
Pak Bambang pun langsung memeluk putri kesayangan nya itu, ia tidak ingin membiarkan Iren menahan luka nya sendiri dan tanpa di sengaja air mata Iren langsung mengalir deras ketika berada dalam pelukan papa nya.
Sigit yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa diam dan semakin merasa bersalah, Mama Ratna yang menyadari keberadaan Sigit langsung memanggil Sigit untuk bergabung dan melakukan serapan terlebih dahulu.
setelah selesai serapan mereka berkumpul di ruang keluarga untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi
Iren sengaja duduk di samping mama Ratna, untuk saat ini ia begitu membenci Sigit dan tidak mau berada di dekat Sigit.
"Jujur saja papa tidak suka dengan situasi seperti ini" Ucap Pak Bambang membuka pembicaraan keluarga yang terlihat tegang itu
"Sigit minta maaf pa, ini semua salah Sigit" Ucap Sigit dengan penuh rasa penyesalan
"Padahal papa dan mama berencana akan pulang ke jakarta besok, bagaimana bisa papa dan meninggalkan kalian seperti ini" sambung mama Ratna yang ingin menyelesaikan masalah Sigit dan Iren putri nya.
__ADS_1
"Iren boleh gak ikut papa dan mama" ucap Iren membuat jantung Sigit berdebar kencang
"Sayang,,bukan nya papa dan mama gak ngijinin kamu buat ikut, masalah nya ini bukan cara yang bagus untuk menyelesaikan masalah" ucap pak Bambang yang ingin membela Sigit untuk tidak membiarkan Iren meninggalkan dirinya
Sementara Sigit tidak bisa mengeluarkan sepatah kata apa pun setelah mendengar Iren ingin meninggalkan dirinya, hati nya begitu sakit ia tidak bisa membayangkan bagaimana ia hidup tanpa Iren di sisinya.
"Jadi gimana nak Sigit, papa bisa kan percayakan putri papa untuk tinggal disini" Ucap pak Bambang yang berharap Sigit bisa menjaga putri kesayangan nya dan tidak mengulangi kesalahan yang sudah terjadi
"Ohh ia nak Sigit, papa dan mama sudah menemukan pengasuh yang cocok untuk si kembar, namanya mbok Atum nanti setelah papa dan mama pulang akan mama urus semua, biar dia bisa berangkat kesini, kamu setuju kan nak" Ucap mama Ratna sambil menunjukkan foto mbok Atum yang terlihat tidak jauh beda dengan umur nya, mama Ratna sengaja mencari pengasuh yang sudah berumur dan berpengalaman agar benar benar bisa membantu putri kesayangan nya.
"Sigit setuju kok ma, apa yang sudah menjadi keputusan papa dan mama sudah jadi keputusan Sigit juga" Ucap Sigit...
Setelah cukup lama mengobrol pak Bambang dan mama Ratna memutuskan untuk bermain dengan cucu cucunya di taman, sedang kan Iren memutuskan untuk istrahat di kamar, jujur saja ia masih merasa sakit di bagian hidung nya yang memar dan Sigit selalu berusaha untuk bisa minta maaf dengan Iren istri kesayangan nya.
__ADS_1
Sigit menerobos masuk ke kamar Iren yang kebetulan lupa ia kunci, jika Sigit ijin terlebih dahulu mungkin tidak ada kesempatan untuk dirinya berjumpa dengan Istri yang sudah amat sangat ia rindukan.
"Sayang,," ucap Sigit sambil menghampiri Iren yang sudah berbaring di tempat tidur nya
"Keluar mas, Iren gak mau lihat wajah mas" jawab Iren singkat membuat hati Sigit begitu teriris melihat istri nya yang begitu sangat membenci dirinya
Dear readers
jangan lupa untuk selalu dukung karya aku ya jangan lupa like dan vote sebanyak banyak nya.
biar aku semakin semangat buat up tiap hari.
aku sayang kalianππππ
__ADS_1