
Sigit yang tidak tahan menahan rasa cemburu nya, memutuskan untuk meninggalkan Fahri dan Iren Istri nya.
Ingin rasanya Sigit melarang Iren duduk di samping Fahri, namun apa daya lagi lagi Sigit belum berdaya.
"Bro gue duluan ya, mata gue ngantuk banget ini" ucap Sigit dan meninggalkan Iren dan Fahri yang masih asik bercerita
Sigit benar benar merasa sangat tersiksa, mengapa ia bisa secepat ini jatuh cinta dengan Iren, sedangkan Iren tidak ada tanda juga mencintai dirinya.
"Kenapa bisa jadi seperti ini, kenapa mesti gue duluan yang jatuh cinta dengan Iren, apa ini balasan buat gue yang udah ngacuhin Iren, sedangkan Iren sudah ngorbanin masa muda nya buat hidup jadi istri dan ibu dari anak anak gue, aduh Sigit kenapa lo jadi ***** gini sih, jelas jelas kematian Tasya bukan salah Iren, kenapa lo malah melampiaskan amarah lo ke wanita yang benar benar tulus seperti Iren" ucap Sigit menyalah kan diri sendiri yang kini duduk termenung di pinggir kasur nya
__ADS_1
"Maffkan aku sayang, bukan maksud aku ingin menghianati cinta kamu atau bahkan tidak setia kepadamu, hanya saja mas tidak tau, ini benar benar tidak mas rencanain semua terasa mendadak dan tiba tiba, mas gak tau kenapa mas bisa jatuh cinta dengan Iren adk kamu, tolong restui hubungan mas dan Iren, mas janji akan buat Iren bahagia dan jatuh cinta dengan mas" Ucap Sigit yang sedang memegang foto alm Istri nya.
Sigit pun berniat ingin memberitahu Fahri sejujur nya sebelum perasaan Fahri semakin dalam ke Iren, dan membuat Iren membalas cintanya
" Aku gak boleh biarin ini terjadi, cukup aku kehilangan istri sekali, aku gak mau kehilangan untuk ke dua kali nya, mungkin ini yang terbaik yang sudah tuhan berikan untuk ku, besok aku harus bilang yang sebenarnya ke Fahri, sebelum Fahri bertindak semakin jauh"
ucap Sigit yang sudah memberanikan diri ingin mendekati Iren
" Iren istrahat dulu ya kak, kapan kapan kita lanjut lagi, masih banyak yang ingin Iren tau dari kakk" ucap Iren berpamitan dengan Fahri
__ADS_1
"Iya ren, makasih ya udah mau nemanin kakak cerita"
"Gak masalah kok kak" ucap Iren dengan senyum mematikan di bibir sexy milik nya
Iren meninggalkan Fahri yang masih mengagumi dirinya
" Aduh Iren, kamu benar benar cantik mudah mudah han, harapan aku gk sia sia, aku benar benar sudah jatuh cinta padamu, ntah mengapa duduk dengan mu membuat aku merasa nyaman" ucap Fahri yang tidak ia sadari dirinya sedang memeluk bantal sofa milik Sigit.
Iren yang sudah tiba di kamar nya langsung mencuci wajah dan menggosok gigi nya serta mengganti baju nya, setelah itu ia tidak lupa memakai alat kecantikan nya, menjaga tubuh dan kecantikan merupakan hal wajib yang harus Ia lakukan.
__ADS_1
" Kok aku merasa ada yang aneh ya dengan kak Sigit, apa dia cemburu liat aku dekat dengan kak Fahri, ahhh gak mungkin, dia kan sama sekali gak nerima aku, ahh ya sudah lahh buat apa aku pikiran orang yang sama sekali gak pernah peduliin aku" ucap Iren dan langsung memejamkan matanya.