
Iren merasa canggung dan malu atas perbuatan Sigit, ia segera menghentikan aksi Sigit yang sudah mulai meraba seluruh tubuh nya, nafas nya sudah tidak beraturan dan ingin menerkam tubuh Iren
"Maff mas Iren belum siap" Iren langsung berlari menuju kamar nya meninggalkan Sigit yang sudah sangat merasa nafsu dengan tubuh nya.
Sigit sangat menyesali perbuatan nya, kenapa ia tidak bisa mengendalikan diri, ia takut membuat Iren akan Ilfeell dengan nya dan menjauhi nya
"Aduhh Sigit kenapa lo bisa ceroboh gini sih," Ucap Sigit sambil mengacak acak rambut nya tidak lama kemudian Sigit menyusul Iren ia ingin minta maff kepada Iren, ia benar benar tidak mau jika Iren harus menjauhi dirinya lagi.
"Tokk,,tokk,,tokk,,"
"Irenn, ini mas Sigit,,Mas boleh masuk gak"
"Masuk aja mas, pintu nya gak Iren kunci kok"
__ADS_1
Sigit langsung menghampiri Iren yang duduk termenung di pinggiran tempat tidur nya
"Sayangg mas minta maff ya, kamu jangan jauhi mas, sumpah mas takut jika kamu acuh kan mas lagi, Mas janji mas gak akan ulangi kesalahan mas, Mas benar benar hilaf, mas minta maff ya sayang" Ucap Sigit sambil memegang kedua tangan Iren dan memohon kepada istri tercinta nya itu.
Lagi lagi Iren luluh melihat Sigit yang sudah duduk besujud di kaki nya yang mengharap maff dari dirinya.
"Yang seharus nya minta maff itu Iren bukan mas, maff jika Iren belum bisa jadi Istri yang sepenuh nya buat mas, maff Iren belum bisa menjalan kan kewajiban Iren sebagai Istri, hikss,,hiksss,,hiksss,,hiksss" Iren seakan menangisi diri nya yang belum bisa jadi Istri sempurna buat suami nya
Sigit lalu memeluk tubuh Istri nya, lagi lagi ia merasa bersalah telah membuat istri tercinta nya menangis
"Makasih ya mas,mas udah bisa ngertiin Iren," Iren merasa bahagia memiliki suami yang bisa menerima dan mengerti dirinya, ia tidak menyangka Sigit tidak seburuk yang ia kira, yang akan memaksa dirinya untuk menjalan kan kewajiban nya sebagai Istri
"Iya sayang, mas udah janji akan buat kamu bahagia, mas gak mau kehilangan kamu, tolong jangan pernah tinggalin mas, mas gak akan sanggup hidup tanpa kamu, mas udah berikan semua hati mas untuk kamu, mungkin kamu belum percaya dan yakin dengan mas dan mas juga ngerti itu, tapi mas akan sabar buat menunggu kamu sayang" Sigit pun langsung mencium kening istri nya yang sangat ia cintai itu
__ADS_1
"Ohh iya sayang, mas boleh minta tolong"
"Apa itu mas" tanya Iren dengan muka penuh kebingungan
"Mas tau saat ini kamu belum mencintai mas, dan mungkin masih ada laki laki lain di hati kamu, mas sangat minta tolong kamu lupain dia ya sayang, mas cemburu jika kamu masih ingat ingat dia" Ucap Sigit menyinggung Andi mantan Iren
Dear Readers
jangan lupa untuk selalu dukung dan vote novel aku sebanyak banyak nya ya
biar aku semangat buat up tiap hari
i love you all
__ADS_1
jangan lupa ikuti ig aku juga ya
@berutu_faujiah