Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 169


__ADS_3

Fahri dan Sigit mendapat kabar dari Iren, bahwa Sinta sudah sadar dari koma nya, mereka segera berlari ke ruangan Sinta, karena ada hal yang terjadi yang tidak mereka inginkan.


Fahri yang melihat Sinta menangis dan menjerit histeris, mencoba mendekat dan memeluk nya, walau pun sebenar nya ia belum tau apa yang sudah terjadi


Iren yang juga ikut menangis, membuat Sigit merasa kwatir, apa yang sudah terjadi dengan sahabat baik istri nya itu.


" Sinta, kamu tenang, tolong jangan menangis, ada mas , Iren dan Sigit disini yang akan menjaga kamu, tolong jangan menyakiti diri kamu begini " ucap Fahri yang berusaha untuk menenangkan Sinta


" Apa sebenar nya yang sudah terjadi dokter, kenapa Sinta sampai histeris begini " tanya Fahri kembali yang ingin cepat cepat mengetahui apa yang sudah menimpa Sinta


" Karena kecelakaan yang cukup parah, membuat saraf tulang belakang Sinta cidera, hal tersebut akan menyebab kan kelumpuhan seperti yang di alami oleh Sinta sekarang, " jawab dokter itu membuat Fahri dan Sigit bagai tersambar petir tidak percaya


" Apa itu bisa di sembuhkan dokter " tanya Sigit yang juga merasa terpukul dengan keadaan Sinta


" Saya tidak bisa menjamin, tapi jika pasien bisa ikhtiar untuk melakukan pengobatan yang rutin dan teratur mudah mudahan pasien bisa sembuh secepat nya " jawab dokter itu dan pergi meninggalkan ruangan Sinta


Fahri seakan merasa hancur, baru saja ia memutuskan untuk kembali dengan zahra, niat nya langsung di gagal kan dengan kejadian yang menimpa Sinta, mana mungkin ia sanggup untuk meninggalkan dan membiarkan Sinta dengan kondisi seperti ini, untuk menanggung derita nya sendiri, ia akhir nya memilih untuk meng ikhlaskan zahra pergi, dan bertahan untuk Sinta, Fahri berharap zahra bisa menemukan kebahagiaan nya dengan lelaki lain yang bisa mencintai zahra dengan sepenuh hati melebihi cinta nya


Iren yang juga merasa syok tidak berhenti menangis, ia bisa merasakan bagaimana hancur nya hati sahabat nya itu, Sinta yang hidup dengan ibu tiri nya sama sekali tidak bisa menyanyangi nya dan sejak kematian ibu kandung nya membuat sikap ayah nya berubah, sehingga ia memutuskan untuk hidup sendiri.


Sangking mencemaskan Sinta membuat Iren merasa pusing, air mata nya sudah membasahi baju nya, sehingga membuat ia jatuh pingsan.


Sigit yang menyaksikan itu pun langsung terkejut, dan segera mengangkat tubuh Iren ke Sofa yang ada di ruangan Sinta

__ADS_1


Setelah menyadarkan diri, Sigit pun akhirnya membawa Iren untuk di periksa, ia tidak ingin terjadi apa apa dengan wanita yang paling ia cintai itu


" Iren gak papa kok sayang, Iren hanya banyak pikiran, Iren gak tega lihat kondisi Sinta seperti ini " ucap Iren ketika sedang menunggu hasil pemeriksaan dokter


" Iya sayang, mas hanya mastiin, mas gak mau terjadi apa apa dengan kamu " jawab Sigit yang tidak berhenti mengelus tangan Iren sampai panas


Melihat dokter yang baru keluar dari kamar pemeriksaan, Sigit pun langsung menyerang nya dengan pertanyaan.


" Apa yang terjadi dengan istri saya dokter, kenapa bisa sampai pingsan" tanya Sigit yang sangat menghawatirkan Iren


" Istri bapak baik baik saja, hanya saja usia kandungan yang masih muda, sangat mempengaruhi jika ibu banyak berpikir, jadi saya saran kan untuk lebih hati hati, jangan terlalu stres, nanti bisa berakibat fatal " jawab dokter itu, membuat Iren dan Sigit terkejut, Sigit yang sedari tadi tidak berhenti mengelus tangan Iren, mendengar kabar bahagia itu tangan nya pun langsung spontan terhenti


" Apa?? dokter gak salah kan, istri saya benar benar hamil kan dokter? " tanya Sigit kembali yang merasa belum percaya dengan apa yang sudah ia dengar


Iren benar benar sangat merasa bahagia, apalagi Sigit, namun seketika Sigit teringat dengan masa lalu, dimana Iren bisa celaka jika mengandung, dan tawa nya pun langsung terhenti


" Apa istri saya akan baik baik saja dokter, terus terang saya sangat bahagia, tapi teringat masa lalu membuat saya takut " tanya Sigit kembali yang teringat sewaktu Iren keguguran


Iren pun bisa mengerti apa yang di rasakan suami nya itu, karena ia juga merasakan hal yang sama, sehingga ia menuruti Sigit untuk tidak mengandung, namun sewaktu pergi ke Palembang, Iren benar benar lupa masa KB nya telah habis, sehingga ia bisa hamil seperti sekarang


" Mudah mudahan semua baik baik saja, di tambah kejadian yang sudah pernah menimpa ibu Iren sudah lama, jadi kemungkinan rahim ibu sudah kuat untuk mengandung, saran saya, ibu harus benar benar istrahat cukup, jangan melakukan pekerjaan dan olahraga berat, serta jangan banyak berpikir, karena itu sangat mempengaruhi janin ibu, jangan lupa untuk konsumsi makanan yang sehat, makan buah yang bergizi untuk kandungan serta minum air putih yang banyak, dan terakhir jangan lupa untuk melakukan konsul dengan dokter kandungan, untuk melakukan USG rutin, agar ibu dan bapak bisa mengetahui perkembangan janin yang ada di dalam rahim ibu Iren " jawab dokter itu, membuat hati Iren dan Sigit lega dan sangat merasa bahagia, air mata kebahagiaan pun berhasil mengalir di wajah cantik Iren, kini ia benar benar sudah bisa menjadi wanita yang sempurna untuk Sigit, lelaki yang juga sangat amat ia cintai


" Terimakasih dokter " ucap Iren dan Sigit lalu pergi meninggalkan ruangan dokter itu, dan kembali ke ruangan Sinta

__ADS_1


" Sayang, apa kamu yakin ingin kembali ke kamar Sinta " tanya Sigit yang sudah mulai menghawatirkan Iren


" Iya sayang, Iren janji tidak akan menangis dan berpikir banyak, Iren janji akan menjaga dengan baik calon buah hati kita " jawab Iren sambil mengelus perut nya yang masih terlihat datar itu, Sigit benar benar sangat merasa bahagia, entah bagaimana ia bisa mengungkapkan perasaan nya itu, dengan lembut ia pun mencium kening Iren dan turun ke perut Iren


" Sayang, jangan buat mama sakit ya, papa yakin kamu anak yang baik, jaga mama dari dalam ya, dan papa akan jaga mama dari luar " ucap Sigit sembari menempelkan telinga nya di perut Iren lalu mengelus perut Iren dengan lembut setelah itu mencium nya, sungguh mereka menjadi pemandangan yang sangat luar biasa indah di mata


Sambil menggenggam tangan Iren, mereka pun melanjutkan menuju ruangan Sinta, setiba nya disana tampak Sinta yang terbaring tidur, ia sengaja di bius karena tidak berhenti menangis dan teriak histeris


" Apa yang terjadi, kamu baik baik saja kan Ren " tanya Fahri ketika melihat Iren dan Sigit sudah berada di ruangan Itu


" Alhamdulillah Iren baik baik aja kok kak " jawab Iren yang tidak langsung menyebut kehamilan nya


" Syukur lah kalau begitu, setidak nya kita hanya perlu untuk menjaga Sinta, dia masih belum bisa terima, kakak benar benar sangat merasa kasihan dengan nya " jawab Fahri yang sudah sangat merasa lelah itu, wajah nya seakan bisa menjelaskan bagaimana keadaan nya sekarang


" Lo jangan terlalu banyak berpikir, lo juga butuh istrahat, lebih baik lo sekarang istrahat ( Tidur), kita yang akan menjaga Sinta hingga sore, karena malam ini gue gak bisa ijinin Iren nginap disini, Iren harus benar benar banyak Istrahat, sebentar lagi lo akan punya keponakan baru " ucap Sigit spontan langsung membuat Fahri terkejut


" Apa, coba lo ulangi " tanya Fahri yang juga merasa tidak percaya


" Iren hamil " jawab Sigit singkat, dengan senyum bahagia yang terlukis di wajah nya


" Alhamdulillah,, akhir nya,, selamat Ren, selamat bro, gue ikut bahagia atas kebahagian kalian, gue setuju, Iren harus benar benar banyak Istrahat, soal Sinta kamu ( Iren ) gak usah pikirin, biar kakak yang akan menjaga dia," ucap Fahri bahagia, dia juga setuju dengan Sigit, karena Fahri juga belum bisa lupa atas apa yang sudah pernah terjadi dengan Iren


" Iya bro, gue janji, gue juga akan bantu lo jaga Sinta, dan sekarang lo lebih baik tidur, jadi nanti malam lo punya tenaga " jawab Sigit, dan akhir nya Fahri pun menyetujui Sigit untuk istrahat.

__ADS_1


__ADS_2