
NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers
Author harap semua para readers dapat memaklumi
Next !!!!!
Semakin hari Iren semakin di sibukkan dengan kegiatan kampus nya, sebagai bintang kampus banyak organisasi organisai kampus yang harus ia ikuti Putri dan Sinta selalu mendukung apapun jenis kegiatan yang di ikuti Iren semakin lama persahabatan mereka semakin dekat dan baik
Iren yang terlihat pucat membuat Putri dan Sinta kuatir, bukan Iren namanya jika ia harus mengeluh sakit nya ia lebih memilih untuk memendam dan menahan sendiri
Sudah hampir 30 menit Putri dan Sinta menunggu di depan toilet namun Iren tak kunjung keluar juga
Dengan panik Putri langsung memanggil petugas kebersihan kampus itu untuk membuka pintu toilet yang Iren kunci
__ADS_1
Setelah pintu berhasil di buka Betapa terkejut nya Putri dan Sinta melihat Iren yang terbaring lemas di sudut toilet dengan darah yang mengalir di kaki nya Dengan cepat Putri dan Sinta membawa Iren ke rs di bantu oleh petugas kebersihan disana
Di tengah perjalanan Sinta mencoba untuk langsung menghubungi Sigit rasanya jantung Sigit seakan copot mendengar keadaan Iren yang lagi darurat
Tanpa memperdulikan apa pun Sigit langsung menyusul Iren ke rs yang akan di tuju oleh Putri dan Sinta
Fahri yang sekilas melihat kepanikan Sigit bisa menebak ada hal yang terjadi dengan Iren
dengan cepat Fahri menghubungi Iren dan langsung di angkat oleh Sinta
Sigit yang sudah berlinang air mata segera berlari menyusul Iren hati nya sangat perih ia seakan bersalah tidak bisa menjaga wanita yang paling berharga di hidup nya
" Bagaimana keadaan Iren " tanya Sigit yang sudah berada di depan UGD rs itu
__ADS_1
dengan perasaan panik dan bersedih Ratna mencoba menjelaskan namun semakin membuat hati Sigit terasa perih dan sakit
Tak sanggup rasanya ia membanyangkan wanita yang paling ia cintai harus terbaring lemas menahan kesakitan di kamar mandi tangis nya semakin pecah dengan cepat Fahri yang baru tiba itu pun langsung memeluk Sigit yang sangat merasa rapuh itu
" Tenang bro kita berdoa saja mudah2 han Iren tidak kenapa kenapa" ucap Fahri yang berusaha untuk menenangkan Sigit
" Gimana gue bisa tenang istri gue di dalam kesakitan dan gue gak tau apa apa " jawab Sigit membuat Fahri bisa mengerti perasaan sahabat nya itu
Putri dan Sinta juga seakan merasa bersalah mereka hanya bisa menangis mencemas kan keadaan Iren yang sudah amat sangat mereka sayangi
Hampir 1 jam menunggu Dokter yang menangani Iren pun keluar dengan wajah yang semakin membuat Sigit ketakutan
" Dokter bagaimana keadaan istri saya, Istri saya sakit apa dokter tolong sembuhkan istri saya berapa pun akan saya bayar jangan biarkan istri saya kenapa napa saya mohon dokter " Ucap Sigit yang sudah sangat merasa ketakutan itu
__ADS_1
" Bapak tenang dulu untuk info lanjut nya bapak bisa ikut saya ke ruangan saya " Jawab dokter Nila
Sigit pun langsung mengikuti dokter Nila keruangan nya...