
Setelah menghabiskan waktu seminggu di Bali, kini tiba waktu nya Iren dan Sigit kembali ke Singapure, Sekian banyak melakukan perjalanan, ini merupakan perjalanan terindah bagi Iren dan Sigit yang sangat perlu untuk di ulang.
Banyak kenangan indah yang tidak akan mungkin bisa di lupakan, janji suci yang telah mereka ucapkan, semakin membuat mereka bagai remaja yang benar benar sedang di mabuk cinta
Setelah tiba di Singapura Iren pun langsung memeluk buah hati nya yang sudah amat sangat ia rindukan, kebahagian nya terasa lengkap sudah, hidup nya di kelilingi orang orang yang menyanyangi dirinya dan peduli terhadap nya.
Sementara itu Sigit pun memeriksa cctv yang sengaja ia pasang tersembunyi untuk bisa memantau pengasuh baru untuk sikembar, ia benar benar tidak lepas tanggung jawab, ia sudah mempersiapkan semua dengan matang sebelum ia dan Iren pergi bulan madu ke Bali, ini yang membuat dirinya bisa pergi dengan tenang tanpa harus berfikir macam macam dengan orang yang baru bekerja dengan dirinya
__ADS_1
Sigit pun merasa lega, melihat rekaman mbok Atum yang bekerja dengan baik, tidak ada gerak gerik yang mencurigakan, bahkan mbok Atum juga selalu menemani bik Ani untuk stand bye tidur dengan si kembar, mereka juga selalu siaga tanpa pernah merasa lelah
Iren yang sangat berterimakasih untuk bik Ani dan mbok Atum yang baru bekerja dengan dirinya, tidak lupa untuk membawa oleh oleh, Iren terlihat sangat bahagia ketika memberi buah tangan dari nya, sikap nya yang ramah membuat mbok Atum merasa nyaman, ternyata apa yang di ceritain bik Ani semua benar (pikirnya), ia sangat beruntung memiliki majikan yang baik, ramah, sopan dan serta bisa menghormati seseorang yang jauh lebih tua dari dirinya
"Sekali lagi saya mengucapkan selamat datang di keluarga kami, semoga mbok Atum bisa betah dan nyaman kerja disini, maaf kemaren mbok baru datang udah Iren tinggal, jika mbok ada masalah mbok bisa langsung cerita ke Iren, insyaallah selagi Iren bisa membantu pasti Iren bantu, dan laki laki yang bersama dengan Iren tadi itu mas Sigit suami Iren, Mas Sigit orang nya baik kok, hanya saja dia mungkin kecapean jadi belum sempat menyapa mbok Atum" Ucap Iren yang menyambut hangat pengasuh buah hati nya
"Terimakasih nyonya, saya akan bekerja dengan giat dan baik, saya tidak akan mengecewakan nyonya, saya tau nyonya dan tuan orang baik, ijinkan saya mengasuh si kembar seperti cucu saya sendiri" Ucap mbok Atum yang merasa tersanjung dengan sikap ramah Iren
__ADS_1
"Kalau begitu ijinkan saya untuk memanggil Non Iren saja" ucap mbok Atum meminta dan permintaan nya pun dengan senang hati di setujui oleh Iren
Setelah selesai membagi buah tangan nya, Iren pun menyusul Sigit ke kamar yang sedari tadi meninggalkan nya
Iren hanya bisa tersenyum ketika melihat Sigit yang sedang berbaring pasrah di ranjang mereka
"Sini sayang, jangan cuman liatin mas aja nanti makin jatuh cinta lo" Ucap Sigit yang menyadari kedatangan Iren dan sedang senyum sendiri memperhatikan dirinya
__ADS_1
"Bagaiman Iren gak semakin jatuh cinta, mempunyai suami yang tampan seperti ini" Ucap Iren sambil menghampiri Sigit dan ikut berbaring di samping Suami tampan nya itu
"Ucapan kamu membuat capek mas hilang, mas boleh gak minta jatah lagi" ucap Sigit yang langsung memeluk tubuh Iren serta langsung menjalan kan aksi nya, Iren pun hanya bisa pasrah sambil menikmati Aksi Sigit jujur saja Iren juga sangat menyukai Serangan yang dilakukan Sigit. ia juga begitu cepat merindukan kehangatan dari tubuh suami tampan nya itu