
Iren dan mama Ratna kini sudah tiba di rumah, namun tidak bisa di pungkiri perasaan kecewa dan sedih masih bisa terlihat di wajah Iren yang sudah 2 hari tidak mendapat kabar Sigit.
Sementara Sigit dan Fahri masih fokus menyelesaikan masalah yang menimpa perusahaan nya, dimana perusahaan nya yang hampir saja gulung tikar karna permainan busuk yang di mainkan oleh pemimpin yang di percayakan Sigit disana, Sigit masih memikirkan nasib karyawan karyawan nya, jika ia menutup perusahaan nya tersebut banyak hidup yang bergantung dengan nya itu sehingga ia berjuang kerasa untuk bisa mempertahan kan perusahaan nya tersebut.
__ADS_1
Setelah tiba di hotel, Sigit pun langsung mengubungi Iren yang sudah amat sangat ia rindukan, pekerjaan nya yang banyak menguras waktu membuat nya menahan diri untuk tidak menghubungi Iren, ia takut jika menganggu istri cantik nya itu.
setelah panggilan terhubung, Iren dengan cepat mengangkat panggilan vidio dari Sigit, yang kebetulan sedang ia nantikan, betapa bahagia nya hati Iren, penantian nya tidak sia sia mesti sudah menunjukkan pukul 02:00 dini sedangkan di korea sudah menunjukkan pukul 03:00 dini, itu yang membuat Sigit tidak menghubungi Iren ia takut akan menganggu tidur Istri yang paling ia cintai Itu, sementara ia tidak tau Iren selalu menanti kabar darinya.
__ADS_1
Spontan air mata Iren berlinang melihat wajah lelah Sigit dari layar ponsel nya, ingin sekali rasanya ia mengelus wajah laki laki nya itu namun apa daya, ia tidak kuasa.
"Iren kangen mas, kenapa mas gak pernah ngabarin Iren, apa salah Iren, apa mas gak tau Iren disini gak tenang mikirin mas Hikss hiksss hiksss" Ucap Iren dengan tangisan di bibir nya membuat Sigit tak kuasa dan ingin segera cepat cepat pulang memeluk tubuh Istri nya itu
__ADS_1
"Maaf in mas ya sayang ,kamu gak ada salah, mas yang salah udah ninggalin kamu dan gak beri kabar ke kamu, semua ini mas lakuin semata mata hanya untuk kebaikan kamu sayang, mas gak mau ganggu kamu, mas janji secepat nya mas akan pulang, mas udah gak tahan, mas juga sangat merindukan istri mas yang paling mas cintai ini" Ucap Sigit sambil menghapus air mata di wajah nya, ia tidak ingin semakin membuat Iren bersedih jika melihat nya juga ikut menangis
"Ya udah kamu istrahat ya sayang, mas mohon kamu jangan pikirin mas aneh aneh disini, insyaallah mas disini baik baik aja kok, dan mas disini selalu mencintai dan merindukan kamu" Ucap Sigit lembut membuat hati Iren tenang karna sudah dapat melihat dan mendengar Suara Sigit. Iren pun langsung menuruti perintah Sigit, entah mengapa setelah mendengar suara Sigit ia tiba tiba mengantuk dan butuh istrahat, tidak menunggu lama Iren pun langsung tertidur tanpa mematikan panggilan vidio di ponsel nya, membuat Sigit merasa gemes melihat wajah cantik istri nya itu dan sigit pun hanya bisa mencium kening Iren dari layar ponsel nya, membuat Fahri geleng geleng geli melihat tingkah bucin dari sahabat nya itu.
__ADS_1