
Iren dan Sigit pun sudah tiba di Rs, mereka berlari menuju ruang Operasi, tangisan Mama Ratna yang membuat langkah Iren terhenti.
"Gak,,,,ini gak mungkin,,,gakk ini pasti bohong" ucap Iren dan langsung menangis histeris menghampiri mama nya
" Tasya kenapa ma " Tanya Sigit yang membuat hati mama Ratna terpukul
"Kamu yang sabar nak,, Tasya sudah tenang disana,,dia menitipkan baby kembar yang harus kita jaga" ucap pak Bambang, spontan membuat jantung Sigit terhenti dan tidak percaya
" Gak pa ini gak mungkin,, Papa pasti bohong,,gak mungkin dia tega ninggalin aku,, dia udah janji pa ,,buat selalu ada bersama ku,,papa becanda,,,gak ini gak mungkin, hiksss,,hiksss,,hikks, " ucap Sigit dan Tangis Sigit pecah berlari masuk menemui Istri nya.
Bagai di sambar Petir rasa nya ketika Sigit melangkah melihat mayat tubuh istri nya.
bBetapa malang nya nasib Sigit, Tasya pergi meninggalkan nya selama lama nya tanpa pesan apa pun
Andai saja mereka tepat waktu mungkin Sigit masih bisa melihat Istrinya yang berjuang untuk hidup.
Tuhan berkata Lain, Apa daya Tuhan lebih sayang ke Tasya sehingga dia memanggilnya
__ADS_1
Tasya dikatakan meninggal dunia 10 menit yang lalu,,Akibat benturan kuat yang terjadi di perut nya, mengakibatkan pendarahan besar padanya,
Andai saja Iren bisa cepat membawa kakak nya, mungkin Tasya masih bisa di selamatkan.
namun ini lah kehendak tuhan, tiada satu manusia yang dapat menolak nya dan mengetahui nya.
Sigit menghampiri mayat istri nya..
membuka kain putih yang sudah menutupi tubuh istrinya.
"Bangun sayangg,,,hiksss,,hikssss buka mata kamu,,aku udah disini,, kamu gk boleh pergi,,jangan tinggalin aku,,hiksss,,hiksss,,hikss,, kamu boleh marahin aku,,pukul aku,,kalo aku salah kalo aku menyakiti mu,,tapi jangan seperti ini sayang,,,jangan hukum aku dengan cara ini,,,aku gak sanggup hidup tanpa kamu,,aku gak sanggup kehilangan kamu,,,Tasyaaaaaa bangun sayang,, buka mata kamu" ucap Sigit dan menangis Histeris
Tangisan Sigit membuat semua ikut menangis dan meraskan kesedihan yang di alami nya
Sigit sungguh sangat terpukul, dengan kepergian Istri nya
"Bawa aku bersama mu sayang,,kamu gk boleh pergi sendiri, aku gak boleh biarin kamu pergi sendri lagi..tasya bawa aku sayang" ucap Sigit kembali yang menangis di atas tubuh Tasya
__ADS_1
Tangisan Sigit membuat dokter merasa iba kepadanya
"Sudah pak Sigit,, ikhlaskan kepergian buk Tasya,,dia sudah tenang disana,, jangan buat dia tersiksa dengan sikap bapak yang seperti ini" Ucap Dokter yang sudah berusaha untuk menyelematkan hidup Tasya
" Lihat bayi bapak,,yang dia titipkan ke bapak,,dia percaya bapak bisa mengurus mereka dengan baik
saya turut berduka pak,,hidup bapak tidak sampai disini saja
hidup bapak masih panjang bersama kedua bayi bapak, saya harap bapak bisa ikhlas dan biarkan buk Tasya pergi dengan Tenang." sambung dokter itu kembali, memberi dukungan untuk Sigit
Iren yang mengetahui kepergian kakak nya membuat nya syok, dan merasa terpukul tidak tahan rasanya menahan rasa sakit nya sehingga membuat dia jatuh pingsan
Iren segera di larikan ke IGD, Iren pun merasa sangat terpukul dengan kepergian kakak nya, di tambah rasa bersalah pada dirinya yang membuat hatinya semakin hancur.
Papa Bambang mengurus semua Administrasi Di Rs supaya segera membawa pulang jenazah putri kesayangannya.
Sigit yang bagai kena petir di siang bolong membuat nya duduk melamun meratapi kepergian Istrinya.
__ADS_1
Mama Ratna yang menjaga Iren hanya bisa menangis Meratapi ujian yang menimpa keluarga nya.