
Sigit merasa ia telah menahan dan memaksa Iren untuk selalu bersama nya, ia segera menenangkan Iren, dan akan menuruti segala keinginan wanita yang sudah amat sangat ia cinta itu.
Sigit langsung membalas pelukan Iren sambil mengelus lembut kepala wanita nya itu.
"Kamu kenapa menangis sayang, maaf in mas ya, gak seharus nya mas maksa kamu untuk ngelakuin sesuatu yang gak bisa kamu lakukan, Mas janji apa pun yang akan terjadi mas akan ikhlas, kamu gak usah nangis dan merasa bingung karna mikirin mas, pokoknya apa pun keputusan kamu mas akan terima" Ucap Sigit sambil menghapus air mata yang mengalir di wajah wanita nya itu
"Kamu jangan nangis lagi ya, mas gak kuat liat air mata kamu"
Iren pun semakin mengerat kan pelukan nya ke tubuh Sigit, ia merasa Sigit sudah salah paham dengan nya, ia menangis bukan untuk ingin meninggalkan Sigit melainkan ia sangat tersentuh betapa ia bahagia memiliki suami yanh sangat mencintai dan takut kehilangan nya.
"Mas,,jangan pernah buat ngomong gitu lagi ya, Iren gak akan mau pura pura bahagia dan mencintai mas dan sampe kapan pun Iren gak akan mau ninggalin mas,, hikss,,hiksss,,hiks,,hiks,, kenpa Iren harus pura pura kalau sebenar nya Iren merasa bahagia dan sudah mencintai mas" Ucap Iren dengan tangisan di mulut nya membuat jantung Sigit seakan mau copot, Sigit merasa melayang di udara, ia belum percaya kalau Iren sudah mencintai dirinya.
__ADS_1
Sigit mengangkat dagu Iren tepat di hadapan nya dengan mata yang sudah berkaca kaca Sigit memastikan kembali bahwa apa yang ia dengar tidak salah
"Coba katakan sekali lagi sayang, apa yang kamu ucapkan barusan,"
Tangis Iren pun semakin jadi melihat Sigit yang hampir menjatuhkan air mata untuk nya
Iren memegang wajah Suami nya dengan kedua tangan nya dan menyakin kan Sigit kalau ia benar benar sudah mencintai laki laki nya itu
Sigit seperti mendapat kejutan yang tidak ternilai perasaan bahagia nya mengalah kan dengan ia memenangkan tender milyaran rupiah, tidak menunggu lama ia pun langsung menyosor bibir indah dan sexy milik wanita nya dengan senang hati Iren pun membalas kecupan suami nya itu dengan lembut membuat nafsu Sigit semakin menjadi.
Iren menyadari Suami nya sudah di kuasai oleh nafsu, segera ia akhiri karna mereka masih ingin menjemput papa dan mama nya
__ADS_1
"Mas udah dulu ya, kita masih mau jemput papa sama mama lo kasihan nanti mereka menunggu lama" Ucap Iren sambil membersihkan bekas air liur mereka yang berserak di sekita bibir Sigit.
Sigit hanya tersenyum, lagi lagi ia tidak bisa mengontrol diri, untung nya Iren sudah bisa menerima nya melihat Iren yang membalas ciuman bibir nya dengan lembut dan sangat menggairahkan.
Sigit langsung mencium kening wanita nya itu, ia berterima kasih dalam hati kepada alm Istri nya Tasya karna sudah memberikan dan mengijinkan Iren untuk menjadi Istri nya dan berhasil merubah nya menjadi laki laki yang bertanggung jawab untuk Iren dan si kembar
Dear readers
jangan lupa untuk selalu dukung dan vote novel aku sebanyak banyak nya biar aku semakin semangat untuk up setiap hari nya
dan jangan lupa untuk follow ig aku juga ya @berutu_faujiah
__ADS_1
i love you all 😍😍😍😍😍