
9 bulan telah berlalu, waktu nya zahra pun melahirkan buah hati nya bersama Fahri secara normal berjalan lancar, Akhir nya penantian mereka terobati melihat bayi lucu yang kini sedang berada di gendongan Fahri.
" Selamat ya bro, akhir nya sekarang lo jadi ayah " ucap Sigit, melihat Fahri yang baru selesai mengazani anak nya.
" Terimakasih bro, gue tidak menyangka dunia akan terasa lebih indah, jika kita sudah menjadi ayah " jawab Fahri yang penuh dengan perasaan bahagia.
Melihat kebahagian zahra dan Fahri, Iren pun rerasa tidak sabar untuk menanti kedatangan buah hati nya bersama Sigit.
" Sabar ya sayang, sebentar lagi kamu juga akan bisa melihat dunia indah ini " Bathin Iren, sembari mengelus perut buncit nya.
Sementara Sinta di L.A juga mengalami kemajuan yang pesat, selama 4 bulan Dr Albern benar benar membantu nya untuk sembuh, bahkan hampir setengah waktu Dr Albern diberikan hanya untuk Sinta.
" Bagaimana siap berlatih untuk hari ini" tanya dr Albern yang akan melatih Sinta untuk berjalan.
" Bagaimana aku tidak siap, melihat semangat dokter untuk membuat ku sembuh dangat besar " jawab Sinta dengan senyuman cantik di wajah nya.
Dr Albern pun mulai menuntun Sinta secara perlahan, dengan sabar dan hati hati dr Albern seakan menumpah kan perhatian nya untuk Sinta
" Kamu benar benar gadis yang cantik Sinta " Bathin dr Albern, melihat senyuman Sinta yang jelas di hadapan nya.
__ADS_1
Waktu hampir senja, Iren dan Sigit pun akhir nya meninggalkan Fahri dan Zahra di rumah sakit. Tangan Sigit yang tidak pernah melepas genggaman nya untuk Iren, sungguh sangat membuat Iren merasa bahagia, kebahagian tidak selalu dari hal besar, perlakuan sederhana begitu saja, mampu menambah keharmonisan rumah tangga mereka.
" Sayang, Hari ini kamu sangat cantik " ucap Sigit yang tidak pernah menyisihkan waktu untuk memuji Iren, sungguh Sigit sangat bersyukur bisa memiliki Iren, wanita cantik yang juga sangat baik hati nya, membuat nya ia benar benar bisa merasakan indah nya dunia dan indah nya memiliki sebuah keluarga.
Bagaimana pun keluarga akan menjadi tempat kebahagian utama, oleh sebab itu Sigit tidak ingin melakukan kesalahan dua kali, dimana ia dulu yang tidak terlalu memikirkan keluarga kecil nya, namun sekarang Sigit merupakan seorang suami yang pengertian serta romantis yang sudah tentu sangat di dambakan setiap wanita.
" Terimakasih sayang, Mas juga hari ini tampan, bahkan setiap detik mas terlalu terllihat tampan di mata Iren, dan Mas selalu bisa membuat Iren untuk jatuh cinta " jawab Iren membalas pujian Sigit.
Hati lelaki sekeras batu pun akan bisa pecah jika mendapat pujian tulus dari seorang wanita, apalagi wanita yang sangat berarti di hidup nya, para lelaki akan rela melakukan apa pun hanya untuk membuat wanita nya bahagia.
" Terimakasih ya sayang, kamu tidak pernah malu untuk mengatakan perasaan mu untuk mas, kamu tau tidak? ucapan serta pujian cinta yang kamu ucapakan setiap hari untuk mas, mampu merubah hidup mas " sambung Sigit kembali sembari berjalan di lorong di rumah sakit itu
" Mas benar benar lelaki beruntung, bisa memiliki kamu " Kata kata yang selalu Sigit ucapkan sebagai bentuk syukur nya atas memiliki Iren.
Keras nya hati tidak akan bisa di lunakkan dengan sikap yang sama, itu lah yang bisa di petik oleh Iren, Sikap Sigit yang dulu begitu cuek dan dingin terhadap nya, namun bisa luluh dengan kasih sayang yang ia tuangkan di rumah Sigit.
Kebahagian akan datang sendiri jika kita menggunakan cara yang benar, jangan pernah memaksakan yang sudah jelas jelas bukan untuk kita, ikhlaskan jika terlalu perih untuk di tahan, dan yakin lah luka yang saat ini kita rasakan, akan sembuh sendiri dan membuat kita semakin kuat dan semakin bisa merasakan indah nya dunia yang fana ini, begitulah yang di rasakan oleh Sinta, bertahun tahun memendam rasa untuk Fahri, ia bahkan hampir bisa untuk memiliki nya, namun Sinta sadar Fahri bukan milik nya, karena tidak ada gunanya memaksa seseorang untuk bertahan hanya untuk kebahagiaan sendiri.
Menikah untuk kebahagian bersama, bukan sepihak, jika kamu masih merasa seperti itu lebih baik lepaskan, diluar sana akan ada yang rela berjuang untuk bisa hidup bahagia bersama ☺
__ADS_1
" Terimaksih dokter, aku sekarang merasa lebih baik, walau kaki aku belum sembuh total, ketulusan dokter untuk menjaga dan merawat aku, sungguh membuat aku merasa seperti sudah sembuh " ucap Sinta yang sudah selesai berlatih jalan dan makan siang dengan Dr Albern
" Hati kamu baik, itu sebab nya kamu akan selalu merasa bahagia, saya sangat bangga melihat semangat kamu yang begitu tinggi, terus lah seperti ini, kebahagian itu kita yang ciptakakan sendiri, tapi jika kamu merasa bahagia di sisi saya, mari kita untuk bahagia bersama, saya berjanji akan selalu membuat kamu bahagia " Jawab dr Albern membuat Sinta tidak mengerti apa maksud dari dokter tampan itu
" Apa maksud dokter, aku benar benar tidak mengerti " tanya Sinta, ucapan dr Alber membuat ia merasa bingung
Lalu dr Albern pun menunjukkan sebuah papan, membuat Sinta hampir tidak percaya
" Apa kamu mau menjadi pacar sekaligus menjadi istri ku " ucap dr Albern, membuat Sinta benar benar tidak percaya
" Hah.. Apa!!! " ucap Sinta sambil menepuk nepuk pipi nya
" Eitss jangan lakukan itu, kamu tidak bermimpi, aku sudah jatuh cinta saat melihat foto kamu, dan semakin kesini aku semakin kenal dengan kamu, lebih dekat dengan kamu, membuat aku yakin, kalau hati ku berkata benar, aku benar benar mencintai mu " ucap Dr
Albern kembali, dan Sinta masih tidak mempercayai nya
" Dr lihat saya baik baik, saya wanita lumpuh, dan lihat dr sendiri, dokter lelaki yang sangat sempurna, rasanya saya tidak pantas untuk bersama dokter, saya tidak ingin menyusahi hidup dokter, jadi tolong jangan bercanda seperti ini, saya tidak menyukai nya " jawab Sinta yang takut untuk dijadikan mainan oleh Dr Albern.
__ADS_1
" Kamu salah, justru sejak kehadiran kamu, hidup saya lebih indah, berkat kamu saya bisa meninggalkan rumah sakit dan menghabiskan sepanjang waktu bersama kamu, saya tidak pernah melihat fisik kamu, yang saya lihat hati dan kepribadian kamu, saya sungguh mencintai kamu, saya laki laki yang tidak pernah menjadikan cinta untuk sebuah mainan, hatiku sudah memilih kamu, penantian ku terjawab sudah, kamu bisa meminta apa pun, akan saya lakukan, lihat mata saya baik baik, dan rasakan bahwa aku tulus mencintai kamu " jawab dr Albern serius, ia tidak ingin lama lama memendam perasaan nya, sejak melihat foto Sinta Dr Albern benar benar sudah jatuh cinta.