Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 164


__ADS_3

NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers


Author harap semua para readers dapat memaklumi


Next !!!!!


Sigit dan Fahri sudah selesai menyelesaikan pekerjaan mereka, begitu juga dengan Iren dan Sinta, rasanya sudah lama mereka tidak pernah keluar untuk makan malam bersama, jadi Sigit memutuskan untuk mengajak Iren, Fahri dan Sinta, untuk makan bersama, sekalian ingin membantu Fahri dan Sinta memperbaiki hubungan mereka, karena Fahri dan Sinta merupakan sahabat terbaik yang dimiliki oleh Iren dan Sigit, tidak tega rasanya jika harus membiarkan mereka terlalu lama terjebak dalam hubungan yang tidak pasti kemana arah nya


Sigit juga berencana untuk mengundang zahra, namun ia fikir kembali rasanya belum tepat waktu nya jika harus mempertemukan nya dengan Sinta, bisa bisa masalah Fahri semakin ruyem dan sulit di selesaikan


" Kalian boleh pesan sebanyak banyak nya, gue yang akan traktir " tawar Sigit yang sudah berada di restauran mewah itu


Keadaan dulu sungguh sangat berbeda dengan sekarang, semua jelas bisa merasakan perbedaan nya, Iren dan Sigit seperti merencanakan sesuatu dalam tatapan mereka


Tidak menunggu lama, makanan mereka pun di hidangkan di meja yang khusus untuk mereka, tak sabar rasanya ingin cepat cepat menyantap sop buntut yang begitu terkenal dan menggoda selera itu

__ADS_1


Fahri seakan selalu curi pandang dengan Sinta, rasa janggal dan tidak nyaman jelas sangat di rasakan keduanya, namun mereka juga tidak ingin merusak suasana, dan mulai mengisi piring mereka dengan makanan yang sudah tersaji di meja


Seperti biasa, mereka makan dengan lahap, jarang sekali melontarkan candaan jika masih menguyah makanan, hingga mereka menghabiskan dan menyelesaikan nya


Mereka yang berada di ruangan VVIP, tentu semakin menambah hening nya ruangan itu, hingga Iren membuka suara untuk memecahkan suasana yang hampir nyaris beku itu


" Ok, sebagai sahabat, Iren dan mas Sigit tidak ingin melihat kak Fahri dan lo (Sinta) seperti ini, jujur sikap kalian seperti ini membuat tidak nyaman, beda banget seperti kita yang dulu, yang bisa tertawa dan bercanda bersama,


apa yang kalian rasakan saat ini Iren dan mas Sigit bisa rasakan, tapi sampai kapan kak, Sin, kalian harus bersikap seolah tersakiti sendiri, dan membiarkan luka itu berkembang di hati kalian, sumpah itu tidak enak, dan pasti lama semakin lama akan bisa membunuh kakak dan lo ( Sinta), disini Iren dan mas Sigit bukan karena benci bicara seperti ini, tapi justru karena kami sangat menyanyangi kakak dan lo (Sinta), ayok lah, selesaikan ini baik baik, biar ke depan nya gak ada yang harus tersakiti atau pun di sakiti " ucap Iren yang semakin mempertegang suasana


Setelah Sigit dan Iren pergi, Fahri mecoba untuk membuka suara, ia juga tidak ingin lama lama hanya duduk diam tanpa menyelesaikan apa pun


" Apa yang harus kita lakukan " tanya Fahri yang masih belum bisa menemukan jawaban


" Kenapa mas harus mempertanyakan itu, jelas jelas mas sudah tau jawaban nya " saut Sinta dengan nada suara nya yang tegar

__ADS_1


" Justru karena mas gak tau makanya mas tanyakan " sambung Fahri lagi


" Aku dan mas gak perlu melakukan apa apa, kita hanya perlu melanjutkan hidup masing masing, kita lupakan masa lalu, anggap ini gak pernah terjadi, jadi kita gak akan merasakan suasana seperti ini lagi " ucap Sinta yang semakin memperjelas tekad nya untuk membunuh perasaan nya


" Terus bagaimana dengan perasaan mas dan juga perasaan kamu Sin, apa kamu sudah gak mencintai mas lagi, bagaimana bisa mas melanjutkan hidup seperti ini, sementara hati dan pikiran mas hanya tertuju dengan kamu, tolong jangan buat keputusan seperti ini, mas gak bisa melupakan kamu dan mas juga gak bisa memiliki kamu tolong jangan pernah biarkan mas merasa seperti ini, jujur mas sangat tersiksa " ucap Fahri. yang ingin bersimpati, mesti apa yang di ucapkan tulus dari hatinya, justru semakin membuat hati Sinta terluka


" Bagaimana bisa mas sanggup bicara seperti itu, tidak kah mas pernah memikirkan perasaan aku sedikit saja bagaimana sakit nya aku karena terlalu sangat mencintai mas sedari dulu, jelas jelas kita tidak bisa untuk saling memiliki, kenapa aku harus bertahan, aku bukan tempat pelarian yang bisa mas jadikan sebagai mainan, ikhlaskan aku mas, aku udah ikhlasin mas hidup dan dimiliki wanita lain, biarkan luka ku kering, kembali lah ke wanita yang memiliki hak atas diri mas, kembali lah ke rumah yang sudah mas bangun dan rencanakan dengannya, jangan pedulikan aku, karna aku hanya sebatas cobaan, bukan tujuan " jawab Sinta yang sangat mengiris iris hati Fahri, tanpa di rencanakan air mata nya berlinang, bagaimana bisa ia harus melepas wanita setegar Sinta, bagaimana bisa Sinta hanya sebatas cobaan, takdir seakan mempermain kan hidup nya, dan semakin menangisi dirinya


" Menangis lah sekeras mungkin, lepaskan semua apa yang terpendam dalam hati mas, aku yakin akan ada bahagia setelah ini, melihat mas hidup bahagia juga merupakan kebahagian untuk ku, buat seseorang bisa bangga memiliki mas, dan tidak sanggup untuk kehilangan mas, aku yakin mas bisa lakukan itu, jangan jadikan kekurangan sebagai alasan untuk meninggalkan, tapi jadikan kekurangan itu sebagai alasan untuk bertahan dan mencintai, agar mas tidak gampang goyah dan runtuh seperti ini, aku tidak ingin dan tidak akan membenci mas, mungkin cara ku hanya bisa seperti ini, jadi bantu aku dengan cara mas harus hidup bahagia, mesti kebahagian mas bukan dengan ku, tapi aku akan sangat bahagia jika bisa melihat mas bahagia, aku harap mas bisa jalan kan itu, jangan pernah merasa bersalah, karena mas sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan, mulai sekarang jangan jadi laki laki pecundang yang tidak bisa ambil keputusan, jadilah laki laki yang bertanggung jawab yang bisa mengatasi dan menyelesaikan seribu masalah tanpa alasan, laki laki yang baik tidak akan pernah membiarkan wanita nya menunggu dan bersedih, pulang lah mas, kembalikan kebahagian yang sudah hampir hilang, jangan biarkan dia terlalu lama menunggu, jangan sesatkan dia dengan jalan yang sudah mas atur dan berikan untuk dia " Sambung Sinta layak nya sudah menjadi wanita yang sangat benar benar tegar


Tanpa meminta persetujuan, Fahri pun langsung memeluk Sinta yang berhati tegar itu, dan menumpahkan semua air mata nya di bahu Sinta, lagi lagi Sinta seakan goyah, harus menanggung kesedihan dan air mata dari seseorang yang sangat ia cintai, baginya jauh lebih baik ia harus pura pura bahagia melihat Fahri dengan wanita lain seperti dulu, daripada harus seperti ini


" Mas minta maaf sudah terlambat, mas minta maaf yang terlalu menutup mata, mas tidak bisa menjamin akan hidup bahagia, tapi demi kamu mas tidak akan menyakiti hati wanita yang sudah mas pinta untuk menjadi istri, terimakasih sudah sudi untuk mencintai laki laki seperti mas, dan sekarang kamu harus tau mas sangat mencintai kamu " ucap Fahri membuat hati Sinta kembali merasa perih, tanpa di sadari air mata nya pun berhasil mengalir di wajah tirus cantik nya


Kini Fahri menyadari bahwa cinta yang tulus baru ia dapat kan dan rasakan, perasaan cinta yang ia miliki untuk zahra dan Sinta sangat beda rasanya, cinta nya untuk zahra hanya memaksa ia untuk bisa memiliki, sedangkan cinta nya untuk Sinta memaksa ia rela untuk mati

__ADS_1


__ADS_2