
Setelah mengurus semua berkas yang di butuhkan, Sinta pun akhir nya berangkat ke Amerika Serikat bersama perawat yang di sewa oleh Iren dan Sigit.
Fahri merasa sedih, karena Sinta yang tidak mengijinkan dirinya untuk ikut, namun demi kesehatan nya Fahri terpaksa mengihklaskan nya.
" Jangan lupa kabari gue, apa pun terjadi disana, gue sayang banget sama lo, gue harap lo bis cepat sembuh, agar kita bisa bersama bahagia kembali " ucap iren ketika mengantar Sinta ke Bandara
" Doa in gue ya, gue akan berjuang, maaf sudah membuat lo dan semua kwatir, gue juga sayang banget sama lo, gue akan kabarin lo setiap hari, tunggu gue pulang " jawab Sinta, lalu memeluk iren.
Setelah semua berpamitan, Sinta dan perawat bernama Lia itu pun akhir nya berangkat, tampak wajah kesedihan di mata Sinta, namun itu semua ia lakukan untuk kebaikan Fahri
" Lo baik baik aja kan " tanya Sigit ketika mereka sudah jalan untuk pulang
" Gue baik baik saja, mudah mudahan Sinta bisa cepat sembuh, dan kembali berkumpul dengan kita " jawab Fahri dengan nada suara yang kurang bersemangat
" Kak Fahri yang semangat, Iren yakin sinta ngelakuin itu demi kebaikan kakak, Sinta gadis yang baik, dia tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain, dia berharap kakak bisa bahagia dengan wanita yang benar benar kakak cintai " sambung Iren kembali dan di dukung oleh Sigit.
" Sekarang lo harus mencari zahra, bagaimana pun dia masih istri lo, yang Sinta harap kan hanya itu, lo bisa bahagia dengan rumah tangga lo " sambung Sigit kembali yang mengetahui semua masalah Fahri
" Gua akan berusaha untuk mencari zahra, gue gak tau apa yang terjadi dengan dia, gue merasa bersalah sudah menelantarkan dia, gue gak yakin dia bisa maafin gue " jawab Fahri yang semakin merasa tidak semangat.
" Jangan menyerah begitu, lo harus buktikan, kalau lo benar benar berubah dan serius menjadi suami yang bertanggung jawab, masalah Sinta biar gue dan Iren yang mikirin, lo hanya perlu Fokus mencari zahra, dan memperbaiki semua kesalahan yang sudah lo buat, bagaimana pun semua orang pasti punya masa lalu, ada orang yang ingin mengunggkap nya dan ada juga orang yang ingin menyembunyikan nya sampai itu tercium sendiri, dan lo hanya perlu untuk mengerti dan menerima itu" sambung Sigit kembali, yang menginginkan terbaik untuk sahabat sahabat nya
" Thanks bro, gue bersyukur punya sahabat seperti lo, " jawab Fahri, yang hanya bisa mengucapkan kata terimakasih
Sigit pun melajukan mobil nya ke rumah Fahri, lalu kembali pulang ke rumah mereka.
" Sayang kamu lapar gak " tanya Sigit yang ingin melewati salah restauran favorit mereka
" Kita makan di rumah aja sayang, kasihan si kembar udah jarang makan bareng kita" jawab Iren, Sigit pun selalu menuruti istri nya itu
__ADS_1
Setiba nya di rumah Rasya dan Rini pun berlari menyambut papa dan mama nya.
" Hati hati sayang, nanti bisa jatuh kalau kejar kejaran begitu " ucap Iren yang di sambut bahagia oleh Rasya dan Rini
" Kami rindu Mama dan Papa, sekarang Papa dan Mama jarang di rumah " jawab Rini yang sudah di pelukan mama nya itu
" Kasihan anak anak Mama, Maafin Mama dan Papa ya sayang, Mama dan Papa tidak bermaksud meninggalkan kalian, cuman ada pekerjaan yang mendadak, jadi terpaksa deh Papa dan Mama ninggalin anak anak Mama dan Papa yang pintar ini " jawab Iren lembut, layak nya seperti ibu kandung, Rasya dan Rini benar benar mendapat kasih sayang dari Iren yang begitu besar dan Iren pun sangat menyanyangi mereka.
" Rini kasihan Mama, kita akan punya adek, jadi jangan suka di gendong lagi, nanti perut Mama sakit " ucap Rasya yang sangat bijak, Iren dan Sigit benar benar merasa bahagia melihat Rasya dan Rini yang semakin tumbuh pintar
" Anak Papa benar benar pintar, sini papa gendong, nanti kalau dedek bayi udah lahir, Rasya dan Rini harus jadi kakak yang baik, harus bantu Mama jaga dedek bayi " sambung Sigit
" Nanti dedek bayi nya cewek apa cowok Pa, kalau Cewek nanti Rini akan pinjamin baju untuk dedek bayi sama pinjamin semua mainin Rini " ucap Rini membuat Iren dan Sigit semakin gemesh
" Sabar ya sayang, kita belum tau dedek bayi nya cewek apa cowok, tapi apa pun itu kalian harus saling menyanyangi, apalagi Rasya, Rasya harus jadi kakak laki laki yang bertanggung jawab " sambung Sigit kembali dan di jawab bijak oleh Rasya
Setelah itu mereka pun makan siang bersama, seperti itu lah kebahagiaan rumah tangga Sigit, mereka selalu mengajarkan untuk saling mengasihi untuk Rasya dan Rini, agar kelak mereka tumbuh jadi anak yang berguna dan di terima semua orang.
Fahri pun mengotak atik ponsel nya, hingga ia menemukan sebuah pesan transaksi di sebuah apartemen, sudah tentu itu zahra, dan ia pun segera menyusul zahra kesana.
zahra sama sekali tidak tau, kalau ia menggunakan kartu debit pemberian Fahri, sehingga semua bukti transaksi masuk ke dalam ponsel Fahri dan membantu Fahri untuk menemukan keberadaan nya.
" Selamat Sore mbak, apa benar disini ada tamu yang baru membeli sebuah apartemen atas nama zahra Nabila " tanya Fahri ketika sudah tiba di apartemen tempat zahra tinggal.
Lalu resepsionis apartemen itu pun melihat daftar tamu yang baru menempati apartemen mereka, dan benar saja ada nama zahra Nabila yang sudah tinggal selama dua bulan disana.
" Iya benar pak, Ibu zahra baru pindah kesini sekitar dua bulan yang lalu " jawab resepsionis itu membuat Fahri merasa lega
" Saya boleh tidak meminta kunci cadangan nya, saya Fahri suami zahra, saya kesini ingin menyelesaikan masalah keluarga saya, tolong bantu saya mbak, saya tidak ingin berpisah semakin lama dengan istri saya " ucap Fahri sambil menunjukkan foto pernikahan mereka, resepsionis itu pun percaya, karena ia sudah sering melihat zahra dengan kondisi lagi hamil dan ia pun membantu Fahri memberi kunci cadangan zahra, dengan syarat harus di dampingi oleh security apartemen itu, dah Fahri pun tidak merasa keberatan.
__ADS_1
Fahri segera menuju apartemen zahra yang berada di lantai 8 itu, ia sungguh tidak sabar ingin cepat cepat meminta maaf atas apa yang sudah ia perbuat.
Setelah tiba di pintu kamar zahra, Fahri pun langsung masuk dengan kunci cadangan di tangan nya,lalu menyuruh security untuk pergi, ini menyangkut masalah keluarga nya, ia tidak ingin semua orang harus mengetahui nya, lalu security itu pun tidak pergi begitu saja, ia menunggu sebentar di luar untuk jaga jaga kenyamanan dan keamanan tamu mereka.
Fahri begitu terkejut, melihat zahra yang sedang tertidur dengan perut buncit nya, ia perlahan menghampiri zahra yang malang itu.
Fahri pun mencoba untuk membangun kan zahra, dengan cepat zahra pun membuka kedua mata nya, wajar saja ia sangat mengenal suara laki laki yang sudah sangat ia rindukan itu, sejak kehamilan nya, ia begitu sangat merindukan Fahri dan ingin di manja oleh Fahri, kadang ia juga ngidam untuk makan disuapi oleh Fahri, namun ia tahan itu semua hanya untuk kebahagian Fahri.
" Mas Fahri " ucap zahra yang merasa tidak percaya melihat Fahri di depan mata nya
" Iya Sayang, ini Mas " jawab Fahri sambil mengelus rambut zahra
Zahra pun langsung bangkit dari tidur nya, ia masih merasa tidak percaya, dan mencoba untuk menyadar kan diri
" Kamu tidak bermimpi, ini benaran Mas, Mas kesini ingin minta maaf atas semua kejahatan yang sudah mas lakukan, Mas laki laki bodoh, mas laki laki yang tidak punya hati, mas laki laki yang tidak punya pendirian, tolong maafkan mas, tolong beri mas kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan yang sudah mas lakukan, sungguh mas sangat menyesal " ucap Fahri yang sudah bersujud di kaki zahra, bagaimana mungkin zahra sanggup untuk membenci laki laki yang sangat ia cintai, laki laki yang akan menjadi ayah dari anak nya, air mata nya pun mengalir deras, jujur ia ingin sekali untuk langsung memeluk Fahri, namun ia harus memastikan apa kebenaran yang sudah terjadi.
" Bangun lah mas, Mas tidak perlu melakukan itu, aku sama sekali tidak pernah membenci mas, aku yang memutuskan untuk pergi, jadi mas tidak ada melakukan kesalahan " jawab zahra yang sambil menahan tangis nya
" Tidak sayang, kamu pergi gara gara Mas, sungguh mas laki laki bodoh, mas tidak bisa membedakan mana Cinta dan mana yang hanya sebatas kagum, tolong beri mas kesempatan, mas janji tidak akan melakukan ini lagi, mas janji akan setia dan tidak akan pernah membuat kamu untuk pergi " ucap Fahri kembali yang masih bersujud sambil menangis di kaki zahra
Zahra pun tidak bisa membiarkan Fahri lama lama menangis di kaki nya, ia mencoba untuk membantu Fahri bangkit, namun Fahri pun langsung memeluk nya, spontan air mata zahra semakin mengalir deras, ada rasa bahagia yang ia rasakan, ia merasa sesuatu yang hilang kini kembali lagi, ia seakan bisa melupakan apa yang sudah Fahri lakukan, kehangatan tubuh Fahri lah selama ini yang sangat ia butuhkan, dan kini ia sudah bisa kembali mendapatkan dan merasakan nya.
" Lalu apa yang sudah terjadi mas, bagaimana kabar Sinta, apa dia sudah sembuh " tanya zahra yang sama sekali tidak pernah membenci Sinta
Lalu Fahri pun menceritakan semua kejadian yang sudah menimpa Sinta, membuat Zahra merasa iba dan bersalah tidak ikut untuk menjaga dan merawat nya.
" Sekali lagi mas minta maaf, tolong beri mas kesempatan, mas sungguh menyesal, mas janji akan memperbaiki semua, mas tidak akan pernah menyakiti kamu lagi " ucap Fahri kembali yang belum mendapat kata maaf dari zahra
" Demi anak kita, aku akan kasih mas kesempatan terakhir, aku tidak ingin anak kita lahir tanpa ayah, dan aku tidak ingin anak kita tidak mendapat kasih sayang yang lengkap dari orang tua nya " ucap zahra, membuat Fahri sangat merasa bahagia, akhirnya ia akan menjadi seorang ayah
__ADS_1
" Apa,, kamu hamil sayang " tanya Fahri kembali
" Iya Mas aku hamil, itu sebab nya aku tidak bisa menggugat cerai, .." ucap zahra dan belum sempat zahra menyelesaikan ucapan nya, Fahri pun menutup mulut zahra dengan bibir nya, tanpa menunggu lama Fahri pun melakukan kewajiban nya sebagai suami dengan lembut, dan zahra pun begitu menikmati nya, ia seakan mendapat kembali kebahagiaan nya.