
NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers
Author harap semua para readers dapat memaklumi
Next !!!!!
Setiba di kantor, Fahri pun langsung mencari Sigit yang sudah sebulan tidak ia lihat, tidak sabar rasanya ingin berbagi cerita tentang kisah asmara nya yang sudah terperangkap dalam hubungan cinta segitiga
* Fahri yang berlari dari parkiran, hingga ke ruangan ke Sigit membuat ia ngos ngos san seperti baru mengejar maling*
" Lo kenapa ngos ngosan begitu?, kayak baru ngejar maling saja " tanya Sigit yang menyaksikan Fahri tidak bisa mengatur pernafasan nya
" Gue gak sabar ingin jumpa dengan lo, takut lo kabur kabur lagi nyiksa gue sendiri disini " jawab Fahri ketus
" Yang jadi bos disini siapa? suka suka gue dong, jadi itu memang tugas lo untuk selalu gantiin posisi gue, nangani bisnis dan kantor, jadi berhenti untuk komplen " jawab Sigit menyindir
__ADS_1
" Ya sudah lah, gak akan ada habis nya berdebat dengan lo, Oh iya bro gue lagi butuh saran dari lo, kepala gue serasa ingin pecah, belum pernah gue merasa serumit ini " ucap Fahri sambil berjalan ke sofa pribadi milik Sigit, dan langsung membuka jas nya lalu duduk di sofa empuk milik Sigit yang khusus ia siapkan hanya untuk Iren
" Sejak kapan gue ijinin lo bisa duduk disana," ucap Sigit protes melihat Fahri memakai sofa khusus untuk istrinya
" Ya elah bro, makin hari makin kejam aja lo " ucap Fahri protes dan langsung pindah duduk ke sofa biasa yang ia duduki
" Lo ada masalah apa, gue perhatiin tampang lo kok berantakan begini " tanya Sigit sambil memandang penampilan Fahri dari ujung kaki sampai ujung rambut
" Hidup gue serasa hancur bro, gue merasa perasaan gue terjebak, hubungan gue dan zahra makin buruk, dan parah nya lagi gue jatuh cinta dengan Sinta, sial!!! " ucap Fahri membuat Sigit bingung, bagaimana bisa Fahri jatuh cinta dengan Sinta
" Tunggu,, yang seharus nya bertanya itu gue, Lo tau dari mana kalau Sinta punya perasaan untuk gue, sementara gue belum ada cerita apa apa ke lo, dan gue juga baru tau kalau selama ini Sinta mendam perasaan untuk gue " sambung Fahri untuk memperjelas kebingungan di antara mereka berdua
" Awal nya gue juga gak yakin kalau Sinta naksir benaran dengan lo, karna yang gue lihat Sinta orang nya ceria dan masih bersifat kekanakan, sampai kemaren Iren cerita kalau dia sangat merasa prustasi lihat lo nikah dengan zahra, sementara lo gak pernah peka dengan perasaan dia, lo bisa bayangin sendiri bro, gimana hancur nya hati Sinta, bertahun tahun mendam cinta, sampai harus pura pura bahagia lihat lo dengan zahra " jawab Sigit menjelaskan semua info yang ia ketahui tentang Sinta
" Siall,, kenapa hanya gue yang bisa gak peka, dan mungkin sekarang gue kena karma bro, saat gue udah nikahin zahra, justru gue malah jatuh cinta dengan Sinta, apa yang harus gue lakuin, kepala gue serasa mau pecah, arghhh " Ucap Fahri dengan nada kessal sambil mengacak acak rambut nya, penampilan Fahri memang sudah seperti orang prustasi, sangat berbeda dengan dulu yang selalu menjaga penampilan nya.
__ADS_1
" Gue juga gak bisa bantu lo apa apa tapi sebagai sahabat gue hanya bisa memberi saran, sebaik nya lo perbaiki hubungan lo dengan zahra, bagaimana pun juga zahra sudah jadi istri sah lo, yang harus lo tanggung jawabi, cobaan dalam rumah tangga banyak bro, sekarang keputusan berada di tangan lo, rumah tangga yang baru saja lo bangun mau di bawa kemana, jangan karna hal kecil lo merusak semua dan menyakiti orang orang yang menyanyangi lo " Ucap Sigit yang berusaha memberi saran untuk Fahri
" Jadi maksud lo gue harus lupain perasaan gue dengan Sinta? " tanya Fahri yang bisa mengerti apa maksud dari saran Sigit
" Kalau lo beranggapan seperti itu, mungkin itu yang terbaik, karna bagaimana pun Sinta sudah terlanjur sakit hati dengan lo, dan berapa hati lagi yang mau lo sakiti, gue gak suka dengan sikap lo sekarang, dimana Fahri yang gue kenal yang gak pernah menyakiti hati perempuan, sekarang lo mantap kan pendirian lo apa yang harus lo lakukan, jangan biarin masalah larut terlalu lama, sekecil apa pun masalah yang lo hadapi lo harus selesaikan itu " sambung Sigit kembali, seakan bisa membuka pikiran Fahri
" Gue takut salah ambil keputusan bro, kenapa kisah cinta gue gak se indah kisah percintaan lo " tanya Fahri yang selalu merasa cemburu dengan kisah cinta sahabat nya itu, dimana mereka selalu bahagia yang penuhi dengan perasaan cinta
" Itu semua tergantung dengan lo, jika lo mau seperti gue, lo harus bisa ubah semua pola pikir dan ubah sikap lo, seharus nya lo belajar dari gue, lo yang paling kenal dengan gue, tapi gue bisa luluh dengan Iren, malah justru sangat mencintai Iren dan hidup bahagia dengan keluarga kecil gue " jelas Sigit lagi, Fahri hanya bisa menyimak semua saran yang di ucapkan oleh Sigit, bagaimana pun semua yang di katakan Sigit benar ada nya, dan Sigit hanya membiarkan Fahri memikirkan takdirnya, dan memberikan Fahri untuk duduk menghayal di sofa milik nya
Di kantor Iren, Sinta juga melakukan hal yang sama, kini Sinta semakin terbuka untuk menceritakan masalah nya dengan Fahri untuk Iren
" Apa yang harus gue lakukan Ren, gue benar benar bingung, seharus nya gue senang mas Fahri sudah tau perasaan gue, dan bisa membalas perasaan gue, tapi kenapa di saat waktu begini, lebih bagus cukup gue yang tau perasaan gue , semakin gue mencintai mas Fahri, semakin besar juga rasa sakit yang harus gue rasakan, tolong bantu gue Ren, bebas kan gue dari sini, jujur gue sudah tidak sanggup " ucap Sinta, menyampaikan keluh hati nya
" Kalau lo merasa tersiksa dengan perasaan lo, lebih baik lo buang perasaan lo jauh jauh, karna setau gue kita mencintai itu untuk bahagia, bukan tersiksa dan harus selalu terluka, lo harus bisa berdamai dengan hati dan pikiran lo, gue tau semua berat, tapi apa lo mau selama nya seperti ini, dan sekarang kak Fahri sudah ber istri, wanita yang baik gak ada yang tega merusak kebahagian wanita yang lain nya, gue harap lo bisa ngerti apa maksud gue? jawab Iren seolah menjadi cambuk bagi Sinta, bagaimana bisa ia hanya memikirkan perasaan nya, sementara ada zahra yang juga pasti sudah merasa terluka karna Fahri yang sudah mengabaikan dirinya
__ADS_1