
Iren adalah tipekal wanita periang yang suka ngobrol dan suka bercerita, kehadiran Fahri justru membuat Iren senang, ia bisa bercerita dan tukar pikiran dengan Fahri.
hanya saja Sikap Sigit yan dingin terhadap nya, membuat ia kelihatan seperti wanita pendiam. Iren tipe cewek yang tidak suka ngemis perhatian dengan laki laki, apa yang ia dapat itu yang akan ia balas, itu lah prinsip Iren yang belum Sigit sadari, semakin Sigit mengacuhkan nya, lebih kejam lagi Iren akan mengacuhkan dirinya.
"Hai kak Fahri" sapa Iren yang sedang menghampiri mereka, padahal baru jumpa beberapa jam, membuat orang merasa sudah kenal lama dengan nya, itu lah Iren, ia sangat menghargai orang yang ingin berteman dengan dirinya, sifat nya yang hangat membuat orang merasa nyaman bercerita dengan nya.
Iren sama sekali tidak menganggap Sigit disana, selama Sigit tidak memulai untuk menyapa dirinya selama itu juga Iren tidak akan memperdulikan Sigit mesti ia sudah jadi suami nya. sikap Iren benar benar membuat Sigit kessal, namun untuk menjaga gengsi nya, Sigit seolah olah tidak memperdulikan mereka.
" Haii ren duduk sini" ajak fahri menawarkan Iren berbagi sofa dengan nya.
tanpa merasa segan, Iren pun langsung duduk di samping fahri membuat Sigit tidak tahan menahan cemburu nya.
__ADS_1
"Dasar wanita murahan"Gumam Sigit dalam hati
Iren seakan menyadari sikap Sigit yang terlihat aneh, Iren tentu sangat merasa senang ia akhirnya berhasil membuat Sigit jatuh cinta dengan nya, berbeda dengan dirinya ia bahkan sampai saat ini belum jatuh cinta juga dengan Sigit. Iren masih menganggap Sigit seperti abg ipar nya, jadi ia belum siap membuka hati nya untuk Sigit, tergantung cara Sigit bagaimana untuk meluluhkan hati Iren.
"Ohh iya ren, sejak kapan kamu tinggal disini" tanya Fahri yang ingin lebih kenal dengan Iren
"Udah 3 bulan kak"
"Belum kemana mana kak, gak ada kawan nya, di tambah Iren harus jaga si kembar juga, jadi belum ada niat sih mau jalan jalan"
Jawaban Iren membuat Sigit sadar, betapa jahat nya sikap dia selama ini kepada Iren, padahal Iren sudah mengorban kan segala nya untuk dirinya dan baby kembar nya
__ADS_1
"Kebetulan dong, kita jumpa sekarang, nanti kalo kakak ajak jalan, Iren mau gak, biar Iren gak jenuh sekali kali cari udara segar" Iren merasa nyaman dengan Fahri tutur Fahri yang lembut membuat nya merasa di hargai dan teringat dengan Andi mantan nya dulu yang sangat memanjakan dirinya.
"Iren usahain ya kak, soalnya si kembar masih terlalu kecil, Iren takut ninggalin lama lama"
"Kamu benar benar perempuan idaman banget ya Ren, biasanya wanita seumur kamu cuman memikirkan kesenangan mereka tapi kalau kamu benar benar tanggung jawab serasa si kembar anak kandung kamu" papa nya aja gak sepeduli kamu ucap Fahri menyindir Sigit yang sedari tadi tidak tahan menahan rasa cemburu nya.
"Anak kk Tasya berarti juga anak Iren kk, apalagi Iren udah janji akan anggap si kembar seperti anak kandung Iren sendiri, jadi gak ada alasan buat Iren cuman mikirin diri sendiri"
Lagi lagi jawaban Iren benar benar membuat Sigit terpukul, ia sudah salah mengenal Iren, dan kini ia menyesal sudah mengacuhkan Iren selama ini.
"Kakak salut sama kamu Ren, kamu benar benar malaikat yang di turunin tuhan"
__ADS_1
"Kak Fahri bisa aja, Iren hanya manusia biasa kok kk" hehehehe tawa Iren membuat Sigit terkejut karna ini pertama kali bagi nya melihat Iren tertawa dan membuat nya terlihat semakin cantik.