
NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers
Author harap semua para readers dapat memaklumi
Next !!!!!
__ADS_1
" Kamu kenapa sayang, kok kayak lagi banyak mikir gitu " tanya Sigit yang tidak sengaja melihat Iren seolah sedang berpikir sesuatu yang berat
" Gak papa sayang, hanya saja Iren teringat bahwa Iren dulu sering kesini, papa dan mama sering bawa Iren sewaktu mereka ingin donasi, dan Iren pikir papa dan mama masih ngelakuin itu sampai sekarang, bahkan dulu Iren pernah bermain dengan seorang anak laki laki di bawah pohon sana, tapi semenjak papa dan mama sangat sibuk ngurus bisnis mereka, Iren sudah gak pernah kesini lagi, dan terakhir Iren kesini mencari anak laki laki itu ternyata dia sudah di adopsi, sejak saat itu sampai sekarang Iren gak pernah bertemu dengan dia lagi, mudah mudahan dia sudah menjadi pengusaha yang sukses, soalnya Iren ingat kalau dia ingin menjadi orang kaya untuk bisa mencari keberadaan orang tua kandung nya, apa dia sudah bertemu ya, Iren harap dia bisa mewujudkan keinginan nya " Ucap Iren menceritakan masa kecil nya, tanpa di sadari Sigit yang sedari tadi mendengar kisah nya, meneteskan air mata di wajah tampan nya
Sigit pun langsung menarik tubuh Iren ke dalam pelukan nya, Sigit memeluk Iren dengan sangat erat, Iren yang tidak mengerti dengan sikap Sigit, hanya bisa membalas pelukan suami nya itu, sambil berusaha menenangkan Sigit
__ADS_1
" Maaf in mas yang pergi tidak pamit, dan maaf in mas yang tidak bisa mengingat kamu, kamu tau gak, anak laki laki yang kamu ceritakan barusan itu adalah mas, mas yang dulu selalu menanti kehadiran kamu, untuk bermain di bawah pohon sana, tapi waktu itu hati mas sangat sedih, bertahun tahun mas menunggu, kamu tidak pernah datang kembali, sungguh waktu itu mas berharap masih bisa berjumpa dengan kamu, sekali lagi maaf in mas yang tidak bisa mengenal kamu sama sekali " jawab Sigit menjelaskan, alasan dia bersikap seperti itu, jantung Iren serasa terhenti seketika, dia sungguh tidak percaya, anak laki laki yang terlihat sangat memprihatinkan dulu, kini sudah menjadi suami nya yang sangat ia cintai
" Takdir memang gak bisa di tebak ya sayang, kini Iren mengerti, kenapa Iren dulu gak bisa melihat mas disini lagi, dan mas sama sekali tidak salah kok, wajar mas Sigit gak bisa kenali Iren, soalnya itu sudah bertahun tahun berlalu, bahkan Iren saja juga gak bisa kenali wajah mas yang sangat tampan ini, tapi Iren gak pernah lupa dengan satu janji mas Sigit sewaktu dulu " ucap Iren, membuat Sigit kembali berfikir
" Mas juga gak lupa sayang, waktu Itu mas berharap mas masih bisa bertemu dengan kamu, untuk menepati janji mas, tapi kamu gak pernah datang lagi, membuat mas selalu berharap dan menunggu untuk bertemu kamu lagi " jawab Sigit yang juga tidak pernah lupa dengan janji masa kecil nya dulu
__ADS_1
Walau janji Sigit hanya sederhana waktu itu, hanya mengajak Iren makan ice cream jika Sigit sudah mempunyai uang sendiri, tapi tidak ada kesempatan untuk Sigit menepati janji nya semasa itu