
NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers
Author harap semua para readers dapat memaklumi
Next !!!!!
Malam pun sudah berlalu, sang fajar sudah menyinar kan terang nya, sepanjang malam Fahri menunggu Sinta untuk membuka mata nya, namun tidak ada hasil jua
zahra yang sudah bisa berdamai dengan hati nya, memutuskan untuk menyusul Fahri ke rumah sakit, membawa baju ganti dan serapan untuk lelaki yang sudah memberi luka teramat sakit untuk nya.
" Mungkin aku hanya sebagai jalan untuk mu mas, aku akan ikhlas kan, aku akan pergi, aku melakukan ini semua untuk kebaikan mu, walau sakit kita harus berpisah dengan cara seperti ini, tapi itu lebih baik, karena aku tau nanti aku juga akan terluka, lebih baik sekarang, agar nanti nya aku tidak punya rasa penyeselan, aku tidak ingin menjadi penghalang untuk mu dan dengan wanita yang sangat berarti di hidup mu, kamu laki laki terjahat yang pernah aku cintai, tapi dengan bodoh nya dengan menatap foto mu begini saja sudah mampu membuat aku kembali tersenyum, ternyata aku tidak perlu berpikir kenapa, aku hanya perlu untuk mengerti dan menerima ini semua " ucap zahra yang lagi menyusun baju ganti untuk Fahri, karena ia yakin Fahri tidak akan pernah meninggalkan Sinta yang masih kritis, dan mungkin Fahri juga tidak akan pulang ke rumah mereka, dengan alasan untuk melihat dirinya
Zahra lalu berangkat dengan taxi online yang sudah ia pesan, menghabiskan waktu hampir 45 menit, zahra pun tiba di rumah sakit tempa Sinta di rawat, dimana rumah sakit ini yang akan menjadi saksi betapa sakit nya hati nya melepas suami nya untuk wanita lain
Zahra yang sudah mengetahui ruangan Sinta segera menuju ke kamar nya, namum setiba nya disana ia tidak bisa melihat keberadaan Sinta dan Fahri disana, akhirnya ia kembali ke resepsionis untuk menanyakan kabar tentang Sinta, ternyata Fahri sudah memindah kan nya ke ruangan VIP, semakin membuat zahra tersadar, betapa penting nya Sinta untuk suami nya itu, tidak bisa di hindari air mata nya seakan menemani langkah nya menuju ruangan Sinta
" Assalamualaikum " ucap zahra ketika memasuki ruangan Sinta
__ADS_1
" Walaikumsalam " Dengan rasa terkejut Fahri pun menjawab salam istri nya itu
" zahra " ucap Fahri yang masih belum percaya dengan kehadiran nya
" Iya mas, ini aku, Mas tidak usah terkejut begitu, aku kesini tidak untuk memarahi Mas, lihat ini, aku membawa baju ganti dan serapan untuk Mas " jawab zahra yang sudah menegarkan hatinya
" Bagaimana bisa kamu ada disini " tanya Fahri yang masih merasa kebingungan itu
" Itu gak penting bagaimana bisa aku disini, yang paling penting, sekarang Mas bersihkan diri dulu, ganti baju setelah itu serapan, jika mas tidak menjaga kesehatan siapa yang akan menjaga Sinta nanti, dia sangat membutuhkan mas sekarang, jadi tolong jaga kesehatan mas untuk nya" jawab zahra yang semakin membuat Fahri penasaran, dengan mimik wajah kebingungan Fahri pun melakukan yang di minta zahra untuk membersihkan diri lalu serapan
Setelah menghabis kan bekal yang di bawa zahra, Fahri pun mencoba untuk bicara dengan zahra, apa yang terjadi? kenapa zahra bisa berada disana
lalu zahra pun langsung mengikuti Fahri untuk menjawab semua pertanyaan apa yang akan di tanyakan Fahri untuk nya
" Tolong kamu jelasin, kenapa kamu bisa ada disini, tolong jangan buat mas penasaran " tanya Fahri ketika sudah tiba di lorong rumah sakit yang terihat sepi
" Aku sudah tau semua mas, Melihat reaksi mas yang begitu kwatir tadi malam aku memutuskan untuk mengikuti mas kesini, dan ternyata, ini lah akhir nya, ini lah jawaban atas semua nya, jangan pasang wajah seperti itu, nanti membuat aku tidak bisa untuk melepas mas " jawab zahra, yang berusaha penuh untuk menahan air mata nya
__ADS_1
" Maaf kan Mas, lagi lagi Mas hanya bisa menyakiti kamu, Mas juga gak tau sejak kapan dan bagaimana ini bisa terjadi, Mas tidak ingin menyakit kamu seperti ini, Mas benar benar laki laki brengsek, Tolong jangan membenci Mas, sungguh Mas sangat minta maaf, Mas sudah menghancurkan hidup kamu " ucap Fahri yang begitu sangat merasa bersalah dengan zahra
" Sekarang Mas tidak perlu menjelaskan apa apa, aku bisa mengerti dan aku bisa menerima ini, Mas jangan menangis, ini bukan salah mas, memang sudah jalan hidup kita seperti ini kalau Kita memang tidak berjodoh, jadi mau sekuat apa pun aku untuk bertahan akan banyak cara untuk memisahkan kita " sambung zahra kembali dengan perasaan yang sangat menyakit kan, di tambah melihat air mata Fahri yang mengalir di wajah tampan nya
" Pergi lah mas, Sinta sangat membutuhkan Mas, dia sangat beruntung memiliki Mas yang sangat mencintai nya, tolong jaga dia baik baik, dan jangan pernah membuat salah keputusan lagi " sambung zahra kembali yang ingin mengucapkan perpisahan
" Terus bagaimana dengan kamu, mas tidak tega melihat kamu seperti ini, Tolong maaf in mas yang sudah menghancurkan hidup kamu, Mas sungguh sangat menyesal " jawab Fahri lagi yang sungguh sangat menyesali sikap nya
" Tidak ada yang perlu di salah kan, aku tidak akan pernah membenci Mas dan Sinta, dan aku akan berdoa untuk kebahagiaan kalian berdua, aku baik baik saja, jadi mas tidak usah menghawatir kan aku, tolong tersenyum lah untuk ku yang ke terakhir kali, jangan berikan aku air mata seperti ini, agar aku bisa merasa tenang meninggalkan Mas untuk Sinta " ucap zahra yang sudah semakin memantap kan hati nya untuk mengikhlaskan Fahri
" Maksud kamu apa zahra, Mas tidak mengerti "tanya Fahri yang tidak tau kalau zahra akan meminta cerai dengan nya
" Di antara kita bertiga harus ada yang mengalah, aku akan mengurus surat perceraian kita, setelah itu aku akan pergi meninggalkan mas dan Sinta selama lama nya, tolong jaga Sinta baik baik untuk ku, ucapkan kata maaf ku setelah dia sadar nanti, karena aku telah menyakiti hati nya dengan setuju untuk menikah dengan mas, pergi lah, aku akan menganggap ini semua tidak pernah terjadi, pernikahan kita yang sesaat akan aku anggap sedang bermimpi, jadi Mas bisa melanjutkan hidup tanpa ada yang perlu harus di sesali, dan terakhir aku ingin minta maaf untuk mas karena aku tidak bisa menjadi istri sempurna yang tidak bisa memberi keindahan malam pertama untuk mas, tolong jangan mengingat ku karena ini, tapi ingat lah aku bahwa aku satu satu nya wanita yang sangat bodoh yang rela memberi suami nya untuk wanita lain " ucap zahra dengan senyum yang tidak bisa di artikan, mata nya seakan menanggung luka yang sangat dalam, namun bibir nya selalu berusaha untuk selalu tersenyum
Mendengar ucapan zahra, Fahri pun langsung memeluk zahra dengan erat serta dengan isakan tangis di bibir nya
" Kamu memang wanita bodoh, sungguh sangat bodoh, bagaimana bisa kamu memberikan suami mu untuk wanita lain " ucap Fahri sambil menangis, kenapa ia bisa di cintai oleh dua wanita yang begitu sangat mencintai dirinya
__ADS_1
" Aku melakukan ini semua karena aku sangat mencintai mas, jadi mas harus berjanji untuk tidak mencintai dua wanita lagi, karena hanya aku yang rela mengalah seperti ini " ucap zahra yang masih bisa untuk menggoda Fahri
Setelah itu zahra pun akhir nya benar benar pergi, dan Fahri kembali ke Sinta yang masih belum jua menyadarkan diri