Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 174


__ADS_3

Setelah selesai melakukan USG, Fahri dan Zahra pun berkunjung ke rumah Iren dan Sigit, mereka yang sudah mendapat kabar bahagia dari Fahri pun sudah mempersiapkan banyak menu makan siang untuk mereka.


Tidak sabar rasanya untuk menyambut kedatangan sahabat nya itu, sehingga Iren dan Sigit menghidangkan makanan kesukaan Fahri dan zahra.


" Assalamualaikum " ucap Fahri dan zahra ketika sudah tiba di rumah Iren dan Sigit


" Walaikumsalam " jawab Iren dan Sigit bersamaan, yang sudah menanti sedari tadi kedatangan mereka


" Ayo silahkan masuk kak, kami sudah menunggu kakak dari tadi " ucap Iren lalu merangkul tangan zahra, dengan senang hati zahra pun mengikuti kaki Iren, mereka terlihat begitu gemes, wanita cantik yang lagi sama sama mengandung, sungguh semakin menambah kecantikan mereka.


" Lihat istri gue, dia sangat cantik, beruntung gue gak sempat kehilangan dia " ucap Fahri bangga di hadapan Sigit.


" Akhir nya kepala lo bisa terbuka, gak sia sia gue ngeluarin uang banyak untuk hadiah pernikahan lo" jawab Sigit yang ikut merasa bahagia atas kebahagian Fahri.


" Ya elah bro, sadis banget, yang ada dalam kepala lo hanya uang, uang dan uang, sama sahabat sendiri mesti banget lo ingat ingat terus " sambung Fahri kembali dengan cepat Sigit pun menjitak kepala Fahri yang sudah seperti saudara untuk nya


" Uang memang bukan segalanya, tapi kalau tidak ada uang, lo gak bisa ngelakuin apa apa " jawab Sigit bijak, dan Fahri pun hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Sigit.


Mereka pun langsung berkumpul di meja makan, rasa bahagia pun di penuhi keluarga mereka, di tambah Rasya dan Rini yang begitu cerdas, semakin meriahkan ruangan itu

__ADS_1


" Bro nanti kalau anak kita sudah lahir dan tumbuh dewasa, gue akan jodohkan anak gue dengan anak lo, jadi kita tidak hanya sekedar sahabat, tapi kita juga akan menjadi besan " jawab Fahri sambil menikmati makanan kesukaan nya, membuat Iren dan Zahra hanya tersenyum, melihat Fahri yang begitu bersemangat.


" Siapa bilang gue mau besanan sama lo, gue dan Iren belum tau jenis kelamin nya, seumpama nya juga jika anak anak kita cowok dan cewek, gue tidak akan menerima lamaran lo " jawab Sigit, spontan semua tertawa melihat reaksi Fahri yang langsung berubah.


" Lo lihat saja, gue harap anak lo perempuan, karena anak gue dan zahra laki laki, tadi kita sudah lihat saat USG, nanti gue akan ajarin anak gue buat nahlukin anak lo, jadi gak ada alasan buat lo nolak lamaran gue " jawab Fahri yang tidak mau kalah, Sigit pun hanya geleng geleng melihat Fahri yang begitu serius, dan Iren pun langsung menghentikan perdebatan itu, jika tidak itu akan terus berlanjut


" Sayang,, kak Fahri bahas itu nanti saja, sekarang makan dulu, tidak boleh makan sambil bicara, harus jadi contoh yang baik untuk Rasya dan Rini "ucap Iren, Sigit dan Fahri pun langsung menuruti ucapan Iren


Setelah selesai menyantap makan siang mereka, Sigit, Fahri dan si kembar pun langsung berkumpul di ruang keluarga, sementara Iren dan Zahra tengah menyiapkan cemilan ringan untuk suami kesayangan mereka


" Iren,, kakak minta maaf ya, waktu itu kakak pergi begitu saja, sebenar nya kakak tidak pernah membenci kamu, hanya saja kakak ngalamin kejadian yang sangat memalukan, sehingga kakak tidak sanggup melihat papa, mama dan juga kamu, jadi kakak memutuskan untuk kuliah ke (A.S) dan menghindari kamu " ucap zahra yang ingin memperbaiki hubungan nya dengan Iren.


"Kakak juga bahagia, nanti kita bisa holiday dan shoping bersama, dan kakak juga setuju dengan ucapan mas Fahri saat di meja makan tadi, jadi kita bisa besanan " sambung zahra, dan mereka pun hanya bisa tertawa merasa lucu


Setelah selesai membuat cemilan ringan, dan minuman segar, kedua ibu hamil ini pun membawa nya ke ruang keluarga, tampak lah Sigit, Fahri dan si kembar sedang main game P.S bersama, sungguh pemandangan yang sangat begitu indah.


Tidak ingin mengganggu, Iren dan zahra pun hanya menonton suami kesayangan mereka bermain, serta sesekali menyuapi cemilan yang sudah mereka sediakan


Tidak begitu lama, ponsel Iren pun berdering, nampak lah nama Sinta yang sudah berada di L.A sana sedang menghubungi nya.

__ADS_1


" Halo Sinta, lo baik baik saja kan " ucap Iren ketika melihat wajah Sinta dari layar ponsel nya, Sigit dan Fahri yang mendengar Iren menyebut nama Sinta pun langsung mengakiri game mereka, dan menyusul Iren untuk bisa melihat wajah Sinta, zahra pun tidak ingin kalah, ia juga ingin melihat keadaan Sinta


" Halo Ren, Kak Sigit, Mas Fahri, Kak Zahra, Rasya, Rini, gue baik baik saja, gue baru nyampe tadi siang, dan ini lagi istrahat, mungkin besok gue baru ketemu dengan dokter yang akan mengobati gue, doa in gue ya, gue benar benar takut, gue takut mengecewakan kalian. " jawab Sinta, yang bisa melihat perasaan bahagia dari wajah sahabat sahabat nya.


Zahra yang mendengar ucapan Sinta pun, ingin bicara dengan Sinta, ia tidak sempat minta maaf dan berpamitan dengan nya, dengan senang hati Iren pun mempersilahkan nya.


" Halo Sinta, gue senang lo masih ingat dengan gue, ooh ia, semangat ya, lo harus bisa cepat sembuh dan kembali ke Singapura, agar kita bisa kumpul dan bermain sama sama, gue juga minta maaf tidak sempat pamitan dengan lo, gue benar benar menyesal, dan gue akan menunggu lo disini, gue juga ingin menjadi sahabat lo, gue penasaran dan ingin menyaksikan tentang semua yang Iren ceritain tentang lo, dan gue harap lo jangan pernah merasa bersalah atau apa pun itu, kita semua disini menyanyangi lo, dan berharap lo benar benar bisa sembuh dan hidup bahagia" ucap zahra dengan senyuman indah di bibir nya, Sinta yang mendengar suara zahra pun ikut merasa bahagia, akhir nya niat nya berhasil untuk mempersatukan Fahri dan Zahra kembali


" Harusnya Aku yang minta maaf, aku sudah membuat kakak bersedih, sekarang aku lega, melihat kakak dan Mas Fahri sudah bersama kembali dan aku juga turut bahagia untuk kalian " jawab Sinta, tidak di sadari air mata nya pun mengalir di wajah cantik nya itu.


" Husst,, jika lo benaran anggap gue kakak, hapus air mata lo, gue tidak ingin melihat air mata lo mengalir di wajah lo yang cantik itu, gue sudah bilang, jangan pernah merasa bersalah, lo gak salah, justru karena lo kami berdua bisa menyadari, kalau kami sangat mencintai, justru gue harus berterimakasih, karena lo benar benar wanita baik, lo tidak pernah mikirkan kebahagiaan lo sendiri, melainkan lo hanya mikir kebehagiaan orang lain, gue salut dengan lo" jawab zahra, membuat Sinta semakin merasa lega, kini ia bisa merasakan kebahagiaan sesungguh nya, melihat seseorang yang kita cintai hidup bahagia.


Setelah semua selesai bicara menyapa Sinta, panggilan mereka pun terputus, Sinta harus kembali Istrahat, ia akan mulai melakukan pengobatan dengan Dr albert besok hari di temani Lia dan Juga Max.


" Mba Sinta benar benar beruntung memiliki sahabat yang begitu sangat menyanyangi Mba " ucap Lia yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Sinta


" Iya, mereka benar benar sangat baik, jadi mereka pantas untuk hidup bahagia, Sinta minta maaf sudah nyusahin Mba Lia kesini, Mba harus berpisah dengan keluarga dan orang orang yang Mba sayangi " jawab Sinta yang sudah dekat dengan Lia


" Mba tidak nyusahin saya sama sekali, saya hanya punya keluarga di panti, berkat Mas Sigit saya bisa menjadi seorang perawat, justru saya akan menjadi manusia yang tidak tau balas budi jika saya menolak permintaan Mas Sigit dan kak Iren untuk menemani mba Sinta kesini, mereka benar benar pasangan serasi dan baik hati, mereka tidak asal membiarkan Mba Sinta berangakat kesini tanpa seseorang yang mereka kenal, dan mereka juga sangat menyanyangi mba Sinta, sebelum kita berangkat Kak Iren berpesan untuk menjaga Mba sebaik baik nya, bahkan dia sudah mentransfer saya uang, saya tidak ingin menerima nya, namun Mba mungkin lebih mengenal kak Iren dari pada saya" sambung Lia kembali, sambil menceritakan semua tentang hidup nya, ia semakin merasa kagum dengan Sigit dan semakin menyanyangi Iren, betapa sangat beruntung nya ia memiliki sahabat berhati malaikat, kini Sinta pun semakin memperkuat tekat nya untuk bisa sembuh, agar ia tidak mengecewakan Iren dan semua yang sudah menunggu dia di Singapura.

__ADS_1


__ADS_2