
Iren melihat bik Ani yang sedang merhatikan mereka, tentu ia tau apa yang sedang bik Ani pikirkan
"Bik, bibik Istrahat aja ya, nanti biar Iren yang ngurus ini semua" pinta Iren yang sudah menganggap bik Ani seperti orang tua nya
"Tapi non,," belum sempat bik Ani menyelesaikan ucapan nya langsung di potong Sigit yang menyetujui perintah Iren, justru ia merasa senang hanya berdua dengan Istri nya yang udah amat sangat ia cintai itu
"Udah bik, bibik gak usah merasa gak enak, mulai sekarang biarin Iren yang ngurusin segala kebutuhan saya, bibik hanya perlu membantu Iren, jika Iren membutuhkan"
"Baik tuan," bik Ani pun langsung menuruti perintah Sigit, ia sama sekali tidak berani menentang Sigit.
"Kamu gak marah kan sayang, aku ngomong gitu ke bik Ani"
__ADS_1
"Yang mana mas," tanya Iren se olah tidak tau apa maksud suami nya itu
"Mas jadi malu, dengan bangga nya mas bilang kamu yang akan ngurusin kebutuhan mas, belum tentu juga kamu akan mau" heheheheh
"Gak masalah kok mas, harus nya itu sudah kewajiban Iren, hanya saja mas yang melarang nya, makanya Iren gak berani" ucap Iren bertanda ia menyetujui permintaan suami nya itu
Sigit tersenyum bahagia mendengar ucapan Iren yang menyetujui permintaan nya, ia merasa niat nya berjalan lancar dan benar benar bisa membuat Iren jatuh cinta dengan nya
"Gak usah di bahas lagi ya mas, Iren udah maafin semua kesalahan mas, Iren selama ini juga belum menjadi istri yang baik buat mas, dan Iren juga minta maff jika belum bisa menjadi istri yang berbakti buat mas,, dan sekarang mas habisin makanan nya ya, jangan banyak omong kalo lagi makan, pamali" ucap Iren sambil mengambil sendok dari tangan Sigit dan menyuapi nya
Sigit benar benar merasa tersentuh, rasanya tak ada sepatah kata pun yang bisa untuk ia ucapkan saat ini,mata nya seakan berkaca kaca, ia merasa menyesal betapa bodoh nya ia selama ini harus mengacuhkan Iren yang begitu berhati tulus.
__ADS_1
Iren dengan senang hati menyuapi suami nya yang baru ia cintai itu, rasanya ia sudah mendapat kan segala nya, kini ia mengerti di balik kesedihan dan cobaan yang sudah menimpa nya akan ada balasan kebahagian yang akan ia tuai
Sigit lalu memegang tangan Iren, dan mengambil alih tugas Iren
"Gantian mas yang suapin ya sayang, walaupun kamu gak lapar, kamu harus makan, mas gak mau kamu sakit, mas benar benar sangat mencintai kamu"
Iren hanya mengangguk menyetujui permintaan suami nya, bagaimana pun yang di katakan suami nya benar, ia harus menjaga kesehatan nya, untuk keluarga kecil nya
Sigit menyuapi Iren dengan lembut, Iren benar benar bisa merasakan ketulusan Sigit, sungguh ini benar benar pemandangan yang sangat indah baru terjadi di rumah mereka, seakan semua bisa merasakan nya, suasana rumah yang tenang dan kini mulai terasa nyaman, Sigit benar benar sudah bisa menemukan hidup dan tujuan nya sekarang.
Selesai mereka menghabiskan makanan nya bersama, Iren membersihkan meja makan dan mencuci piring bekas makan mereka, ketika Iren sedang fokus membersihkan bekas cucian nya, Sigit tiba tiba datang menghampiri nya dan memeluk tubuh nya dari belakang, Iren benar benar terkejut dan langsung membalikkan tubuh nya, kini posisi mereka sudah saling berhadapan tanpa ijin dari Iren Sigit langsung menyosor dan ******* bibir Sexy Iren, Iren hanya bisa pasrah tidak menunggu lama Iren pun langsung membalas ciuman suami nya itu.
__ADS_1