Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 40


__ADS_3

Sigit segera bergegas meninggal kan bik Ani yang mengetahui pikiran nya, setiba nya di teras rumah miliknya, Sigit begitu terpana melihat pemandangan yang begitu indah tepat di hadapan nya, ia melihat Iren yang tengah duduk di pinggir halaman nya, ia tidak menyangka kenapa semakin hari Iren semakin menarik perhatian nya, rasa nya ia tidak tahan harus lama lama mengacuhkan Iren, namun gengsi nya lagi lagi mengalah kan keinginan nya.


" Gak, kamu gak boleh jatuh cinta terlebih dahulu dengan nya Sigit, kamu belum membalas dendam hati mu, biarkan dia dahulu yang jatuh cinta padamu " ucap Sigit dalam hati serasa menyusun strategi apa yang harus ia lakukan.


Sigit sedang bersandar di tiang teras nya sambil memegang notebook miliknya, membuat dirinya kelihatan sempurna yang sudah tuhan ciptakan, menggunakan kemeja hitam dan celana kantoran abu abu yang sangat cocok di tubuh nya.



Lagi lagi Sigit melihat kecantikan dan ke sexy an yang Iren miliki


" Kenapa ia selalu terlihat cantik pakai baju apa pun " gumam Sigit, membuat nya ingin sekali untuk memeluk istri cantik nya itu.



Iren tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang fokus memandang nya, membuat nya rilex sambil menggerakkan bahu nya.

__ADS_1


Sayang nya lamunan Sigit harus di pecahkan oleh pak Agus yang sedari tadi memanggil dirinya


"Selamat pagi tuan, apa kita berangkat sekarang" tanya pak Agus namun tidak di respon Sigit


Pak Agus pun mencari apa yang sedang ada di dalam tatapan Sigit majikan nya itu, dan pak Agus pun hanya bisa tersenyum ternyata Iren lah yang sudah membuat Sigit berubah menjadi patung.


"Bagaimana gak jadi patung, lihat Istri se cantik dan sebohay itu, kalau saya jadi tuan Sigit mah gak saya biarin non Iren lolos walau sedetik hahahaha" tawa pak Agus dan menyadar kan Sigit dari lamunan nya


"Apa yang pak Agus tertawakan, apa ada yang salah di wajah saya" tanya Sigit penasaran


"Kita berangkat sekarang tuan" tanya pak Agus untuk kesekian kali nya.


" Iya pak, saya buru-buru, ada meeting di kantor" jawab Sigit, lalu memasuki mobil nya


" Buru buru tapi kok sempat sempat nya curi pandang dengan non Iren " gumam pak Agus yang tidak Sigit ketahui

__ADS_1


Setelah Iren melihat mobil Sigit keluar dari rumah nya, Iren memutuskan mengakhiri lari pagi nya, Iren bergegas mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya sambil melakukan ritual kecantikan nya, mandi lulur merupakan hal wajib bagi Iren, ia sungguh sangat menjaga kulit nya agar selalu terlihat bersih dan segar.


Belum lama Iren memanjakan kulit nya, ia mendengar tangisan anak nya, membuat nya segera mengakhiri ritual kecantikan nya.


Bik Ani yang baru selesai membersihkan kamar Sigit mendengar tangisan Si kembar, dan segera ia langsung menghampiri si kembar


" Ohhh cup,,cup,,cupp


Tuan dan putri sudah bangun ya, jangan nangis ya sayang, mama lagi gak di rumah, sekarang bibik yang jaga dulu ya" ucap Bik Ani yang membuat Iren tersenyum bahagia melihat Bik Ani yang begitu tulus menyayangi baby kembar nya


" Non Iren " ucap bik Ani yang melihat Iren keluar dari kamar mandi nya


" Maaf bibik lancang masuk ke kamar non, bibik kira non masih jogging, dan bibik dengar si kembar lagi nangis, makanya bibik langsung masuk" ucap bik Ani yang begitu merasa sungkan dengan Iren


Iren pun tersenyum dan menghampiri bik Ani pembantu nya itu

__ADS_1


" Gak masalah kok bik, bik Ani bisa bebas kok keluar masuk kamar Iren, iren yakin bibik orang baik, jadi gak mungkin lakuin macem macem, apalagi kalau hanya buat menjaga si kembar Iren gk ada hak buat larang bibik, dan Iren gak suka melihat bibik merasa gak enak seperti itu pada Iren, mulai sekarang kita akan rawat si kembar sama sama "pinta Iren kepada bik Ani yang membuat bik Ani begitu bahagia sebab sejak ia menikah sampai sekarang belum di beri keturunan juga.


__ADS_2