mas sebenar nya bisa terima, hanya saja kamu tidak pernah cerita dan jujur, itu yang membuat Mas merasa kecewa dan berfikir kalau kamu tidak sungguh sungguh mencintai mas, kenapa hal sebesar ini harus kamu rahasiakan dan kenapa kamu harus simpan sendiri sayang " ucap Fahri kembali yang merasa bersalah telah salah sangka dengan zahra.
" Harus nya aku yang minta maaf, aku tidak bisa memberi mahkota ku untuk mas, sampai sekarang aku masih takut dan merasa jijik, itu sebab nya aku tidak punya keberanian untuk cerita ke siapa pun termasuk Mas, aku minta maaf tidak bisa menjaga kesucian ku, tapi sungguh aku tidak pernah melakukan nya dengan siapa pun, bayangan itu masih menghantui ku, aku wanita kotor mas " jawab zahra yang masih belum bisa melupakan kejadian itu, itu sebab nya dia jarang untuk pulang ke Jakarta, dan selalu meminta orang tua nya untuk mengunjungi nya ke Amerika Serikat.
Saat mendengar Iren sudah menikah dan akan mengadakan resepsi, itu sebab nya dia pulang, hanya karena ingin melihat kebahagian sahabat nya itu.
__ADS_1
" Mulai sekarang, kamu harus bisa melupakan semua hal buruk yang sudah menimpa kamu, mas janji, mas akan berusaha untuk membuat kamu bahagia, dan Mas bisa terima kamu apa adanya, jadi kamu jangan berfikir aneh aneh, kamu tidak salah, kamu wanita baik dan mas sangat beruntung memiliki kamu " sambung Fahri kembali lalu memeluk zahra
" Terimakasih Mas sudah bisa mengerti aku, dan aku juga ingin meminta maaf dengan Iren, karena aku meninggalkan dia begitu saja, bahkan aku mengabaikan nya, itu sebab nya dia tidak terlalu banyak bicara dengan ku, dia berfikir bahwa aku marah dan membenci nya " ucap Zahra yang sangat merindukan momen bahagia bersama Iren
" Iya sayang, setelah kita pulang ke rumah, kita akan ke rumah mereka, dan kamu harus bisa mendapat kebahagian kamu seperti dulu, Iren wanita baik, jadi kamu sangat pantas untuk berteman dengan nya dan mas yakin dia akan bisa mengerti dan menerima alasan kamu satu lagi kalian sekarang sama sama hamil, jadi kalian bisa sama sama berbagi pengalaman " jawab Fahri, dan zahra pun turut bahagia mendengar kehamilan Iren, setelah itu mereka pun berkemas untuk kembali ke rumah mereka.
Setelah menghabiskan waktu hampir 20 jam di udara, Sinta dan Lia (perawat) pun akhir nya tiba di L.A ( Amerika Serikat).
Seorang supir yang sudah di persiapkan oleh Sigit dan Iren sudah menunggu kedatangan mereka, jadi Sinta dan Lia tidak akan merasa kesusahan.
*Note sebenar nya karena di L.A author ingin membuat teks bahasa inggris, namun author takut membuat para readers merasa tidak nyaman, jadi agar lebih nyaman tetap ke bahasa indonesia saja ya*
" bagaimana perjalanan anda nyonya " tanya supir itu yang bernama Max
" Cukup melelah kan, apalagi dengan kondisi saya yang seperti ini " sambung Sinta yang membuat Lia dan Max merasa sungkan
" Saya yakin anda akan bisa sembuh, saya sudah mengetahui semua dari pak Sigit, saya sudah berpengelaman untuk membantu pasien dari berbagai negara menjadi supir yang ingin bertemu dengan dr Albern, dan semua hampir bisa sembuh dan kembali normal, dr Albern sangat berpengalaman di bidang ini, selain tampan dr Albern juga ramah dan baik, jadi banyak pasien yang suka dan merasa puas berobat dengan nya, dan saya harap nyonya juga akan begitu " ucap Max yang sudah mengetahui tujuan Sinta, kebetulan Max merupakan salah satu kepercayaan dr Albern untuk membantu pasien pasien nya. jika keluarga pasien memesan seseorang supir, maka Max lah yang akan turun tangan.
__ADS_1
" Apakah dr Albern nama dokter yang akan mengobati saya " tanya Sinta, yang belum mengetahui sama sekali tentang dokter yang akan merawat nya.
" Benar Nyonya, jadi Nyonya tidak usah takut, saya sudah mengenal beliau, dia salah satu dr terbaik di negara maju ini, dia tidak akan pernah melakukan hal buruk untuk Nyonya, saya bisa jamin itu, saya akan selalu bersama dengan Nyonya, karena saya sudah di tugas kan oleh pak Sigit untuk menjaga dan membantu Nyonya." sambung Max kembali, membuat Sinta merasa lega dan bahagia, betapa beruntung nya dia memiliki sahabat seperti Iren dan Sigit, yang selalu memberikan terbaik untuk sahabat nya, bahkan Sinta saja tidak pernah memikirkan tentang supir yang akan mengantar dan menjemput mereka, namun Sigit sudah memikirkan nya, dan mempersiapkan nya dengan sempurna.