
NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers
Author harap semua para readers dapat memaklumi
Next !!!!!
Iren dan Sigit pun menghabiskan waktu untuk bermain dengan anak anak panti asuhan lainnya, Iren sangat menikmati disana, Iren bahkan sangat menyanyangi anak anak yang tidak memiliki orang tua itu, bahkan tidak tau asal dan jati diri mereka
Sigit juga sudah banyak membantu anak panti yang sudah tumbuh dewasa, untuk bekerja di pabrik pabrik nya, Sigit sama sekali tidak pernah memaksa, jika anak tersebut bersedia dengan senang hati Sigit akan merangkul mereka, dan buktinya sudah banyak yang bisa hidup mandiri dan berkecukupan berkat jasa nya.
Sigit sama sekali tidak pernah memandang bulu, baginya semua sama, jika ada yang perlu membutuhkan bantuan maka dengan senang hati ia akan membantu, dan begitu juga sebalik nya, melihat Iren yang begitu welcome dengan anak anak panti tersebut, membuat Sigit semakin mencintai nya, begitu lah Iren dan Sigit selalu, kapan dan dimana pun benih benih cinta di antara mereka selalu tumbuh dan mekar dengan indah, banyak sekali yang mengharapkan hubungan seperti mereka, yang selalu harmonis dan di penuhi dengan kebahagian dan cinta
*
Semakin hari, perasaan Sinta ke Fahri juga semakin bertambah, Sebalik nya Fahri juga merasakan hal yang sama, namun Sinta yang masih bisa berpikir logis, selalu ada cara untuk menghindari Fahri, dia tidak ingin karna dirinya di jadikan alasan penyebab rusak rumah tangga Fahri dan zahra
__ADS_1
Jujur, sebenar nya hati Sinta juga terluka, ketika ia harus melawan hati nya, namun tidak ada yang bisa ia perbuat selain menjauh dari Fahri
" Kenapa mencintai mu harus sesakit ini, semakin aku berusaha untuk menghindar, semakin besar pula rasa rindu yang harus ku pendam, rasanya sangat sakit dan perih, aku harus melawan apa kata hati ku, jika aku turutkan aku akan menjadi perempuan yang tidak punya hati, berikan aku jalan tuhan, aku tidak ingin seperti ini, kenapa kau biarkan aku jatuh cinta tapi hanya untuk terluka dan tersiksa, biarkan aku sekali saja merasakan bagaimana indah nya di cintai dan mencintai " ucap Sinta yang sudah sangat merasa putus asa, semakin hari, perasaan nya seolah menjadi racun untuk nya, yang bisa membunuh dia kapan saja
" Sin, kamu ada waktu, aku ingin ketemu dengan kamu " ucap Fahri dalam pesan singkat nya, yang sedari tadi juga tidak bisa berhenti untuk memikirkan Sinta
Sinta yang sudah berusaha untuk menghindar, seolah Fahri selalu saja menganggu niat nya, bukan hanya Sinta yang merasa tersiksa, Fahri juga tidak kalah jauh merasa terpukul, dia harus menyadari perasaan seseorang yang sangat mencintai nya ketika dia sudah ber istri, dan buruk nya dia kembali untuk jatuh cinta di saat waktu yang tidak tepat
" Apa yang harus ku lakukan, kenapa semua jadi kacau begini " ucap Fahri yang sudah sangat merasa kesal, sambil mengacaukan rambut nya, di tambah Sinta yang tidak pernah merespon telfon dan pesan nya, membuat ia semakin tidak bisa untuk mengendalikan diri
Selesai pulang kerja, Fahri akhir nya memutuskan untuk menjumpai Sinta ke kantor nya, dia sudah menunggu di loby kantor Sinta, Sinta yang tidak mengetahui kehadiran Fahri, terpaksa harus meluangkan waktu untuk bicara dengan nya
" Mas ingin bicara dengan kamu, tolong beri mas waktu" ucap Fahri sembari sambil memohon agar Sinta mengasihi nya
Sinta yang tidak ingin membuat keributan, memutuskan untuk bicara dengan Fahri di salah satu kafe yang terletak tidak jauh dari kantor nya
__ADS_1
" Apa yang ingin mas bicarakan " tanya Sinta ketika sudah tiba di kafe itu dan sudah memesan minuman dan makanan ringan
" Kenapa kamu menghindar dari mas, apa yang sudah mas lakukan, sehingga kamu tidak pernah ingin bertemu dengan mas lagi, bahkan untuk membalas pesan mas saja pun kamu tidak bisa, jangan siksa mas seperti ini Sin, jujur mas gak kuat, hati mas sakit ketika mas merindukan kamu, tapi tidak bisa melihat kamu " ucap Fahri mengeluarkan isi hatinya
" Mas sadar gak sih dengan apa yang mas ucapkan, lihat diri mas sekarang, mas sudah jadi suami orang, dan gak sepantas nya mas bersikap dan berkata seperti ini, jangan buat Sinta seoalah seperti perempuan jahat yang tidak punya hati, mas baru merasakan seperti ini sudah tidak sanggup, bagaimana dengan Sinta yang sudah bertahun tahun mendam perasaan untuk mas, tapi mas tidak pernah memandang dan menganggap Sinta ada, bagaimana perasaan Sinta yang harus pura pura kuat melihat mas tertawa bahagia dengan perempuan yang sangat mas bangga bangga kan, dan bagaimana hancur dan perih nya hati Sinta ketika harus mengikhlas kan laki laki yang sangat amat Sinta cintai harus duduk bahagia di kursi pelaminan bersama wanita lain, dan bagaimana sakit nya hati Sinta yang harus bisa menerima kenyataan bahwa mas sama sekali tidak pernah bisa untuk membalas cinta Sinta, sudah lima tahun, Sinta selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, apa mas bisa rasakan dan lihat ketulusan hati Sinta, gak pernah, sama sekali gak pernah, mas gak tau betapa sakit nya ketika Sinta harus pura pura bahagia, dan betapa susah nya untuk menahan air mata agar tidak keluar ketika harus menyaksikan secara langsung, mas harus ber mesraan dengan wanita lain, tapi Sinta gak pernah menyalahkan mas Fahri, ini semua keinginan Sinta yang harus siap untuk terluka, andai dulu sikap mas seperti ini, andai dulu mas bisa sedikit saja buka hati untuk Sinta, mungkin kita gak terjebak di zona seperti sekarang ini, dan Sinta harap, mulai sekarang, tolong berhenti untuk menganggu dan menghubungi Sinta, perasaaan mas sekarang sudah tidak ada gunanya, berikan saja perasaan mas seutuh nya untuk istri mas yang selalu mas hindari " ucap Sinta mengeluarkan semua isi hati nya yang sudah bertahun tahun ia pendam, ini pertama kali bagi Sinta untuk menyampaikan perasaan nya, Fahri benar benar semakin terpukul mendengar penderitaan yang di alami oleh Sinta, di tambah dia teringat yang sering memarken ke mesraan dengan zahra, tentu bisa ia rasakan bagaimana sakit nya hati Sinta saat itu
Setelah merasa puas dengan uneg uneg nya, Sinta langsung bergegas pergi meninggalkan Fahri, Fahri yang menyadari kepergian Sinta, seolah terbius, tidak dapat untuk menghentikan langkah Sinta
Dear readers
Tolong jangan lupa untuk selalu dukung dan vote karya aku sebanyak banyak nya, biar aku lebih semangat untuk up setiap hari
Menurut kalian bagaimana kisah cinta Fahri, Sinta, dan zahra?????
aku tunggu pendapat kalian
__ADS_1
jawaban yang gokil akan aku pos di beranda aku
terimakasih!!!