Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 143


__ADS_3

NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers


Author harap semua para readers dapat memaklumi


Next !!!!!


Dengan rasa percaya diri Fahri pun langsung berdiri di tengah tengah tamu undangan menjalankan syrat yang di berikan oleh Sigit


Serontak tepuk tangan meriah semakin menambah rasa percaya diri pada Fahri


zahra begitu merasa bahagia bisa memiliki laki laki yang benaran tulus dan bisa menerima dia apa adanya,begitu juga dengan Fahri akhirnya kebahagiaan yang selama ini ia harapkan dan khayalkan kini semua berubah menjadi kenyataan


Sebagai lelaki gentle Sigit pun langsung memberikan ke dua hadiah mewah untuk Fahri dan Zahra, membuat Fahri tidak dapat berkata apa apa atas kebaikan dan keroyalan Sigit terhadap nya.


" Terimakasih bro, lo memang sahabat dan saudara gue yang paling terbaik, hanya lo yang bisa ngerti keinginan gue dan tanpa mandang bulu lo selalu ngabulin apa pun yang gue inginkan, gue gak tau harus mau bilang apa lagi dan gue gak tau dengan cara apa gue balas kebaikan lo dan bagaimana gue harus berterimaksih buat lo dan Iren gue benar benar sangat beruntung bisa kenal dengan lo sekali lagi gue ucapin teeimaksih " Ucap Fahri tulus mengeluarkan isi hatinya dan tanpa di sadari air mata nya pun mengalir di wajah tampan nya membuat Sigit tidak bisa berbuat jahat untuk sahabat nya itu


*Flashback Sigit dan Fahri saling kenal hingga seperti saudara*


Sigit merupakan anak yatim piatu yang dulu tinggal di Jakarta


Ia di besarkan di salah satu panti asuhan sederhana, bahkan jarang sekali mendapat donatur untuk panti asuhan tersebut, namun begitu Sigit ingin sekali menikmati kursi pendidikan dan ingin menjadi orang kaya sehingga dia bisa mencari kedua orang tua nya kelak,


Sehingga Sigit terpaksa harus kerja sebagai pengamen dan pemulung uang yang ia dapatkan pun di tabung mesti hanya sedikit


dan Suatu ketika Sigit pun berjumpa dengan Pak Anto yang di angkat sebagai paman nya (Ayah Rose mertua Andi) yang sedang menjalankan bisnis ILEGAl di sekitaran panti asuhan nya tersebut


Sigit yang masih berumur 15 tahun, dengan pandangan pertama Pak Anto langsung tertarik dengan Sigit dan Ingin menganggkat Sigit sebagai Anak buah nya.

__ADS_1


Butuh waktu seminggu Pak Anto akhirnya mengadopsi Sigit dari Panti asuhan tersebut, dan mengurus semua data data Sigit untuk di bawa ke Singapura


Sigit akhirnya tinggal di Singapura bersama pak Anto dan Istri nya serta Rose yang masih bayi


Istri pak Anto sama sekali tidak mendukung pekrjaan suami nya itu, sehingga berniat ingin melaporkan Pak Anto ke kantor polisi


Niat nya yang diketahui oleh pak Anto pun dengan kejam pak Anto harus membayar pembunuh bayaran untuk membunuh Istri nya, sehingga tidak ada yang bisa akan menghalangi pekerjaan nya.


Sigit yang menyadari kejahatan Pak Anto yang sudah mengadopsi dirinya sangat merasa kebingungan, apa yang harus ia lakukan, mau kabur pun ia tidak ada tujuan dan tidak punya uang sama sekali serta tidak mengenal siapa pun disana.


Sehingga Sigit memilih untuk berdiam diri di kamar, tidak mengikuti perintah Pak Anto , sehingga membuat pak Anto sangat murka dan tanpa perasaan pak Anto tidak sungkan sungkan untuk menyiksa Sigit


Melihat Sigit yang sudah sekarat, pak Anto tidak ingin mengambil resiko sehingga membuang Sigit ke pelabuhan


Fahri yang kebetulan baru selesai tour dengan teman sekolah nya tidak sengaja melihat tubuh Sigit yang di tutupi oleh jaring dan kain, sehingga Fahri langsung menyusul Sigit mesti ia di larang oleh teman temannya, kejahatan yang marak di pelabuhan membuat orang tidak berani untuk menolong orang sedang tertindas disana


Namun Fahri tidak memperdulikan ucapan teman teman nya, dan langsung membantu Sigit yang masih bernyawa itu


Tidak jelas Asal usul nya, serta tidak ada kartu tanda pengenal apa pun, sehingga kakek tua ini memutuskan untuk membawa Sigit ke rumah nya dan memanggil seorang dokter terbaik di kota itu khusus untuk merawat Sigit


Entah apa yang ada dalam diri Sigit, sehingga berhasil membuat kakek tua ini merasa simpati dan ingin menganggkat Sigit sebagai cucu nya.


Keberuntungan mulai menghampiri Sigit, dia di adopsi oleh seorang pengusaha di bidang elektronik yang sudah banyak memiliki cabang di kota itu.


Lambat laun, Sigit pun di didik dan di besarkan oleh kakek Chen yang juga kebetulan hanya hidup seorang diri dan tidak memiliki penerus untuk bisnis bisnis nya, sehingga kakek Chen dengan tulus mengajari dan membesarkan Sigit seperti cucu kandung nya untuk bisa menjadi pewaris harta nya


Tanpa menikmati kursi pendidikan Sigit bisa dengan cepat dan mudah mengerti apa yang di ajarkan oleh kakek Chen, membuat kakek Chen merasa bangga dengan ketekunan dan kegigihan yang dimiliki oleh Sigit tersebut.

__ADS_1


Tepat di ulang tahun nya yang 18 tahun Sigit sama sekali tidak mengetahui Fahri lah yang sudah menyelamatkan hidupnya, sehingga kakek Chen menceritakan semua kejadian yang sudah ia alami sehingga ia dapat menikmati kemewahan yang ia rasakan saat ini berkat Fahri


Dengan rasa penasaran Sigit pun berusaha mencari keberadaan Fahri untuk membalas kebaikan nya, dengan koneksi yang dimiliki oleh kakek Chen dengan mudah Sigit bisa menemukan Fahri yang masih duduk di bangku SMA itu dan mulai mencari tau semua tentang kehidupan Fahri


Sejak saat itu Sigit selalu mengawasi Fahri serta membantu semua kebutuhan Fahri karna Fahri hanya hidup pas pas an dengan kedua orang tua nya yang kerja sebagai buruh di salah satu pabrik yang dimiliki oleh kakek Chen


Berlalu setahun Kakek Chen pun menghembuskan nafas terakhirnya untuk terakhir kali dan meninggalkan semua warisan nya untuk Sigit.


kakek Chen percaya Sigit akan dapat mengurus dan menggunakan warisan nya dengan baik


Sejak saat itu Sigit pun meminta Fahri untuk bekerja dengan dirinya untuk membalas kebaikan Fahri yang sudah menyelamatkan hidupnya sehingga ia bisa berjumpa dengan kakek Chen


Setelah resmi menjadi pewaris, Sigit pun menjalankan bisnis kakek Chen dengan baik dan mengangkat Fahri sebagai sekretaris pribadi nya, sejak saat itu juga mereka menjadi dekat dan menjadi sahabat serta saling bisa mengerti sifat satu sama lainnya.


Sigit pun mulai mempercayakan Fahri untuk menjadi tangan kanan nya membantu mengembangkan bisnis bisnis nya hingga sukses sampai sekarang


Sebagai orang yang selalu bisa balas budi Sigit pun kembali ke Indonesia untuk membantu panti asuhan yang sudah membesarkan dirinya, hingga panti asuhan itu sudah terlihat indah dan layak, serta selalu menjadi donatur tetap untuk panti asuhan tersebut sampai sekarang


Sigit juga tidak lupa untuk membalas jasa untuk pak Anto yang sudah mengadopsi dirinya yang sebentar lagi akan keluar dari sel tahanan, walau rasa sakit yang tidak akan pernah ia lupakan atas penganiayaann yang sudah ia peroleh ia tetap ingin membalas jasa pak Anto


karna bagaimana pun berkat pak Anto dia bisa merasakan kekayaan yang dimiliki sekarang, mesti ia harus merasa menderita dan sakit terlebih dahulu, Sigit akhir nya mendirikan perusahaan baru di Indonesia(Palembang) untuk di kelola oleh pak Anto tanpa mengharapkan sedikit pun imbalan, sejak saat itu juga pak Anto dan Rose pindah ke Palembang untuk melanjut kan hidup mereka, jadi wajar Rose tidak mengenal Sigit, karna Sigit hanya berjumpa dengan Rose ketika masih bayi


Sigit juga memberikan salah satu pabrik tempat orang tua Fahri bekerja untuk di urus dan di tanggung jawabi oleh Orang tua Fahri hingga sekarang,


Itu lah yang membuat Fahri tidak bisa untuk menghianati dan selalu bersedia untuk melakukan pekerjaan yang di suruh oleh Sigit dan berjanji untuk selalu setia membantu Sigit dalam segi apapun


Atas kebaikan dari masing masing membuat Sigit dan Fahri untuk selalu mendukung serta tidak perhitungan untuk memberikan apapun

__ADS_1


Itu lah awal mula Sigit dan Fahri menjadi sahabat hingga sekarang


*" flashback selesai"*


__ADS_2