Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 153


__ADS_3

NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers


Author harap semua para readers dapat memaklumi


Next !!!!!


Fahri masih merasa kecewa dengan zahra, namun ia tidak bisa lama lama harus mendiam kan zahra, bagaimana pun ia yang sudah meminta zahra untuk menikah dengan dirinya, mau tidak mau ia harus bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan yang zahra miliki.


" Kamu udah pulang mas " Tanya Zahra ketika melihat Fahri memasuki kamar mereka


" Iya, maaf jika mas harus pulang terlambat terus, soalnya mas saat ini harus kerja sendiri, Sigit sedang membantu Iren menyelesaikan kasus klien Iren di Indonesia, kalau kamu ngantuk kamu bisa tidur duluan, gak usah nungguin mas " ucap Fahri sambil bergegas membersihkan diri di kamar mandi


Setelah selesai membersihkan diri, Fahri langsung menyusul zahra ke tempat tidur dan ingin langsung cepat cepat istrahat, namun niat nya di halangi oleh zahra, zahra yang sudah menunggu lama ingin menjelaskan semua untuk Fahri


" Mas, zahra ingin ngomong " ucap zahra yang masih duduk bersandar di tepi ranjang nya


" Kamu mau ngomong apa, ini udah larut malam, mas capek butuh istrahat, besok pagi mas harus cepat pergi kerja lagi, jadi lebih baik kamu juga istrahat, nanti kalau ada waktu yang tepat, baru kamu jelasin apa yang perlu kamu jelasin" jawab Fahri yang sungguh sangat merasa lelah


" Sampai kapan mas harus diamin aku begini, aku tau aku salah, tapi mas harus nya bisa mikir kalau aku tinggal di (A.S) yang memiliki kehidupan bebas, aku gak suka lihat mas yang bersikap dingin seperti ini " jawab zahra yang merasa kesal dengan sikap dingin Fahri, jujur saja mendengar ucapan zahra membuat Fahri merasa kesal

__ADS_1


" Ohh maksud kamu aku yang salah, ia kamu benar aku memang hanya lelaki bodoh yang gak tau apa apa, harus nya aku paham, aku menikahi perempuan yang tinggal dari pergaulan bebas, mungkin menurut kamu itu tidak masalah karna kamu sudah terbiasa melakukan nya dengan mantan mantan kamu, tapi asal kamu tau, aku sudah berusahan untuk ikhlas dan bisa menerima kekurangan kamu, tapi mendengar jawaban kamu, membuat aku ilfil " jawab Fahri yang sudah sangat merasa kecewa, akhir nya Fahri memutuskan untuk meninggalkan zahra dan menginap di salah satu hotel dekat kantor nya


Melihat kepergian Fahri membuat zahra semakin bersedih, ia tidak menyangka ucapan nya akan sangat menyakiti perasaan Fahri


tidak ada yang bisa ia lakukan, selain menangisi kesalahan yang sudah ia perbuat


Setiba di hotel, Fahri bertemu dengan Sinta yang juga akan berencana menginap di hotel itu, Sinta yang baru selesai menangani kasus baru nya, terpaksa memilih untuk menginap di hotel, karna jarak rumah nya yang jauh tidak memungkin kan untuk pulang mengemudi sendiri


" Sinta " ucap Fahri yang melihat Sinta baru saja selesai melakukan chek in


Sinta yang sangat mengenali suara itu, membuat jantung nya terasa ngilu dan berdebar, sampai saat ini ia masih belum bisa melupakan Fahri, bagaimana pun Fahri merupakan cinta pertama nya, ia mencoba untuk menghindar namun langkah nya terhenti ketika Fahri menarik tangan nya


" Kabar kakak baik, kamu baik baik saja kan, kok kamu gemetar seperti ini " tanya Fahri yang bisa merasakan gemetar dari tubuh Sinta


" Sinta baik kok kak, hanya saja Sinta lelah sampe gemetar seperti ini, di tambah Sinta belum makan apa apa dari tadi, sialnya kakak harus lihat Sinta waktu Sinta merasa kelaparan " jawab Sinta yang ingin mencairkan suasana, ia tidak ingin Fahri mengetahui perasaan nya, ia juga tidak bisa untuk bersikap dingin terhadap Fahri, bagaimana pun ia harus bisa untuk selalu bersikap profesioanal


Mendengar jawaban Sinta membuat Fahri merasa lucu, Sinta yang sudah ia kenal selama 5 tahun tidak pernah berubah, Sinta memang selalu bersikap lucu dan apa adanya di hadapan Fahri


hanya saja Fahri tidak pernah bisa merasakan bagaimana besar nya perasaan Sinta untuk dirinya, baginya Sinta hanya sebatas temas itu pun di karenakan Sinta sahabat baik Iren, membuat ia bisa menerima kehadiran Sinta

__ADS_1


" Kamu itu harus jaga kesehatan, jangan terlalu sibuk cari uang, kamu dan Iren sama saja, wanita mandiri dan pekerja keras yang tidak ingin menyusahkan suami, upsss kamu kan belum nikah ya,


makanya buruan cari suami, biar ada yang gantiin kamu cari uang " ucap Fahri polos yang ingin menggoda Sinta, tanpa tau hati Sinta terluka dengan ucapan nya


" Kalau Sinta masih bisa cari uang sendiri ngapain mesti berharap dengan laki laki " jawab Sinta ketus, membuat Fahri tersadar Sinta hampir memiliki sifat yang sama dengan nya


" Ya udah di seberang sana masih ada kafe yang buka, kakak mau traktir kamu makan, gak tega banget dengar nya wanita karier merasa kelaparan " ucap Fahri membuat Sinta bisa kembali merasa kebaikan Fahri, karna sebelum Fahri menikah, Sinta dan Fahri juga sering makan dan bercanda bersama, seperti sepasang kekasih yang terlihat sangat sempurna


Fahri yang memiliki jiwa humoris, membuat Sinta tidak berani untuk mikir macam macam, baginya Fahri sekarang tetap seperti Fahri yang sudah lima tahun ia kenal, yang selalu bisa mencairkan suasana dan selalu bisa membuat ia tertawa dan juga selalu mengganggap dirinya seperti saudara perempuan sendiri, itu yang membuat Sinta berani untuk menerima tawaran Fahri


Selesai melakukan check_in, Fahri dan Sinta pun pergi ke kafe yang buka 24 jam untuk makan malam bersama, mereka menghabiskan waktu bersama sambil cerita dan tertawa bahagia


kehadiran Sinta mampu membuat Fahri melupakan rasa sakit nya terhadap Zahra


Selesai merasa cukup kenyang dan lelah Fahri dan Sinta memutuskan untuk istrahat di kamar yang berbeda


Perlakuan Fahri semakin membuat Sinta jatuh cinta, entah apa yang akan di rasakan oleh Sinta selanjut nya, kenapa ia selalu sedia untuk terluka, meski ia tau Fahri sudah menjadi milik wanita lain, namun hatinya tidak pernah bisa untuk ia bohongi, ia ingin selalu berada di dekat Fahri mesti Fahri tak pernah bisa merasakan cinta nya


Fahri yang sudah berbaring di kasur nya juga tengah memikirkan Sinta, entah mengapa ia merasakan perasaan beda untuk Sinta, berbeda sebelum ia menikahi zahra yang hanya mengganggap Sinta sebatas teman dan saudara perempuan nya, namun sekarang ia merasa lebih nyaman untuk berada di sisi Sinta bahkan Ia merasa Sinta jauh lebih cantik dari pada sebelumnya

__ADS_1


__ADS_2