Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 87


__ADS_3

Sigit hanya bisa pasrah melihat Iren yang begitu cepat berlari menghampiri buah hati mereka.


dengan berat hati Sigit melanjutkan aksi nya di kamar mandi, lagi lagi nafsu nya harus berakhir di jari jari nya dan memutuskan untuk langsung mandi membersihkan diri.


Setelah si kembar kembali tertidur, Iren dengan perasaan bersalah menyiapkan baju kerja untuk Sigit, ia bisa melihat perasaan kecewa dari wajah suami nya itu, namun dengan tegar Sigit berusaha menutupi perasaan nya, justru ia merasa malu dan bersalah yang hampir saja mengingkari janji nya dengan Iren


"Maaf in mas ya sayang" ucap Sigit sambil memeluk tubuh Iren dari belakang yang sedang menyiapkan baju kerja untuk dirinya.

__ADS_1


Iren meletakkan pakain yang ada di tangan nya ke kasur dan berbalik membalas pelukan Sigit


"Kenapa harus minta maaf sayang, mas gak ada ngelakuin kesalahan apa apa, justru Iren yang merasa bersalah lagi lagi Iren hanya membuat mas kecewa" ucap Iren dengah wajah cemburut berharap Sigit tidak akan marah kepadanya


Dengan lembut Sigit mencium kening Iren, bagaimana bisa ia marah kepada wanita yang benar benar sangat ia cintai dan yang ingin selalu ia lindungi.


"Iren juga sangat mencintai mas, dan gak akan pernah buat ninggalin mas, tolong berjanji kepada Iren kalau kita hanya akan terpisah oleh kematian" Ucap Iren membuat Sigit harus kembali teringat tentang kematian Alm Tasya Istrinya.

__ADS_1


"Iya sayang mungkin kamu bukan pertama di hidup mas, tapi mas janji kamu akan menjadi yang terakhir di hidup mas" Ucap Sigit kembali dan berhasil untuk menyakinkan Iren


Setelah semua selesai Sigit bergegas meninggalkan Iren ke kantor, ingin sekali rasanya Sigit untuk tidak pergi kerja, namun kali ini niat nya di larang oleh Iren, ia merasa kasihan jika terlalu sering membiarkan Fahri mengerjakan urusan bisnis nya sendiri, dan Sigit yang sudah sangat bucin dengan Iren tidak bisa menolak perintah Istri nya itu, ia langsung melaksanakan apa yang di perintah kan istri tersayang nya, dan membuat Iren semakin kagum dan jatuh cinta dengan Suami nya, yang bisa menuruti semua apa keinginan nya.


Setelah melihat Sigit memasuki ruangan nya, cepat cepat Fahri menyusul nya dari belakang, kebetulan ruangan Sigit dan Fahri berhadapan semakin memudahkan Fahri jika ingin menggoda dan membuli Sigit.


"Kalau gue yang jadi bos udah cepat cepat gue tendang punya karyawan yang baru datang jam segini" Ucap Fahri yang ingin menyinggung Sigit karna datang terlambat

__ADS_1


"Itu makanya bukan lo yang jadi bos, masih syukur gue hadir daripada gue harus nyerahin semua kerjaan buat lo, harus nya lo bersyukur punya bos seperti gue yang sangat menyayangi dan pengertian sama karyawan nya" Ucap Sigit dengan penuh percaya diri membuat Fahri merasa jijik mendengar Pujian Sendiri dari sahabat nya itu meski yang di katakan Sigit ada benar nya, ia tidak pernah mengekang semua karyawan nya, dan selalu memberikan bonus jika perusahaan nya selalu memenangkan tender dan bisa memuaskan semua kolege kolega nya.


__ADS_2